Siapa bilang kanker payudara hanya menyerang kaum Hawa? Kaum Adam pun dapat mengalaminya

Walaupun tidak berkembang, laki-laki juga memiliki jaringan organ payudara yang sama dengan perempuan. Bedanya, payudara laki-laki hanya memproduksi hormon estrogen dalam jumlah sedikit. Hormon estrogen merupakan salah satu pemicu terjadinya kanker payudara. Dengan demikian, walaupun kemungkinannya sangat kecil, pria juga memiliki peluang terserang kanker payudara.
Pemicu kanker payudara
Selain produksi hormon estrogen yang tidak normal, ada beberapa faktor lain penyebab kanker payudara, yaitu:

  • Ginekomastia: terjadi akibat ketidakseimbangan hormon seperti pada saat remaja. Sebenarnya, gumpalan atau keanehan pada payudara pria akan lebih mudah ditemukan karena pria memiliki jaringan tisu yang lebih sedikit dibanding wanita.
  • Sindrom Klinefelter: kelainan genetika pada pria dimana salah satu cirinya adalah bentuk payudara pria yang membesar. Pembesaran payudara yang abnormal pada pria biasanya disebabkan obat-obatan atau aktivitas hormonal.
  • Paparan radiasi
  • Adanya riwayat kanker payudara pada keluarga.

Gejala kanker payudara pada pria sama dengan gejala kanker payudara pada wanita. Pria juga disarankan melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Jika terdapat benjolan lunak, perubahan atau pendarahan pada puting susu, sebaiknya segera berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter.
Menurut National Cancer Institute, dari sekitar satu juta orang pria ditemukan 14 kasus kanker payudara pada pria berkulit hitam dan 8 kasus pada pria berkulit putih. Sedangkan untuk ras Asia, kasus kanker payudara pada pria masih sangat sedikit ditemukan.
Jika penyakit kanker terdeteksi, pengobatannya sangat tergantung pada stadium atau tingkat keparahan kanker tersebut. Beragam tindakan medis seperti terapi hormon, radiasi, kemoterapi, hingga operasi dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran sel kanker ke organ tubuh lainnya.
Sekalipun kemungkinannya sangat kecil, tidak ada salahnya jika kita mulai mewaspadai penyakit ini. Terapkan pola hidup sehat untuk mencegahnya sekarang juga!

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version