Persiapan sudah matang, liburan keluarga sudah direncanakan dengan baik. Di perjalanan si kecil mabuk kendaraan, wah!
Penyebab mabuk perjalanan
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]M[/dropcap]abuk perjalanan terjadi ketika otak menerima sinyal yang membingungkan dari bagian-bagian tubuh yang sedang bergerak. Sinyal itu bisa datang dari bagian dalam telinga (yang bertanggung jawab untuk keseimbangan), mata, dan ujung-ujung saraf pada keempat sendi gerak yang bertugas memberi tahu otak mengenai posisi tubuh. Pada keadaan biasa, sinyal yang datang dari berbagai sumber dapat dicerna oleh otak sehingga seseorang mengetahui posisi tubuhnya sekarang, apakah tengah miring ke kiri atau ke kanan, dan apa yang harus dilakukan agar posisi tubuhnya seimbang.
Namun ada keadaan khusus di mana otak menjadi bingung. Hal inilah yang terjadi pada si kecil ketika ia duduk di bangku belakang mobil. Karena ia masih terlalu pendek untuk melihat ke luar, maka matanya tidak mendapat sinyal bahwa tubuhnya sedang bergerak. Hanya bagian dalam telinganya yang mendeteksi bahwa tubuhnya bergerak, namun mata dan sendinya tidak. Demikian juga bila si kecil membaca di dalam mobil. Matanya terpaku pada satu titik yang berjarak dekat, sehingga tak mendapat sinyal bahwa tubuh sedang bergerak.
Gejala mabuk perjalanan
Mabuk perjalanan biasanya diawali dengan perasaan tidak enak pada perut, keringat dingin, merasa lelah, dan rasa tidak ingin makan padahal sudah waktu makan. Terkadang si kecil belum bisa mengutarakan apa yang dirasakan, sehingga ia akan terlihat pucat, rewel, sering menguap, dan menangis. Lalu ia akan kehilangan nafsu makan bahkan untuk makanan kesukaannya, dan bila berlanjut, ia akan muntah-muntah.
Mengatasi mabuk perjalanan
Jika si kecil mengalami mabuk dalam perjalanan, cara terbaik mengatasinya adalah menghentikan aktivitas yang membuatnya mabuk. Jika Anda mengendarai mobil pribadi, tentu hal ini mudah dilakukan. Berhentilah secepatnya di tempat yang aman, dan biarkan ia berjalan-jalan di luar menghirup udara segar. Jika perjalanan Anda cukup panjang, maka sebaiknya Anda berhenti cukup sering. Tidak perlu terlalu lama berhenti kok. Anda hanya perlu memastikan agar si kecil cukup menghirup udara bebas dan ia tak lagi pucat atau berkeringat dingin.
Jika si kecil memliki riwayat mabuk perjalanan yang berat sebelumnya, Anda perlu membekali diri dengan obat-obatan, seperti dimenhidrat atau difenhidramin. Namun sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikannya, walaupun obat-obatan ini dijual bebas. Biasanya obat tersebut membuat si kecil mengantuk. Penggunaan dengan dosis yang tidak tepat justru dapat menyebabkan efek samping yang fatal.
Yang perlu diperhatikan oleh orangtua adalah tidak semua obat antimabuk dan antimual dewasa dapat diberikan pada anak. Sebaiknya, konsultasikan penggunaan obat-obatan untuk si kecil pada dokter.
Referensi:

  1. American Academy of Pediatrics. Motion Sickness. Diunduh dari: www.aap.org/publiced/BK0_MotionSickness.htm
  2. Centers for Disease Control and Prevention. The Pre-Travel Consultation Self-Treatable Diseases. Diunduh dari: http://www. cdc.gov

 

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version