[quote type=”center”]Gula, selalu dianggap musuh kesehatan. Ketahui fakta sebenarnya tentang gula.[/quote]
 
Menghindari gula mencegah kegemukan
Fakta:
Gula memang kaya energi, apalagi bila makanan mengandung gula plus lemak. Bila dikonsumsi melebihi kalori yang dibutuhkan, tubuh akan menyimpannya dan berat badan pun naik. Tetapi, menghindari gula tak berarti terhindar dari risiko kegemukan sebab gula bukan satu-satunya penyebab kegemukan. Ada orang yang gemuk meskipun tidak makan banyak gula. Sebaliknya, pada orang yang gemuk, mengurangi gula akan menjadi satu langkah efektif untuk menurunkan berat badan. Mengganti kebiasaan minum sekaleng soda dengan segelas air putih setiap harinya, cukup bermakna dalam menurunkan berat badan bila dilakukan terus menerus.
Banyak makan gula menyebabkan sakit jantung
Fakta:
Selama ini hanya lemak dan kolesterol yang dianggap biang keladi penyakit jantung. Sebenarnya, gula pun turut andil. Diet tinggi gula dapat mempengaruhi kadar lemak dan kolesterol, terutama pada orang yang berbakat diabetes. Untungnya pada kebanyakan orang, konsumsi gula secukupnya tak akan membahayakan.

Gula dapat menyebabkan anak hiperaktif
Fakta:
Ada anggapan gula menjadi salah satu penyebab anak hiperaktif, remaja nakal, atau kriminalitas. Yang benar, belum ada penelitian yang dapat menunjukkan hubungan antara gula dengan hiperaktivitas. Bahkan, kebanyakan penelitian meyakinkan tak ada hubungan antara keduanya hingga anjuran mengurangi gula untuk mencegah atau mengobati hiperaktivitas belumlah didukung penelitian.
Gula membuat orang kecanduan
Fakta:
Pada umumnya, tak ada makanan termasuk gula yang menyebabkan ketagihan seperti orang kecanduan obat. Yang sebenarnya terjadi, mengidam atau menginginkan makanan yang manis-manis lebih pada pandangan seseorang tentang makanan. Contohnya, banyak orang menyukai coklat, tetapi tentu tak sama sukanya apabila zat aktif coklat dimasukkan ke dalam sebuah tablet. Suasana dan kenikmatan saat mengunyah sebatang coklat juga menjadi hal yang membuat kita ingin makan coklat.
Gula tidak akan sebabkan anak kurang gizi
Fakta:
Sebaliknya, bila anak terlalu banyak makan gula, kemungkinan kekurangan nutrisi makin besar. Segelas softdrink sama kalorinya dengan setangkup roti gandum, tetapi kandungan nutrisinya akan berbeda. Jika si kecil terlalu banyak makan makanan bergula melebihi kebutuhan kalorinya dan tak diimbangi makanan bergizi, ia mungkin saja gemuk tetapi kekurangan nutrisi terutama vitamin dan mineral.
Gula menyebabkan gigi berlubang
Fakta:
Gula memang dapat menyumbang kerusakan gigi karena akan difermentasi bakteri menyebabkan suasana asam yang akan mengikis lapisan gigi. Tetapi gula bukan satu-satunya penyebab. Gigi berlubang disebabkan banyak faktor seperti bakteri yang ada di mulut (biasanya berkomuni di plak gigi), cairan saliva yang membersihkan mulut, mineral yang membentuk gigi, dan makanan yang tertinggal di sela gigi. Membiasakan menyikat gigi atau membersihkan gigi secara teratur bisa jadi lebih efektif daripada sekedar mengurangi menu gula dalam menu si kecil.
Sumber:

  • Whitney Ellie, Sharon Rady Rolfes. Understanding Nutrition, 10th ed. Thomson Wadsworth. 2005
  • J. Travis, the true sweet science. Science news 161 (2002):232-233.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version