[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]P[/dropcap]ada tahun 2002 terdapat lebih dari 1 juta kasus kanker kolorektal baru yang menempatkan kanker ini pada urutan ke-3 jenis kanker yang paling sering terjadi di dunia. Di seluruh dunia, 9,5% pria penderita kanker terkena kanker kolorektal, pada wanita 9,3%. Diperkirakan lebih dari 50% penderita kanker kolorektal meninggal karena penyakit ini.
Kanker kolorektal atau kanker kolon/usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas (adenoma), yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat). Pada stadium awal, polip dapat diangkat dengan mudah. Tetapi seringkali pada stadium awal adenoma tidak menampakkan gejala apapun sehingga tidak terdeteksi.
Faktor risiko
Sama seperti kanker pada umumnya, penyebab pasti kanker kolorektal belum diketahui, namun diduga berkaitan dengan :

  1. diet yang salah (makanan tinggi lemak, protein dan rendah serat)
  2. obesitas (kegemukan)
  3. pernah terkena kanker kolorektal sebelumnya
  4. sejarah keluarga dengan kanker kolorektal
  5. pernah memiliki polip di usus
  6. umur (risiko meningkat pada usia di atas 50 tahun)
  7. jarang melakukan aktivitas fisik

Apa gejalanya ?

  • perdarahan usus besar, ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air besar
  • perubahan pada fungsi usus (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas lebih dari 6 minggu
  • penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • rasa sakit di perut atau bagian belakang
  • perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar

Kadang kanker dapat menjadi penghalang dalam usus besar yang tampak pada beberapa gejala seperti kesakitan, sembelit, rasa sakit, dan kembung di perut.
Penatalaksanaan
Operasi adalah pilihan utama bagi terapi kanker kolorektal yang dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi dengan radioterapi dan kemoterapi. Pilihan terapi tergantung pada stadium, posisi, ukuran dan penyebaran kanker. Sedangkan kemoterapi diberikan setelah operasi untuk mengurangi peluang kembalinya kanker.
Referensi:

  1. J. Ferlay, F. Bray, P. Pisani and D.M. Parkin. Globocan 2002: Cancer insidence, mortality and prevalence Worldwide IARC CancerBase No. 5 version 2.0, IARC Press, Lyon, 2004.
  2. Boyle P, Langman JS. ABC of Colorectal Cancer. Epidemiology. BMJ 2000; 321:805-808

 

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version