Jeruk nipis diyakini dapat mengeliminir lemak, karenanya orang percaya bahwa buah berasa asam ini dapat melangsingkan tubuh. Benarkah demikian?

[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]J[/dropcap]eruk nipis bagi sebagian masyarakat diyakini sebagai pilihan yang aman untuk menurunkan berat badan. Oleh banyak orang, kandungan yang ada di dalamnya diyakini dapat mengurangi timbunan lemak dengan cara mengurangi kelebihan kalori dan meningkatkan kecepatan metabolime tubuh. Hal ini tidak sepenuhnya benar, peran jeruk nipis dalam penurunan berat badan perlu dikaji lebih dalam.
Kandungan jeruk nipis
Jeruk nipis merupakan salah satu jenis tanaman buah dengan berbagai kegunaan yang cukup dikenal luas. Buah dengan nama latin Citrus aurantifolia atau Citrus aurantium ini mengandung banyak vitamin dan mineral bermanfaat diantaranya, asam sitrat, asam askorbat, asam amino (triptofan, lisin), dan minyak atsiri. Selain itu juga terdapat kalium, kalsium, natrium, lemak, kalori, fosfor, besi, vitamin B1 dan C.
 
Tabel Kandungan zat gizi jeruk nipis

Zat gizi Kadar pada 100 gram jeruk nipis
Vitamin C 27 mg
Kalsium 40 mg
Kalium 22 mg
Natrium 64 mg
Fosfor 22 mg
Hidrat arang 12,4 mg
Vitamin B1 0,04 mg
Zat besi 0,6 mg
Lemak 0,1 mg
Kalori 37 mg
Protein 0,8 mg
Air 86 mg

 
Tidak banyak diketahui bahwa selain mengandung zat gizi yang bermanfaat untuk tubuh, di dalam jeruk nipis juga terdapat beberapa senyawa aktif yaitu synephrine dan octopamin. Dalam beberapa penelitian tenyata diketahui juga didapatkan pektin dan zat flavonoid seperti limonen, hesperidin, neohesperidin, naringin, dan tangaretin. Senyawa aktif ini dapat berguna bagi tubuh namun dapat pula memberikan efek samping yang merugikan terhadap kesehatan.
Jeruk nipis turunkan berat badan?

