Hampir semua anak pernah mengalami gangguan kulit, dari sekedar bentol hingga alergi kulit yang parah. Dan hampir semua anak pernah mengalami infeksi kulit akibat kuman, dari bisul hingga kutil. Kapan anda waspadai dan perlukah ke dokter?

Infeksi adalah masuknya kuman yang menyebabkan gangguan pada tubuh kita. Karena adanya kuman, tentunya infeksi merupakan penyakit yang bisa berpindah alias menular. Anak-anak dengan ciri khasnya bermain dan berinteraksi termasuk kelompok yang rentan tertular meski sebesar apapun usaha anda menjaganya.

 

Untungnya, sebagian besar infeksi kulit tak berbahaya. Jadi, anda tak perlu melarangnya bermain hanya karena takut terkena infeksi kulit. Inilah empat infeksi kulit yang sering mengenai anak menurut survei para ahli dunia, seperti dimuat di jurnal kedokteran terkemuka, British Medical Journal.

Molluscum Contagiosum

Ibu Sarah resah gelisah. Muncul bintil-bintil seperti mutiara berwarna coklat muda di kulit anaknya, Dinar yang baru berusia 5 tahun. Bintil-bintil itu berjumlah banyak dan berkelompok, berbentuk kubah dengan lesung ditengahnya. Letaknya di daerah dada dan punggung. Bila dipencet, keluar isi seperti nasi berwarna putih kekuningan. Rasanya menggelikan melihat kulit mulus anaknya memiliki bintil-bintil seperti kutil berukuran hingga 1 cm.

Berdasarkan istilah kedokteran, kutil berkelompok berbentuk seperti mutiara tersebut dinamakan molluscum contagiosum, dan sesuai namanya bersifat contagious atau menular. Penyakit kulit ini merupakan infeksi kulit yang umum terjadi, disebabkan human poxvirus dan paling banyak mengenai anak-anak usia 2 sampai 5 tahun, namun orang dewasa pun bisa terkena atau menjadi sumber penularan. Biasanya, kuman menular langsung karena bersentuhan dengan kutil atau kontak dengan anak yang sedang terinfeksi kuman tersebut misalnya saat mandi atau berenang bersama.

Meskipun secara penampakan memang amat mengganggu, infeksi kulit ini ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pada anak yang sehat, kutil dapat bertahan selama 6 hingga 8 minggu yang kemudian perlahan menghilang tanpa bekas. Tetapi karena molluscum dapat menulari kulit sekitarnya, bisa jadi membutuhkan sekitar 8 bulan untuk sembuh sempurna. Belum lagi, kebiasaan mengorek-ngoreknya membuat kutil molluscum ini terinfeksi kuman lain sehingga bernanah dan menimbulkan bekas. Biasanya, sang ibu tak tahan melihat kulit anaknya berbintil-bintil sehingga pengobatan dari dokter pun menjadi pilihan. Beberapa terapi seperti ekstrasi ataupun pembakaran kutil dengan zat kimia dapat dilakukan untuk mengangkat kutil namun bisa menimbulkan nyeri saat terapi dan beberapa penelitian mengatakan hasilnya sama saja dengan sekedar pengamatan. Selain itu, dokter bisa memberi salep bersifat asam yang dapat mengikis kutil atau salep pencegah penyebaran kutil sehingga lebih cepat sembuh tanpa bekas. Meskipun banyak alternatif pengobatan, para ahli tetap menyarankan menunggu hingga sembuh karena sebenarnya penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya.

Kutil Virus (Viral Warts)

Ade, seorang remaja yang aktif beberapa hari ini berjinjit jika berjalan. Sebuah kutil alias mata ikan ‘menghiasi’ telapak kaki kanannya membuat langkahnya terhambat. Mata ikannya makin besar, keras dan tepiannya menonjol membuat nyeri setiap kali kaki menapak. Yang membuat khawatir, sebentar lagi turnamen basket dimulai. Sudah berbagai cara ia coba sendiri menghilangkan kutil membandel ini, tetapi tetap saja muncul kembali. Sungguh merepotkan.

Kutil memang tak asing lagi dan pada suatu masa dalam kehidupan, seseorang bisa jadi pernah terkena kutil ini. Bentuk kutilnya bisa bermacam-macam dan dapat mengenai kulit ataupun telapak tangan dan kaki. Secara definisi kedokteran, viral warts adalah pertumbuhan berlebih lapisan luar (epitel) kulit yang jinak dan disebabkan kuman human papillomavirus. Virus ini seperti kuman lainnya dapat berpindah alias menular dan bersifat sembuh sendiri. namun, sayangnya pada beberapa orang, jenis kutil ini bisa bertahan lama dan bahkan bertambah banyak atau besar sehingga pengobatan diperlukan. Kutil ini mulai muncul pada usia anak, meningkat pada saat remaja, dan menghilang sendiri selamanya. Sebelum kutil menghilang, biasanya akan muncul jaring-jaring kehitaman di area kutil akibat kematian kapiler darah.

Biasanya kutil akan hilang sendiri dalam waktu dua tahun. Namun, orang tua kerap tak sabar sehingga akhirnya mereka akan pergi ke dokter atau mencoba menghilangkannya sendiri. Menghilangkan kutil bisa dilakukan dengan salep asam salisilat yang merupakan pilihan pengobatan kutil, terapi beku (krioterapi) dengan efek samping nyeri dan meninggalkan bekas, ataupun dengan larutan silver nitrat dan glutaraldehid.

