[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]M[/dropcap]engapa ASI sangat penting bagi bayi? ASI memiliki keunggulan dan keistimewaan sebagai nutrisi dibandingkan sumber nutrisi lainnya. Komponen makro dan mikro yang terkandung di dalam ASI sangat penting dibutuhkan pada tiap tahapan pertumbuhan bayi. Komponen makro terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak sedangkan komponen mikro adalah vitamin dan mineral. Komposisi dan volume ASI berbeda-beda untuk setiap ibu bergantung pada kebutuhan bayi.
 
ASI juga mengandung zat antibodi yang disebut sebagai IgA yang berperan sebagai sistem pertahanan dinding saluran pencernaan terhadap infeksi. Telah dibuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI ekslusif mempunyai kadar antibodi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang mendapatkan susu formula. Oleh karena itu, daya tahan tubuh  terhadap infeksi bakteri patogen pada bayi dengan ASI lebih besar dibandingkan dengan bayi dengan susu formula.
 
Salah satu cara untuk meningkatkan pemberian ASI ekslusif adalah dengan inisiasi menyusui dini. Dalam pencapaian hal ini, diperlukan peran dari ibu dibantu dukungan dengan tenaga medis di tempat ibu melahirkan. Peran psikologis ibu sangat menentukan keberhasilan menyusui.
 
Menyusui merupakan proses yang terjadi secara alami. Banyak mitos-mitos yang berkembang yang berasal dari berbagai pemikiran orang. Ketahui faktanya, agar proses menyusui tak tercemari oleh mitos yang keliru.
1. Mitos: Wanita yang hamil tidak boleh menyusui
Fakta: Sewaktu ibu menyusui, hormon oksitosin akan dilepaskan. Hormon ini dapat menyebabkan kontraksi rahim. Fakta ini yang sangat menimbulkan kekhawatiran bahwa menyusui dapat berperan dalam proses kelahiran prematur akibat kontraksi dini dari otot rahim. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena sensitifitas rahim terhadap oksitosin baru meningkat pada kehamilan cukup bulan dan setelah melahirkan.
2. Mitos: Ibu dengan puting yang kecil akan sulit menyusui
Fakta: Saat bayi menyusu pada ibunya, bagian payudara yang seharusnya masuk ke mulut bayi tidak hanya bagian putingnya saja melainkan seluruh areola payudara. Jika bayi hanya memasukkan puting saja ke dalam mulutnya, ASI yang keluar akan lebih sedikit. Perlekatan yang kurang baik antara mulut bayi dan payudara akan menyebabkan puting lecet. Bayi akan menarik, menggigit dan menggesek kulit payudara. Hal ini akan melukai puting dan menimbulkan rasa nyeri.
3. Mitos: Bayi diare tidak boleh minum ASI
Fakta: ASI dengan berbagai kelebihannya dapat meningkatkan sistem pertahanan tubuh pada saluran pencernaan. Lingkungan asam yang diciptakan di dalam usus besar setelah mendapatkan ASI merupakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik namun tidak ideal untuk bakteri jahat. Mikroorganisme baik ini juga akan menghasilkan zat yang dapat menghambat aktivitas bakteri jahat.
4. Mitos: ASI harus diberikan secara teratur sesuai jadwal
Fakta: Pemberian ASI sebaiknya tidak dijadwalkan. Menyusui yang paling baik dilakukan sesuai permintaan (on demand) pada siang dan malam hari. Dalam sehari pemberian ASI minimal 8 kali. Semakin sering bayi menyusui, akan semakin banyak ASI yang dihasilkan.
5. Mitos: ASI ekslusif tidak dapat dilakukan pada ibu dengan jumlah ASI sedikit
Fakta: Salah satu penyebab jumlah ASI sedikit adalah kurangnya keyakinan dari ibu bahwa dia dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam upaya membantu ibu dengan ASI yang kurang adalah mencari penyebab. Faktor yang paling sering adalah faktor menyusui yaitu kesalahan jadwal, tidak mengosongkan salah satu payudara, tidak melakukan inisiasi menyusui dini, dan kesalahan pada posisi dan perlekatan antara mulut bayi dan payudara. Faktor lain adalah faktor psikologis ibu. Perasaan stress dan kekhawatiran yang berlebihan akan jumlah ASI yang tidak cukup akan menyebabkan ASI semakin berkurang.
6. Mitos: Ibu yang sudah berhenti menyusui tidak akan dapat memberikan ASInya kembali
Fakta: Setelah tidak menyusui sekian lama, produksi ASI akan berkurang. Selain itu bayi akan malas menyusu apalagi jika sudah diberikan susu melalui botol. Untuk mengembalikan agar ibu dapat menyusui bayinya kembali, dapat digunakan alat yang disebut “suplementer”. Suplementer adalah alat yang digunakan pada bayi  yang menyusu pada payudara yang kurang memproduksi ASI. Alat ini terdiri dari slang plastik dan cangkir atau breast feeding supplementer. Dengan alat ini bayi tidak akan marah karena mendapatkan susu dari selang dan payudara ibu akan terangsang untuk memproduksi ASI.
Referensi :

  1. Vieira TO, Vieira GO,  Giuglian EJ, Mendes CM, Martins CC, et al. Determinants of breastfeeding initiation within the first hour of life in a Brazilian population: cross-sectional study. BMC Public Health 2010; 10:760
  2. Flower H. Myths vs Facts:  Breastfeeding During Pregnancy and Tandem Nursing. www.nursingtwo.com. 2003
  3. Hegar B, Suradi R, Hendarto A, Partiwi I. Bedah ASI: Kajian dari berbagai sudut pandang ilmiah. Ja
Share.

No Comments

Leave A Reply

Exit mobile version