[quote type=”center”]Mual muntah mungkin petunjuk anak sedang sakit. Tersering, mual muntah disebabkan radang saluran cerna (gastroenteritis) yang diikuti dengan diare dan dapat sembuh sendiri. Namun pada kasus tertentu, penyebab lain perlu pula diwaspadai.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]B[/dropcap]iasanya muntah didahului oleh rasa mual. Muntah merupakan proses refleks yang terkordinasi yang diawali dengan meningkatnya jumlah air liur dan rasa ingin muntah. Sedangkan mual adalah sensasi ingin muntah.
Menelusuri penyebab
Menghadapi anak yang muntah-muntah, usahakan jangan panik. Pikirkan apa penyebabnya. Ingat, bahwa mual muntah merupakan pertanda ada yang tidak beres. Penyebab anak mual muntah sangat bervariasi, mulai dari yang paling ringan misalnya stres, keracunan makanan, atau obat, infeksi saluran cerna, hingga yang berbahaya dan memerlukan perawatan.
Mual muntah yang berbahaya bisa disebabkan gejala dari saluran cerna atau bukan. Misalnya dari telinga ataupun ginjal. (Lihat boks: muntah yang perlu diwaspadai).
Muntah yang perlu diwaspadai :

  1. Unsur terpuntir (malrotasi).
  2. Terdapat kista di saluran empedu, biasanya dari lahir (kista koledokus).
  3. Saluran usus yang saling menjepit.
  4. Kelainan susunan saraf (bisa karena tumor, epilepsi, gangguan keseimbangan).

Bila mual muntah tidak kunjung berhenti, warnanya hijau atau hitam, anak memperlihatkan gejala dehidrasi, bawa segera ke rumah sakit terdekat. Pemeriksaan yang menyeluruh dari mulai fisik, laboratorium, ataupun pencitraan mungkin diperlukan untuk mencari penyebabnya. Muntah berwarna kehijauan biasanya merupakan petunjuk adanya sumbatan saluran cerna bagian bawah duodenum, atau muntah berwarna hitam menunjukkan adanya perdarahan dari saluran cerna atas atau lambung.

Sindrom muntah berulang (Cyclic vomiting syndrome/CVS)
Bila anak mual muntah yang berakhir setelah beberapa jam hingga hari, bersifat ringan, dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan berarti, mungkin ini adalah suatu sindrom muntah berulang.

  1. Muntah biasanya terjadi pada jam-jam yang sama.
  2. Berakhir setelah periode yang sama.
  3. Gejalanya serupa pada tiap kambuhnya dengan berat yang sama.

CVS bisa terjadi pada berbagai usia, biasanya pada usia 3-7 tahun. Episode cenderung berkurang pada usia dewasa, namun ada berbagai kejadian atau situasi yang bisa mencetuskan, tetapi tak selalu mudah diketahui penyebabnya.
Gejala prodromal menunjukkan saat ketika mual muntah akan terjadi, biasanya terjadi beberapa menit hingga jam. Keluhan yang sering adalah sakit perut. Fase episode terdiri dari gejala muntah berat dan mual, serta tersedak, diakhiri dengan fase penyembuhan ketika mual muntah berhenti. Anak menjadi sehat kembali. Di antara fase tersebut terhadap fase bebas gejala ketika tidak ada gejala mual muntah yang dirasakan.
Pencetus CNV
Semua kejadian dapat mencetuskan CNV pada anak, beberapa seperti infeksi, alergi, gejala flu, makanan, kebanyakan makan, dehidrasi, udara panas, kelelahan, menstruasi, stres emosi, tidak cukup tidur.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version