[quote type=”center”]Menurut literatur, pasangan perlu mulai memeriksakan diri bila telah mencoba memiliki anak selama setahun tapi belum juga berhasil.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]S[/dropcap]etelah satu tahun bukan berarti Anda tak bisa memiliki keturunan selamanya. Langkah pertama adalah dengan memeriksakan diri untuk menelusuri penyebabnya. Salah satunya dengan mengenali berbagai ketidakseimbangan hormon kesuburan.
Mengenal hormon penunjang kesuburan
Ada beberapa hormon utama yang mengatur proses kesuburan ini.
Estrogen  dan progesteron  diproduksi indung telur untuk mengatur kematangan sel telur dengan cara memengaruhi pelepasan FSH (folicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone) dari kelenjar pituitary di otak. Hormon FSH menstimulasi perkembangan folikel (bakal sel telur) yang kelak akan menjadi sel telur matang. Sedangkan LH merangsang pelepasan sel telur matang tersebut dari indung telur pada masa subur.
Pada suatu siklus haid, yang menggambarkan perjalanan proses pematangan sel telur, semua hormon itu memuncak pada waktu-waktu tertentu saja sesuai dengan fungsinya. Misalnya, estrogen memuncak pada pertengahan siklus haid—tepat sebelum sel telur keluar (masa subur).
Sementara progesteron memuncak setelahnya yaitu pada setengah siklus terakhir sesuai fungsinya menyediakan “tempat subur” saat sel telur dan sperma telah bertemu, yaitu dengan menebalkan rahim, menyediakan nutrisi di sana demi tumbuhnya si bakal janin.
LH akan muncul sangat tinggi tepat sebelum lepasnya sel telur, sesuai tugasnya yaitu mendorong pengeluaran sel telur matang ke saluran tuba, tempat ia akan bertemu dengan sperma.
FSH naik saat estrogen turun yaitu setelah suatu sel telur sukses dikeluarkan. Gunanya, mempersiapkan sel telur berikutnya. Ketidakseimbangan semua hormon ini bisa menyebabkan sel telur gagal tumbuh atau gagal keluar
Hormon lain yang ikut berperan

  1. Prolaktin. Hormon pengatur air susu ibu ini diproduksi oleh kelenjar otak dan dapat memengaruhi kesuburan. Terlalu banyak prolaktin (misalnya pada ibu yang menyusui aktif) menekan produksi hormon kesuburan, salah satunya FSH, hingga sel telur tidak bisa matang. Ini salah satu alasan mengapa menyusui aktif dapat menjadi salah satu cara kontrasepsi.
  2. Tiroid. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang ternyata ikut memengaruhi produksi FSH dan LH. Bila seseorang kekurangan hormon ini, produksi FSH dan LH juga akan menurun.


Obat untuk kesuburan
Pada kasus kesulitan hamil karena disebabkan oleh hormon tertentu, maka dokter akan memberi terapi agar hormon-hormon seimbang. Obat-obatan untuk kesuburan bekerja dengan cara mengatur hormon-hormon kesuburan agar bekerja pada waktu yang tepat dan pada jumlah yang cukup.
Biasanya, obat ini berupa hormon buatan (pada kondisi hormon tubuh kurang), atau penghambat hormon (pada kondisi hormon tubuh berlebihan).
Obat kesuburan yang sering digunakan salah satunya clomifen sitrat (Clomid, Serophene) yang merangsang produksi FSH dan LH jika ibu kekurangan hormon tersebut. Hasilnya, sel telur akan matang dan akan dikeluarkan dari indung telur.
Tentunya obat-obat kesuburan ini diberikan bila faktor lain yang menghambat bertemunya sel telur dan sperma sudah diperiksa, misalnya adanya sumbatan pada jalan rahim, adanya infeksi, kista, atau tumor yang menyebabkan sel telur tidak bisa “berjalan” mulus meskipun sudah dikeluarkan dari indung telur.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version