[quote type=”center”]Kebanyakan batuk pilek tidaklah berbahaya, tetapi ada sebagian yang sebaiknya tidak Anda sepelekan.[/quote]
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]B[/dropcap]atuk dan pilek merupakan gejala utama common cold atau sering disebut flu. Ini merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada bayi dan anak. Common cold merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), yang merupakan kumpulan berbagai macam penyakit infeksi.
Batuk dan pilek biasanya disertai keluhan seperti demam, nyeri kepala/pusing, radang kelopak mata, nyeri saat menelan, lidah terasa pahit, bersin-bersin, sesak napas, pembesaran kelenjar limfe leher atau nyeri otot/nyeri sendi.
Common cold sebenarnya bisa sembuh sendiri apabila daya tahan tubuh cukup baik. Tetapi kebanyakan anak/orangtua tidak sabar menunggu sembuh spontan karena memang perlu waktu agak lama. Dalam satu tahun rata-rata anak akan mengalami 3-10 kali.
Hati-hati pilih obat
Hati-hati memilih obat batuk, karena pemilihan obatnya tergantung jenis batuknya. Batuk berdahak membutuhkan obat golongan ekspektoran sedangkan untuk batuk kering lebih cocok golongan antitusif.
Jika batuk pilek tak kunjung sembuh, konsultasikan dengan dokter anak Anda. Untuk diperiksa lebih lanjut apakah ada penyebab lainnya.
Waspadai kemungkinan penyebab yang lain
Gejala mirip batuk pilek ternyata bisa menandakan penyakit yang ternyata lebih serius. Apa saja?
1. Infeksi telinga tengah
Infeksi telinga tengah bisa didahului dengan gejala batuk pilek yang berlanjut menjadi infeksi di organ telinga bagian tengah. Biasanya muncul beberapa hari setelah anak batuk pilek. Namun anak seringkali sulit mengungkapkan gejalanya. Orangtua bisa curiga anak terinfeksi telinga bila :

  • Area telinganya tampak nyeri misalnya anak menarik-narik telinga. Anak lebih besar dapat mengatakan sakit telinga atau telinga terasa penuh.
  • Pendengarannya berkurang
  • Ada gangguan keseimbangan (misalnya kepala terasa berputar)
  • Sulit tidur
  • Demam
  • Rewel. Anak tidak mau bermain, tidak merespon rangsang yang diberikan.
  • Ada cairan keluar dari lubang telinga
  • Tidak nafsu makan

Beberapa batuk pilek bisa menyebabkan infeksi telinga tengah karena jenis kumannya berbeda, bisa juga terjadi pada anak dengan daya tahan tubuh tidak baik, atau mereka yang memiliki faktor atopi (alergi) sehingga memiliki gejala cukup berat hingga ikut menyerang organ telinga tengah.
2. Campak
Penyakit campak juga bisa didahului dengan gejala batuk pilek seperti halnya batuk pilek lainnya. Demam, disertai dengan produksi cairan hidung yang cukup banyak, mata pun ikut terimbas, hingga batuk yang mengganggu membuat anak menjadi rewel. Adanya ruam yang muncul akan membedakan jenis batuk pilek biasa dengan campak. Begitu ruam muncul, demam biasanya akan menurun dan gejala-gejala mereda. Pada anak dengan daya tahan tubuh kurang, gizi kurang ataupun mengalami defisiensi vitamin A, sakit campak bisa menyebabkan komplikasi seperti radang paru-paru yang memerlukan perawatan.

3. Sinusitis
Bila gejala batuk pilek berlangsung terus, lebih dari dua minggu hingga satu bulan, dengan keluhan khas post nasal drip (seperti ada cairan hidung yang mengalir di tenggorokan/area belakang hidung) mungkin ini adalah batuk pilek yang berlanjut menjadi sinusitis.
Sakit kepala menjadi keluhan lain yang menonjol tetapi pada anak kadang-kadang hal ini sulit diungkapkan. Sinusitis biasanya terjadi pada anak yang lebih besar ketika rongga-rongga sinus sudah mulai terbentuk. Waspadai gejala batuk pilek yang tidak sembuh-sembuh disertai demam tidak tinggi maupun sakit kepala terutama di area wajah.
4. Infeksi akibat bakteri
Infeksi batuk pilek sangat sering disebabkan virus yang bisa sembuh sendiri. Itulah mengapa tidak dianjurkan segera memberikan antibiotika saat anak terkena batuk pilek.
Antibiotika hanya diindikasikan bila ada kecurigaan besar terjadinya infeksi bakteri atau bila sudah terbukti melalui kultur sehingga antibiotika disesuaikan dengan jenis kumannya. Pembelian antibiotika secara sembarangan di toko-toko obat atau apotik dapat menyebabkan kuman menjadi resisten dan berubah “ganas,” yang harus dibayar dengan biaya lebih mahal juga.
Kecurigaan ke arah infeksi bakteri bila batuk pilek tidak sembuh-sembuh disertai demam naik turun. Anak juga tampak lesu dan rewel. Setelah 5-7 hari, umumnya batuk pilek akibat virus akan menunjukkan perbaikan, sebaliknya bila terjadi infeksi bakteri waktu penyembuhan lebih lama dan memerlukan antibiotika.
5. Alergi
Keluhan alergi perlu dicurigai bila batuk pilek bersifat hilang timbul dan bisa diprediksi. Misalnya, pilek terjadi selalu pagi hari saat udara dingin, atau bila di sekitar anak banyak terdapat debu. Sifatnya benar-benar hilang timbul, dalam satu hari dapat diduga kapan ia muncul. Gejala atopi bisa juga menyertai seperti garis gesekan di hidung karena anak sering menyeka hidungnya, warna hitam di bawah mata karena adanya pembengkakan mukosa area hidung akibat alergi, mukosa hidung yang berwarna pucat, mungkin disertai pembesaran amandel (tonsil). Ada pula gejala alergi yang muncul di organ lain seperti disertai keluhan asma atau kelainan kulit (eksim). Keluhan ini tidak disertai demam dan dapat hilang sendiri bila pencetus dihindari.
Tip cegah tangkal batuk pilek

  1. Cuci tangan untuk mencegah infeksi tertular
  2. Menutup mulut saat batuk atau membuang cairan hidung karena infeksi menular lewat droplets (percikan ludah).
  3. Istirahat yang cukup
  4. Konsumsi minuman atau sup hangat

Suplementasi vitamin C jika perlu.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version