[pullquote]Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang dapat merebak akibat banjir karena disebarkan oleh kotoran dan urin binatang, diantaranya tikus.[/pullquote]
Kuman leptospira penyebab leptospirosis masuk ke dalam tubuh melalui mukosa atau dinding dalam dari rongga mulut mata atau hidung. Bahkan kuman dapat masuk melalui luka pada tangan dan kaki. Tikus biasanya menempati tumpukan barang yang teronggok pasca banjir. Selain pada tikus, bakteri leptospira juga ditemukan pada kambing, sapi, kuda dan babi.
Gejala leptospirosis
Gejala awalnya adalah demam hingga di atas 38 derajat Celcius, batuk, muntah, sakit kepala, leher kaku dan mata memerah. Masa inkubasi penyakit ini termasuk panjang yaitu 2-26 hari dengan rata-rata masa inkubasi 10 hari. Sekilas, penyakit ini mirip dengan hepatitis A, namun lebih berbahaya.
Jika dibiarkan tanpa diobati, bakteri leptospira akan menginfeksi beberapa organ tubuh, seperti:

  • Hati. Mata, kulit dan urin nampak kekuningan.
  • Paru-paru juga mengalami gangguan hingga penderita sulit bernapas.
  • Ginjal. Penderita sulit berkemih.
  • Pankreas
  • Otak. Jika infeksi sudah sampai ke otak, pasien bisa tak sadarkan diri.
  • Serangan pada pembekuan darah sehingga penderita muntah darah atau fese berwarna kehitaman.

Pemeriksaan dan pengobatan
Pemeriksaan darah merupakan cara paling efektif untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi oleh bakteri leptospira atau penyakit lain. Penderita akan dipindai dengan microscopic agglutination test, dokter akan memeriksa kadar immunoglobulin M yang bereaksi terhadap leptopsira.
Jangan anggap enteng penyakit ini karena jika tak segera ditangani dapat berakibat fatal. Begitu dinyatakan positif terinfeksi, penderita akan diberikan antibiotik seperti amoksisilin dan eritromisin.
Catatan Saat Banjir

  • Bersihkan segera tumpukan barang pasca banjir karena dapat menjadi tempat persembunyian tikus.
  • Gunakan sepatu khusus dan sarung tangan karet saat membersihkan sisa-sisa banjir untuk menghindari terluka.
  • Mengubur kaleng bekas dan pecah belah agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk.
  • Penyediaan air bersih dan toilet yang memadai untuk mencegah wabah diare.
  • Bersihkan luka segera dengan cairan antiseptik dan tutup agar tidak terpapar kuman.
  • Selalu mencuci tangan dengan bersih sehabis membersihkan barang-barang pasca banjir.

Referensi:

  • Syam AF, Bahar A, Semiarji G, Pohan HT.Pancreatitis in leptospirosis; case report, 10th National Congress of The Indonesian Society of Internal Medicine, Padang, Indonesia 1996.
Share.

Comments are closed.

Exit mobile version