Penurunan berat badan oleh jeruk nipis berkaitan dengan zat aktif yang dikandungnya. Serat pektin merupakan salah satu zat dalam jeruk nipis yang dapat berperan menurunkan berat badan. Serat ini akan membantu mengurangi rasa lapar sehingga dapat menahan keinginan untuk makan di waktu selingan. Selain itu pektin juga dapat menstabilkan gula darah dan insulin serta menurunkan kadar kolesterol.
Jeruk nipis juga mengandung sinefrin, yaitu sebuah senyawa yang memiliki struktur yang sama dengan epinefrin. Zat ini dapat menurunkan berat badan melalui mekanisme adrenergik. Pada jalur adrenergik, sinefrin yang terkandung di dalam jeruk nipis dapat memberikan efek penekanan terhadap rasa ingin makan. Selain itu zat ini juga dapat menstimulasi lipolisis atau penghancuran lemak di dalam tubuh. Melalui jalur adrenergic, sinefrin juga dapat meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh.
Walaupun secara teori jeruk nipis dengan segala kandungannya diketahui dapat menurunkan berat badan, tetapi jika diteliti hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa kandungan yang terdapat dalam jeruk nipis dapat menurunkan berat badan secara efektif. Hal ini disebabkan karena mekanisme-mekanisme tersebut hanya dapat dicapai dengan dosis yang tinggi. Namun, keberadaan zat aktif tersebut, terutama sinefrin, dalam dosis yang tinggi juga dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh.
Efek samping
Sinefrin memiliki struktur kimia yang sama dengan epinefrin. Walaupun sampai saat ini tidak ada efek samping yang ditemukan setelah mengkonsumsi jeruk nipis, sinefrin dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah pada manusia serta berpengaruh terhadap organ jantung dan pembuluh darah. Sehingga konsumsi yang berlebihan dari jeruk nipis sebaiknya dihindari pada individu yang telah memiliki penyakit dasar pada organ jantung dan pembuluh darah. Senyawa ini juga dapat mempengaruhi gangguan pengiriman impuls saraf ke pembuluh darah sehingga menyebabkan migrain dan sakit kepala jenis lainnya.
Jeruk nipis juga mengandung senyawa 69,79-dihydroxybergamottin yang akan menghambat  fungsi sitokrom P450, yaitu sebuah enzim yang berfungsi dalam metabolisme obat di dalam tubuh. Jika fungsi enzim ini terganggu maka akan terjadi penurunan metabolime obat sehingga kadar obat yang berada di dalam tubuh menjadi tetap tinggi dan dapat berakibat keracunan obat (overdosis).
Sinefrin yang terkandung di dalam jeruk nipis memiliki konsentrasi yang paling rendah pada buah yang segar. Konsentrasi sinefrin lebih tinggi pada buah yang berukuran kecil dibandingkan yang berukuran besar. Pada buah segar kadar sinefrin yang terukur adalah  sekitar 0,02%, buah yang dikeringkan mengandung 0,35%, dan ekstrak yang diambil dalam buah yang dikeringkan mengandung 3% sinefrin. Sehingga mengkonsumsi jeruk nipis dalam keadaan yang masih segar lebih aman dibandingkan mengkonsumsi produk olahannya. Hal ini dapat menghindari terjadinya efek samping terhadap tubuh.
Sebaiknya produk olahan penurun berat badan yang mengandung ekstrak jeruk nipis  masih harus dihindari sampai efektifitas dan keamanannya ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan terjadinya efek samping  yang disebabkan oleh kombinasi berbagai  komponen zat aktif yang terkandung didalamnya, yaitu berupa gangguan hemodinamik dan interaksi dengan berbagai jenis obat.
Tip mengonsumsi jeruk nipis :

  1. Pilihlah jeruk nipis yang masih segar. Pada buah yang segar jumlah zat gizi berupa vitamin dan mineral yang terkandung lebih banyak, sedangkan kadar zat aktif yang memiliki efek samping terhadap tubuh masih rendah dibandingkan dengan buah yang sudah kering.
  2. Waspadai produk olahan yang mengklaim mengandung jeruk nipis. Biasanya “nama” jeruk nipis hanya digunakan agar seolah-olah seperti produk herbal padahal di dalamnya terdapat komponen zat lain yang bertujuan  menurunkan berat badan tetapi juga memiliki efek samping yang lebih besar.
  3. Hindari mengonsumsi jeruk nipis bersamaan dengan obat-obatan. Senyawa 69,79-dihydroxybergamottin yang terdapat di dalamnya dapat menggangu metabolime obat sehingga kadar obat di dalam darah akan menetap lebih lama dan menyebabkan over dosis.
  4. Mengonsumsi jeruk nipis sangat baik untuk kesehatan karena terdapat berbagai zat gizi berupa vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya, namun pemanfaatannya untuk menurunkan berat badan masih harus diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan dosis yang efektif dengan batas keamanan yang yang jelas untuk menghindari efek samping. Menjaga pola makan dan olah raga teratur tetap merupakan pedoman untuk menjaga berat badan ideal.

Referensi :

  1. Fugh‐Berman A, Myers A. Citrus aurantium, an ingredient of dietary supplements marketed for weight loss: current status of clinical and basic research. Exp Biol Med. 2004 Sep;229(8):698‐704.
  2. Greenway F, de Jonge‐Levitan L, Martin C, Roberts A, Grundy I, Parker C., 2006, Dietary herbal supplements with phenylephrine for weight loss. J Med Food. 2006 Winter;9(4):572‐8.
  3. Haaz S, Fontaine KR, Cutter G, Limdi N, Perumean‐Chaney S, Allison DB., 2006, Citrus aurantium and synephrine alkaloids in thetreatment of overweight and obesity: an update. Obes Rev. 2006 Feb;7(1):79‐88.

 

Share.

No Comments

Leave A Reply

Exit mobile version