[pullquote]Seorang guru kelas 2 SD mengeluh. Salah satu siswanya belum lancar membaca. Saat membaca tampak ragu, menunjuk dengan jari telunjuk pada buku, membaca terbata-bata, menambahkan atau mengurangi kata yang tidak terdapat pada teks, dan arah membaca pun ada yang keliru.[/pullquote]
[dropcap]A[/dropcap]nak dikatakan mengalami kesulitan membaca bila memiliki taraf kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata, memiliki pendengaran dan penglihatan baik, memiliki kesempatan pendidikan, namun memiliki ketidakmampuan dalam membaca, mengeja, dan pemahaman bahasa secara tertulis. Seorang anak dapat terlihat mengalami kesulitan membaca saat berada di usia sekolah.
Bagaimana ciri-cirinya?

  • Kesulitan dalam membedakan huruf yang memiliki bentuk sama, seperti “b” dengan “d”, “p dengan “q”, “m” dengan “w”, “u” dengan “n.”
  • Penghilangan huruf atau kata, sebagai contoh pada kalimat “Rumah nenek di Bandung”, dibaca menjadi “Rumah di Bandung.”
  • Penyisipan atau penambahan kata, sebagai contoh pada kalimat “Saya sedang membaca buku”, dibaca menjadi “Saya sedang membaca buku baru.”
  • Penggantian kata namun memiliki makna yang tetap, sebagai contoh pada kalimat “Ibu sedang memasak” dibaca menjadi “Mama sedang memasak.”
  • Penggantian kata namun memiliki makna yang berbeda, sebagai contoh pada kalimat “Buah melon itu sebesar kelapa”, dibaca menjadi “Buah melon itu sebesar kepala.”
  • Pengucapan kata yang salah, sebagai contoh pada kalimat “Rumput-rumput tidak dirawat” dibaca menjadi “Rumpuh-rumpuh tidak dirawat.”
  • Tidak memperhatikan tanda baca.
  • Ragu-ragu dalam membaca, sebagai contoh pada kalimat “Robi makan es krim”, dibaca menjadi “Robi…makan….es….krim.”
  • Membaca tersendat-sendat, sebagai contoh pada kalimat “Ayah saya ke Palembang”, dibaca menjadi “A…yah…sa…ya…ke…Pa…lem…bang.”
  • Membetulkan kesalahan sendiri, sebagai contoh pada kalimat “Saya suka duku”, dibaca menjadi “Saya suka buku”, kemudian dikoreksi menjadi “Saya suka duku.”

Selain memiliki ciri-ciri yang telah diuraikan di atas, anak yang mengalami kesulitan membaca terbagi menjadi tiga subtipe, yaitu auditory-linguistic deficits, visual spatial deficits dan mixed deficits. Ciri-ciri anak yang mengalami kesulitan membaca dengan tipe auditory-linguistic deficits adalah sebagai berikut:

  • bingung dalam membedakan suara,
  • menghilangkan konsonan dalam kata,
  • menghilangkan bagian kata,
  • kesalahan mengeja,
  • menggunakan sinonim,
  • menghilangkan akhiran kata,
  • mencampurkan huruf dengan buruk ketika membuat kata,
  • kalimat yang dibuat tidak saling berhubungan, huruf yang terbalik (kategori ini juga terdapat dalam tipe visual-spatial deficits),
  • keterampilan visual-perceptual memadai,
  • dan verbal IQ lebih buruk dibandingkan performance IQ.

Sedangkan, ciri-ciri anak yang mengalami kesulitan membaca dengan tipe visual spatial deficits, adalah seperti berikut ini:

  • mengeja secara fonetik,
  • mencampurkan huruf kapital dan kecil,
  • ada huruf yang hilang pada bagian tengah kata,
  • bingung dalam mengurutkan huruf,
  • menebak kata,
  • menambahkan kata,
  • lambat dalam membaca dan membaca kata per kata,
  • huruf atau kata terbalik,
  • keterampilan auditori-visual memadai,
  • verbal IQ lebih baik dibandingkan performance


Terakhir adalah tipe mixed deficits. Anak yang mengalami kesulitan membaca dengan tipe ini memiliki ciri-ciri seperti:

  • mengeja secara fonetik,
  • buruk dalam orientasi huruf atau kata,
  • membuat keanehan dalam mengeja,
  • kesulitan dalam mengucapkan kata atau huruf,
  • memiliki kemampuan yang buruk dalam membaca.

Nah, para orang tua, jika buah hati anda mengalami atau memiliki ciri-ciri yang telah disebutkan pada uraian di atas, maka sebaiknya orang tua menemui profesional untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Referensi :

  1. Abdurrahman, M. (2012). Anak berkesulitan belajar: Teori, diagnosis, dan remediasinya. Jakarta: Rineka Cipta.
  2. American Psychiatric Association.(2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorder (5thed.). Arlington, VA.
  3. Mash, E.J. & Wolfe, D. A. (2010). Abnormal child psychology (4th ed.). Belmont, CA: Wadsworth.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version