Impetigo

Yuni bingung melihat di tubuh anaknya muncul lenting-lenting seperti cacar. Lenting itu pecah membentuk kerak kuning keemasan. Karena khawatir, Dinar memeriksakan anaknya, namun dokter bilang itu bukan cacar, tetapi infeksi kulit yang disebut impetigo.

Impetigo adalah infeksi permukaan kulit dengan ciri adanya kerak berwarna keemasan. Infeksi ini menuruti urutan ketiga penyakit kulit tersering pada anak setelah eksim dan kutil. Paling sering menyerang usia 2-6 tahun. Menular lewat kontak langsung, misalnya dengan memegang keraknya. Kuman ini juga bisa bersarang di daerah lubang hidung sehingga menimbulkan kekambuhan. Selain itu, anak yang eksim juga sering terkena.

Impetigo memiliki dua karakteristik. Ada yang diawali dengan lenting atau bisul yang kemudian pecah membentuk kerak kuning keemasan. Biasanya jenis ini tak disertai demam, sering mengenai daerah muka dan anggota badan, serta bisa menular kesekitarnya. Bentuk kedua dicirikan dengan gambaran gelembung seperti tetesan embun di kulit berisi cairan, atau gelembung besar seperti luka bakar. Impetigo ini disertai gejala sistemik seperti demam atau tak enak badan, nyeri, dan cepat menyebar. Sering terdapat pada daerah mulut dan hidung atau berkelompok di lipatan tubuh.

Impetigo haruslah diobati untuk menghilangkan bakteri penyebabnya. Dokter akan meresepkan antibiotika yang disesuaikan dengan kondisi anak. Ada dua jenis antibiotika yaitu yang diminum atau dioleskan tergantung dari luasnya infeksi. Terkadang pada yang berat, antibiotika bisa diberikan dengan cara keduanya.

Jamur Kepala

Martha kaget sekali ketika ia menyisir rambut anaknya. Rambutnya rontok cukup banyak dan muncul seperti pitak di kepalanya. Aduh, ada apa ini? Yang membuat khawatir, pitak ini bertambah lebar dan dokter mendiagnosis anaknya terkena jamur kepala.

Ternyata, selain ketombe ataupun eksim, kepala pun bisa terserang jamur. Bentuknya bermacam-macam tetapi tak akan sembuh dengan shampo anti ketombe, bahkan bertambah banyak bila diobati salep untuk eksim. Ada yang memang menyerupai ketombe tanpa gambaran pitak yang jelas, ada pula botak setempat dengan ujung rambut yang patah-patah atau kulit di area tersebut kasar dan tak sehat. Jamur kepala perlu dicurigai bila ada kebotakan dengan kulit kepala mengelupas atau berkerak.

Dokter akan memastikan penyebab kebotakan pada anak ini dengan mengambil spesimen rambut atau kerak dan akan memberikan obat antijamur yang sesuai. Jamur di kepala memang sulit hilang sendiri tanpa bantuan obat.

Pintar Deteksi Sendirinya

Tak perlu panik ataupun malah menyepelekan infeksi kulit pada anak. Yang penting adalah cermat mengamati kulit anak, menjaga kebersihannya, dan mengenali kelainan kulitnya sehingga bisa diyakinkan, ini berbahaya atau tidak, bisa sembuh sendiri atau perlu ke dokter. Dengan demikian, selain menghemat waktu anda, uang anda, juga membuat hati tenang.

Referensi :

Sladden MJ, Johnston GA. Common skin infections in children. BMJ 2004;329;95-99

Share.

No Comments

  1. terutama di bagian kaki..sering bangt bentol & digaruknya ampunn dehh..ga bisa dibilangin..akhirnya lecet & luka klo da kering jadi berbekas hitam, cape banget liatnya, dah dikasi salep macam2..Ntr kambuh lagi,ke dokter di kasi obat alergi tp ga pengaruh apa2  & begitu truss lama2 kulit kakinya jadi jelek habis belum sembuh yg satu bentol lg & digaruk lagi,luka lagi, knp sih & obatnya apa ya dok, Terutama untk ngilangin bekas2nya itu loh, anak saya kan perempuan malu kalo nanti dia sekolah musti pakai rok gmana??(kalo kakinya seperti itu)!& ga jelas krena apa?kdg bkn krn nyamuk suka bentol sendiri bentol yg keras2 gitu (klo lecet digaruk suka keluar cairan bening..

    Trus terang sampai saat ini sy hampir putus asa nanganinnya, saya musti bgmana, masalah kebersihan ga kurang apapun deh, memeang susahnya menyuruh dia berhenti menggaruknya itu yg sulit!.umurnya bru 3th, dia begitu sejak umur 8 bulan dulu hanya suka bentol2 saja saya pikir biasa..pas 1th berjalan sering timbul dikaki..please tlg dong solusinya para mom ada yg ngalamin ga??!!

    • Octaviani Ratih on

      Dear Mom Syifalisana,..
      Anakku pertama cowok umurnya 2thn 5bln. Sekarang ini anak saya mangalami keadaan sama persis keluhan dengan Mom Syifa.. Apakah ada perubahan setelah itu ? kalau ada mohon informasinya untuk penyembuhan lebih lanjut. Terimakasih..

  2. bambang irawan on

    dok,..anak saya dari umur kurang lebih 1 tahun telah mengalami kebotakan (pitak ) yang berpindah tempat ,tapi kemudian tumbuh lagi,…sudah berobat ke dokter spesialis kulit hasil pemeriksaan tidak ada jamur..kulit bersih ,..gimana cara mengatasi kebotakan pada anak saya,,dok??? sekarang anak perempuan saya berumur 4 tahun

Leave A Reply

Exit mobile version