Ada beberapa anak yang bajunya seringkali basah oleh keringat di malam hari. Apakah kondisi ini membahayakan? Berikut penjelasannya.

Definisi keringat malam (night sweats) adalah berkeringat dalam jumlah banyak sehingga baju dan seprei pun perlu diganti. Definisi ini berbeda dengan hiperhidrosis (benign excessive sweating), peningkatan keringat dalam batas normal. Hiperhidrosis atau berkeringat secara berlebihan dapat disebabkan oleh suhu ruang yang tinggi, selimut terlalu tebal atau masalah psikologis.
Keringat malam dan anak usia sekolah
Pada sebuah studi yang melibatkan lebih dari 6 ribu anak usia sekolah mengenai keringat malam,12% orang tua melaporkan bahwa anak mereka mengalami keringat malam tiap minggu, minimal sekali dalam seminggu, selama 12 bulan terakhir. Kejadian pada anak laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Juga ditemukan bahwa anak-anak yang lebih muda jarang mengalami keringat di malam hari.
Keringat malam didapatkan berhubungan dengan kondisi medis tertentu pada anak, yaitu dengan:

  1. gejala OSA (Obstructive Sleep Apnea) pada pagi dan malam hari.
  2. gangguan kekhawatiran, parainsomnia dan mimpi buruk.
  3. rinitis alergi
  4. tonsilitis
  5. gangguan pernapasan. Keringat malam dikaitkan dengan besarnya usaha yang dibutuhkan anak saat menarik napas.

Periksakan anak ke dokter
Gejala keringat malam harus disertai dengan gejala penyerta lainnya agar signifikan secara klinis. Dokter perlu melakukan pemeriksaan tanya jawab yang terarah (anamnesis) dengan orangtua pasien, serta pemeriksaan fisik untuk mencari penyebabnya.
Dalam anamnesis anak dengan keluhan utama keringat malam, yang biasanya ditanyakan adalah:

  1. Ada atau tidak adanya gejala demam.
  2. Gejala penyerta yang dapat menunjukkan penyebab penyakit (etiologi), seperti: penurunan berat badan, lemas, gatal-gatal (pruritus), nyeri, rasa kaku (rigor).
  3. Faktor risiko tuberkulosis.
  4. Riwayat penggunaan obat-obatan (misalnya steroid).


Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan tubuh anak, dengan cara:

  1. Memeriksa suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan berat badan
  2. Pemeriksaan tiroid
  3. Pemeriksaan kulit (pola berkeringat, flushing, stigmata endokarditis, tanda-tanda hipertiroidisme)
  4. Pemeriksaan jantung (murmur) dan paru (penemuan tuberkulosis)
  5. Pemeriksaan kelenjar getah bening lengkap dan limpa

Setelah diagnosis dapat ditegakkan, maka dokter anak Anda akan memberikan resep obat atau terapi apa yang cocok untuk kondisi si kecil. Oleh karena itu, sebaiknya jangan anggap remeh kondisi anak yang sering berkeringat di malam hari.
Referensi:

  • Smetana GW. Approach to the patient with night sweats. 2012 Jan 19. [cited 12 Aug 5}. Available from: http://www.uptodate.com/contents/approach-to-the-patient-with-night-sweats?source=search_result&search=night+sweats+in+children&selectedTitle=5~150#H32
  • So HK, Li AM, Au CT, Zhang J, Lau J, Fok TF, et al. Night sweats in children: Prevalence and associated factors. Arch Dis Child. 2012 Mar;97(5):470-3.
  • Stapleton FB. Night Sweats Associated with Other Sleep Disturbances in Children. [cited 2012 Aug 1]. Available from: http://pediatrics.jwatch.org/cgi/content/full/2011/420/3
Share.

Comments are closed.

Exit mobile version