[quote type=”center”]Kakak Cemburu dengan Adik Baru[/quote]

[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]K[/dropcap]edatangan anggota keluarga baru alias adik kecil dalam sebuah keluarga tentu membuat orangtua dan anggota keluarga lain senang. Tapi bagaimana bila ternyata sang kakak malah merasa cemburu ?
Saat datangnya adik baru dalam sebuah keluarga, tak jarang sang kakak digayuti rasa cemburu. Kecemburuan biasa terjadi karena sebelumnya kakak merupakan anak satu-satunya dan selalu menjadi pusat perhatian dari keluarga atau orang sekitarnya. Atau kakak merupakan cucu kesayangan dari kakek-neneknya.
Kalau mau dilihat lebih jauh, sebetulnya masalah ini bukan terletak pada anak, tapi masalah pada perlakuan orangtua dan orang-orang sekitar anak tersebut. Setiap anak sangat peka  untuk merasa disayang dan tidak disayang, dan penghayatan mereka tentang perasaan sayang itu subyektif.
Ada orangtua yang sudah merasa memperhatikan anaknya, tapi bagi si anak ketika perhatian menjadi lebih banyak pada sang adik, kecemburuan bisa muncul. Sebenarnya ini adalah hal yang manusiawi, karena bawaan manusia yang selalu membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang sekitarnya. Jadi, kenapa akhirnya ada anak yang merasa cemburu, adalah karena si anak merasa tidak diperlakukan sama dengan adiknya.
Bagaimana mengatasinya?

adik dan kakak

Pertama, lihat umur adik. Kalau adik masih satu tahun ke bawah, pastikan perhatian orangtua ditujukkan pada sang kakak. Kenapa? Karena dalam hal ini adik masih belum mengerti akan suatu perhatian, dan yang terpenting si adik sudah tertangani kebutuhan biologis dasarnya  terlebih dahulu. Jadi, usahakan orangtua  memperhatikan kakaknya terlebih dahulu.
Kedua, menciptakan alianasi bersama kakak. Bukan kakak dan orangtua versus adik dan orangtua. Tapi, orangtua dan kakak sama-sama sayang adik. Bagaimana caranya? Dengan cara melibatkan sang kakak dalam pengasuhan adik, bahwa kakak dianggap penting sebagai orang yang punya tanggungjawab dan punya kontrol atas situasi dirumah, termasuk terhadap adiknya. Bila dilakukan dengan baik, biasanya cara ini efektif untuk mengurangi kecemburuan pada adik.
Ketiga, pastikan bahwa orangtua selalu punya waktu eksklusif untuk anak-anaknya. Bukan hanya dengan cara bermain saja, tapi ada interaksi antara orangtua dan anak, ada kontak mata, ada sentuhan dan ada humor di sana. Dijamin sibling rivalry tidak akan berkembang, bila hal ini dilakukan secara berkelanjutan dan baik.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version