[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]B[/dropcap]etapa bahagianya ketika bayi anda lahir dengan selamat. Namun saat mau pulang, dokter belum memperkenankannya karena ia mengalami kuning. Pasti anda cemas sekali. Mengapa ia kuning? Apakah berbahaya? Apa yang terjadi bila tidak diobati? Dan Bagaimana mengobatinya?
Kuning pada bayi baru lahir disebut ikterus atau jaundice yaitu timbunan bilirubin di bawah kulit. Hal ini disebabkan melekatnya bilirubin atau pigmen empedu, yang berwarna kuning pada kulit dan mata.
 
Kalau kadar bilirubin jumlahnya hanya belasan mg/dl biasanya tidak apa-apa. Tetapi yang mengerikan adalah bila kadar bilirubin sangat tinggi yang disebut sebagai hiperbilirubinemia. Pada keadaan hiperbilirubinemia, kadar bilirubin dapat melebihi 20 mg/dl, sehingga dapat masuk ke dalam otak dan menyebabkan kerusakan otak yang permanen.
Mengapa Kadar Bilirubin Meningkat ?
Tinggi rendahnya kadar bilirubin tergantung banyaknya sel darah merah yang pecah dan kemampuan hati memproses dan mengeluarkan bilirubin. Kuning yang tidak berbahaya terjadi pada kadar bilirubin sekitar 5 – 6 mg/dl di hari ketiga dan keempat. Kemudian menurun dan menghilang dalam satu minggu. Kadar bilirubin sampai 17 mg/dl pada hari keempat dan kelima umumnya juga masih dapat ditoleransi secara baik oleh bayi.

  • Ada pula peningkatan kadar bilirubin yang tidak normal. Yang paling sering adalah bila sel darah merah bayi terlalu banyak yang pecah.Penyebab tersering adalah darah ibu kurang cocok dengan darah bayi. Bila ibu mempunyai rhesus negatif sedangkan bayi mempunyai rhesus positif, atau ibu mempunyai golongan darah O sedangkan bayi mempunyai golongan darah A, B atau AB, maka darah bayi akan banyak yang pecah.Penyebab lain yang sering ditemukan pada orang Asia adalah kurangnya enzim Glucosa-6-Phosphate Dehydrogenase (G-6-PD) yaitu enzim yang bertugas memperkuat dinding sel darah merah.Selain itu, bayi kadang mengalami benturan di kepala pada saat lahir, sehingga terjadi benjolan di kepala yang berisi darah. Darah ini kemudian mencair dan melepaskan bilirubin.Untung masih ada beberapa faktor yang melindungi bayi dari bilirubin yang tinggi. Sebagian bilirubin akan saling berikatan dengan protein albumin. Bentuk yang terikat dengan albumin tidak berbahaya dan tidak dapat masuk ke dalam otak. Selain itu, hati juga bekerja keras untuk mengeluarkan bilirubin yang berlebihan.

Nah, bila ada gangguan terhadap kedua proses tersebut bilirubin akan menjadi berbahaya juga, misalnya:

  • Bayi mendapat beberapa macam obat yang mengandung antibiotik misalnya sulfa, eritromisin, atau klorampenikol. Obat-obat tersebut berikatan dengan albumin, sehingga jumlah albumin yang tersisa kurang mampu mengikat bilirubin.
  • Bayi prematur sering mengalami gangguan fungsi hati.
  • Bayi yang mengalami infeksi, yang juga dapat mengganggu fungsi hati.

Apakah pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan bilirubin ?
Setelah bayi pulang, pada hari ke enam sampai 2 minggu, bayi yang mendapat ASI kadang-kadang juga mempunyai risiko peninggian bilirubin. ASI mengandung enzim ß-glucuronidase, dan beberapa jenis asam lemak yang dapat mengganggu pemrosesan bilirubin. Dalam keadaan ini, ASI boleh dihentikan sementara tetapi tetap diperas agar tidak berhenti. Bila penyebabnya benar karena ASI, dalam 48 jam bilirubin akan turun dengan cepat sebanyak 3 mg/dl dalam 1 hari. Lalu ASI dapat diberikan kembali.
Apa yang harus dilakukan bila bayi kuning?
Yang paling penting adalah mencegah bilirubin agar tidak meningkat terus sampai mencapai kadar yang berbahaya.
Biasanya dokter akan menggunakan suatu diagram untuk memperkirakan apakah kadar bilirubin akan meningkat terus sampai kadar yang berbahaya atau tidak. Diagram tersebut dibuat berdasarkan pemeriksaan kadar bilirubin pada jam tertentu, untuk bayi dengan kehamilan lebih dari 35 minggu dan berat badan lebih dari 2.500 gram.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version