[pullquote]Benang merah dari proses belajar pada anak adalah rasa ingin tahu. Konon, pendidikan akan selalu lestari jika rasa ingin tahu anak tak pernah padam atau tak sengaja dimatikan oleh lingkungannya.[/pullquote]
Bagaimana caranya agar rasa ingin tahu anak terjaga ?
Hole In The Wall
Pernahkah Anda mendengar tentang penelitian Hole In The Wall? Dalam penelitian yang dilakukan tahun 1999 ini, Profesor Sugata Mitra dan timnya meletakkan sebuah komputer dalam lubang yang dibuat di dinding sebuah area tertinggal di Kalkaji, Delhi. Tim hanya meninggalkan komputer tersebut tanpa mengajari cara menyalakan dan menggunakannya.
Ketika tim kembali beberapa minggu kemudian, mereka menemukan anak-anak yang biasa berbahasa India di area tersebut tidak hanya bisa menggunakan komputer berbahasa Inggris, namun juga menggunakan internet tanpa pengajaran dan pendampingan sama sekali dari orang dewasa yang paham. Penelitian ini sudah diulang di beberapa daerah tertinggal di beberapa negara dan hasil yang diperoleh kurang lebih sama. Inilah kekuatan rasa ingin tahu yang berdampak besar pada proses pembelajaran anak.
Manfaat rasa ingin tahu
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan menyalurkannya dengan bertanya dan bereksperimen. Rasa ingin tahu mendorong anak belajar ilmu baru dan mengembangkan berbagai sikap yang dibutuhkan di saat dewasa. Keberanian mencoba, kemampuan analisis, serta kehausan akan ilmu dan pengalaman baru merupakan beberapa  modal yang bisa ikut berkembang.
Jangan dipadamkan
Sayangnya, terkadang kebutuhan ini kurang dipahami orang dewasa. Berbagai pertanyaan anak membuat orang dewasa kebingungan. Tak jarang orang dewasa menolak menjawab, bahkan meminta anak berhenti bertanya. Tanpa disadari sikap ini membunuh rasa ingin tahu anak dan mengurangi kesempatan anak berkembang. Hal yang paling menurunkan rasa ingin tahu anak adalah rasa takut. Tanpa disadari pula, orang dewasa memunculkan perasaan takut melalui aturan ketat dan kadang tak punya dasar kuat. Contoh aturan seperti tidak boleh kotor dalam bermain, mewarnai harus dengan warna tertentu (misal gambar rambut hanya boleh diwarnai dengan warna hitam, daun warna hijau).
Anak juga menekan rasa ingin tahu ketika kebutuhan mencoba tidak disalurkan. Dengan tujuan meringankan beban anak, orang dewasa langsung membantu ketika anak sedang berusaha mengerjakan suatu aktivitas atau mencari suatu masalah. Padahal anak butuh bereksperimen agar bisa belajar mencari solusi terhadap tantangan yang diterimanya.
Rasa-ingin-tahu
Parents, please do this
Mendorong anak agar tetap memiliki rasa ingin tahu dan mengembangkan keinginan memperoleh pengalaman baru yang bermakna (baca: belajar) bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana. Berikut beberapa tip untuk orangtua:

  1. Hargai dan jawab pertanyaan anak. Hindari memperlihatkan wajah kaget ketika anak bertanya sesuatu diluar perkiraan Anda. Jangan pula memperlihatkan wajah kesal walau sedang lelah. Bila Anda merasa sulit menjawab, lebih baik menunda dengan menjelaskan bahwa Anda tengah mempersiapkan jawabannya.
  2. Ajak anak bereksplorasi. Bersama-sama mencari jawaban suatu pertanyaan, misalnya dengan membuka buku, browsing internet, ataupun mengunjungi tempat seperti museum dan kegiatan komunitas.
  3. Beri keleluasaan pada anak untuk bereksperimen melalui kegiatan bermain, dengan catatan tidak membahayakan anak. Bila Anda memiliki aturan tertentu, jelaskan dasarnya.
  4. Ajak anak mulai memikirkan solusi dan belajar mengambil keputusan, misalnya baju apa yang ingin ia gunakan dan alasannya.
  5. Apresiasi hasil kegiatan anak. Tampilkan wajah mengapresiasi dan beri pujian bila ia berhasil memahami hasil pembelajarannya.

Menjadi contoh bagi anak. Jadilah orang dewasa yang berani mencoba berbagai hal dan memperoleh pengetahuan baru. Ciptakan kebiasaan saling bercerita hasil pembelajaran setiap ada kesempatan. Ini dapat membantu anak untuk terus berusaha mencari pengalaman baru dan memaknai pengalaman itu.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version