[quote type=”center”]Menciptakan sebuah keluarga yang sehat dan bahagia tak terlepas dari perencanaan matang, yang sejatinya menguntungkan para bunda.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]K[/dropcap]ehamilan yang tidak berencana meningkatkan risiko kehamilan dan persalinan bagi ibu. Dengan mencegahnya, berarti kita telah mencegah seperempat penyebab kematian ibu. Mengapa begitu ?
Seorang ibu membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisinya setelah melahirkan. Ketika hamil, ibu memasok berbagai nutrisi untuk janin, terutama energi, kalsium, zat besi, asam folat, dan berbagai vitamin. Belum lagi persalinan membuat ibu banyak mengeluarkan darah. Pemulihan butuh waktu kurang lebih dua hingga tiga tahun. Jadi, kehamilan yang terlalu dekat atau terlalu sering meningkatkan risiko kehamilan dan persalinan untuk sang ibu.

  1. Fakta menunjukkan ibu yang merencanakan kehamilannya melahirkan bayi yang lebih sehat dengan angka keselamatan bayi meningkat 50%.
  2. Begitu juga, ibu di atas usia 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi karena faktor penyakit ibu, risiko kehamilan yang meningkat (kembar, kelainan kromosom janin), dan risiko persalinan.
  3. Selain itu,  KB mencegah kemungkinan menggugurkan kandungan karena ibu tak siap hamil

 
Bunda dan pilihan kontrasepsi
Metode KB juga meningkatkan angka kunjungan ibu ke petugas kesehatan, sehingga ibu memiliki kesempatan luas untuk berkonsultasi langsung dan mendapat pendidikan reproduksi. Saat ini begitu banyak kontrasepsi pilihan yang dapat dipakai. Misalnya, pil kontrasepsi hormonal mengandung jenis progesteron yang memiliki efek menghaluskan wajah. Atau, kontrasepsi jangka panjang yang dapat dipakai bertahun tahun tanpa takut hamil seperti implant yang mengandung hormon atau pun alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Bagi ibu yang tidak ingin hamil lagi, dapat dipilih kontrasepsi mantap yaitu dengan sterilisasi.
 

image : simplehomemade.net

Ayah pun dapat ikut serta
Bila bunda merasa nyaman tanpa kontrasepsi atau telah mencoba berbagai kontrasepsi tetapi tidak cocok, ayah pun dapat ambil bagian dalam ber-KB. Beberapa pilihan seperti kondom atau pengikatan saluran sperma yang disebut vasektomi bisa menjadi pilihan. Diskusikan masalah kontrasepsi ini berdua dengan pasangan, karena kesehatan rerpoduksi adalah tanggung jawab bersama.
 
Dengan ber-KB = membantu lingkungan
Dengan makin banyaknya keluarga yang mengikuti program keluarga berencana, bisa dipastikan pertumbuhan populasi akan melambat. Jumlah pertumbuhan yang ditekan akan mengurangi kebutuhan eksploitasi sumber daya, menjaga kebersihan lingkungan dan air, meningkatkan kesehatan, mengurangi kepadatan penduduk, dan juga menghindari konflik.
 
Pilihan ber-KB untuk bunda sehat
Menggunakan alat kontrasepsi hanyalah salah satu cara dalam perencanaan suatu keluarga untuk mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak.

  1. Pilih jenis kontrasepsi sesuai tujuan. Bila bunda belum ingin punya anak, pilih kontrasepsi dengan tingkat reversibilitas tinggi, misalnya pil KB. Jika bunda ingin menjarangkan kehamilan, pilih kontrasepsi dengan efek jangka panjang dengan angka kembalinya kesuburan yang cukup tinggi, misalnya KB suntik hormonal, AKDR, atau implant.
  2. Setiap ibu memiliki kecocokan dengan alat kontrasepsi tertentu. Misalnya ibu yang tidak yakin bisa disiplin ke petugas kesehatan untuk suntik KB setiap bulan bisa memilih suntik KB untuk tiga bulan atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Begitu juga, kadang ibu mengalami efek samping yang amat mengganggu, meski tidak semua begitu. Misalnya, beberapa ibu mengeluh migren bila menggunakan pil KB, atau tidak haid sama sekali saat menggunakan sunti KB tiga bulan. Konsultasikan lebih lanjut pada petugas kesehatan.
  3. Pilihlah kontrasepsi yang juga memiliki efek keuntungan sampingan
  4. Ajaklah pasangan untuk mendiskusikan alat kontrasepsi yang nyaman bagi kedua belah pihak.

Referensi :

  1. World Health Organization. Family planning. Reproductive health and research. September 2008, available at www.searo.who.int.
  2. Decherney AH, Nathan L, Goodwin TM, Laufer N. Current diagnosis & treatment. Obstetrics & Gynecology. 10th ed. McGrawhill. 2003
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version