Artikel ini adalah lanjutan dari artikel Menyisir Penyebab Keguguran #1
Mereka-reka penyebab terjadinya keguguran
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran adalah:

  1. Adanya kelainan pada janin yang disebabkan kelainan kromosom, yang terjadi saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang terbentuk cacat dan dikeluarkan tubuh.
  2. Adanya kelainan pada ibu, seperti kelainan pada sistem hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.
  3. Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.
  4. Penyebab lain adalah infeksi, seperti terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dll.
  5. Keguguran juga dapat diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengonsumsi minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan.

Tanda-tanda keguguran
Sebelum keguguran, biasanya ada beberapa tanda yang menunjukkan adanya sesuatu yang tidak benar pada proses kehamilan. Tanda-tanda terjadinya keguguran yaitu:

  • Perdarahan
    Perdarahan adalah tanda yang paling umum. Perdarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak atau bahkan perdarahan hebat. Kadang-kadang terdapat bagian jaringan yang robek yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek.
  • Kram/kejang perut
    Rasanya mirip seperti kram perut saat awal datang bulan. Biasanya kram ini berlangsung hilang timbul dalam periode waktu yang lama. Kram atau kejang juga dapat terjadi di daerah panggul
  • Nyeri bagian bawah perut
    Rasa nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam waktu cukup lama. Selain di sekitar perut, rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin. Nyeri ini terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.

 
Penyebab keguguran

image : simplehomemade.net

Selain penyebab kelainan kromosom, ada banyak faktor yang diduga menjadi penyebab keguguran, antara lain :

  1. Penyakit Autoimun, yaitu penyakit systemic lupus erythematosus (SLE) dan adanya antiphospolipid antibody(APLAs)
  2. Kelainan anatomi, biasanya diakibatkan oleh kelainan rahim atau leher rahim.
  3. Adanya infeksi, ada beberapa kuman yang dapat menyebabkan keguguran misalnya chlamidia trachomatis dan nesseiria gonorrhoe.
  4. Pengaruh lingkungan dan gaya hidup.

Perhatikan gaya hidup
Keguguran juga dapat diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengonsumsi minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan.
Belum ada penelitian yang akurat tentang keadaan stress dapat menyebabkan keguguran. Tidak usah khawatir dan tidak usah mengurangi waktu kerja, karena belum ada data jika tetap mengerjakan pekerjaan harian tanpa menguranginya dapat menimbulkan keguguran terhadap wanita.
Jenis keguguran
1. Abortus komplet, di mana semua hasil konsepsi keluar semua. Tanda-tandanya, antara lain:

  • embrio sudah berbentuk janin dan lepas semua dari dinding rahim.
  • biasanya terjadi di awal kehamilan ketika plasenta belum terbentuk.
  • janin sendiri akan keluar dari rahim–baik secara spontan maupun dengan alat bantu.

Pada abortus komplet biasanya tidak dilakukan tindakan apa apa. Jika pasien datang dengan pendarahan dan masih terlihat sisa jaringan, maka akan dilakukan pembersihan sisa jaringan melalui cara kuret.
2. Abortus tidak lengkap, tanda-tandanya antara lain:

  • sebagian jaringan embrio sudah terlepas dari dinding rahim dan sebagian jaringan ada di mulut rahim.
  • jika terjadi perdarahan terus menerus embrio/janin harus segera dikeluarkan.

3. Abortus insipiens, sebagian jaringan sudah turun dan berada di mulut rahim, tapi seluruh embrio masih berada di dalam rahim. Pada kasus ini sangat kecil kemungkinan untuk mempertahankan kehamilan.
4. Abortus imminens, tandanya hasil pembuahan (embrio) lepas sebagian atau terjadi pendarahan di belakang tempat embrio menempel. Karena embrio masih berada di belakang rahim dan dapat bertahan hidup, sehingga masih bisa diselamatkan
Mau tau kelanjutan artikel ini ? baca disini : Menyisir Penyebab Keguguran #3

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version