[pullquote]Memiliki buah hati alergi membuat para orangtua sering kali kebingungan. Bagaimana selebriti dan presenter Ivy Batutah menyikapi alergi pada kedua buah hatinya? Simak penuturannya.[/pullquote]
Jalani hidup tanpa ‘lebay’
[dropcap]S[/dropcap]ebagai seorang ibu bekerja, Ivy merasa harus pintar mengatur waktu bersama anak, “Sebagai ibu memang aku jauh dari sempurna, terkadang seharian di luar rumah untuk bekerja. Tapi meskipun susah, aku harus pintar bagi waktu bersama anak. Pokoknya tahu diri saja, harus tahu mana yang prioritas. Alhamdulillah aku tetap punya waktu bersama anak dan suami.”
Ibu muda yang di panggil ‘Mutti’ oleh kedua putrinya ini mengaku sangat beruntung bersuamikan Edu Napitupulu yang sigap jika berurusan dengan mengurus anak. ”Aku dan Edu selalu bekerjasama dalam mendidik dan mengurus anak-anak. Kami bergantian menjaga kalau salah satunya bekerja. Malah bisa dibilang, suamiku itu lebih ‘ibu-ibu’ daripada ibu-ibu, hahaha…. Kalau sedang di luar rumah, Edu yang lebih sibuk mengecek anak-anak, segala hal ia tanyakan,” ungkap perempuan kelahiran 31 Oktober 1977 ini terkekeh.
Sibuk sebagai penyiar radio, MC dan pengajar di beberapa perusahaan,  dirasakan Ivy cukup membuatnya harus ‘berakrobat’ untuk bisa membagi waktunya juga sebagai ibu bagi Qiara Quesqi (6 tahun) dan Zivanka Zara (4 tahun). Namun hal ini ia jalani dengan santai. ”Kalau aku dan Edu punya komitmen jalani hidup apa adanya, jangan lebay. Sampai sekarang anak pertamaku juga belum lancar membaca, aku santai aja. Aku percaya dengan membacakan dongeng satu buku setiap malam sebelum tidur bisa memacu perkembangan bahasa anak dan menambah perbendaharaan katanya,” terang pengajar bidang komunikasi ini.
Batasi anak makanan pemicu alergi
ivi-batuta-fullframe
Pemain Film ‘Horor Lantai 13’ ini sadar sebagai pasangan yang memiilki riwayat alergi debu dan beberapa jenis makanan, alergi dapat diturunkan pada anak. Ini juga membuat Ivy sangat berhati-hati memilihkan makanan bagi buah hatinya. Apalagi saat bayi, kedua buah hatinya sudah terlihat memiliki bakat alergi.
“Karena punya riwayat alergi, setelah tidak diberi ASI anak-anak aku pantau sekali nutrisinya. Pertama aku berikan mereka satu persatu makanan yang memicu alergi seperti kacang, tomat, ikan, susu, cokelat. Alhamdulillah mereka hanya terdeteksi alergi pada cokelat, susu sapi dan debu. Jadi yang dijaga sekali oleh kami sebagai orangtua adalah asupan cokelat dan selalu membersihkan debu di rumah,” jelas Ivy.
Wajib makan sayur & buah
Ibu muda yang senang main gitar dan menyanyi ini selalu berusaha menerapkan hidup sehat pada keluarganya. Ivy sangat menyadari betapa sayuran dan buah-buahan adalah dua jenis makanan yang memiliki segudang manfaat karena penuh dengan nutrisi dan vitamin, ia pun menjadikan sayur dan buah sebagai makanan wajib yang perlu dikonsumsi setiap hari di rumah. “Meskipun mereka nggak mau, tetap aku bujuk dengan berbagai cara. Aku juga menjelaskan pada mereka bahwa sayur dan buah ini sangat bagus untuk kesehatan mereka.”
Karena ingin menerapkan disiplin juga pada kedua gadis kecilnya, Ivy cukup keras dalam menerapkan peraturan ini. “Aku bahkan memberi mereka sanksi kalau tidak mau makan sayur, mereka tidak boleh dekat-dekat aku, atau ditinggal di rumah kalau kita ada acara jalan-jalan. Alhamdulillah mereka mau menurut. Sejak rajin makan sayur dan buah, anak-anak jadi jarang sakit. Makanya aku tega sama mereka, sekarang mereka sudah pandai makan sayur labu, togem bayam, brokoli dan wortel,” terang Ivy menutup obrolan.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version