“One good thing about music, is when it hits you, you feel no pain.” – Bob Marley, Trenchtown Rock

Musik adalah anugerah bagi manusia dan dapat berfungsi sebagai ‘obat penenang’ di kala hati resah atau pikiran mengalami jalan buntu. Musik ternyata memiliki berbagai manfaat yang dapat dinikmati oleh semua orang di berbagai kalangan, usia, maupun gender. Bahkan sering dijadikan terapi pendukung untuk berbagai kondisi kesehatan maupun psikis.

Memengaruhi kerja otak
Hal yang paling sering menjadi bahan kajian tentang musik adalah betapa alunan nada dapat memengaruhi jiwa seseorang, hingga begitu dalam. Para ahli brain science menemukan bahwa beberapa area otak, diantaranya yang berfungsi mengatur emosi dan memori di otak, mengalami ‘lonjakan’ saat kita mendengarkan musik.
“Tubuh kita memberikan berbagai reaksi terhadap paparan musik. Peneliti di Kanada bahkan menemukan otak kita mengenali musik sebagai stimuli yang menyenangkan dan pantas diulang, serupa dengan makanan atau melakukah hubungan seksual,” ujar DR. Victoria Williamson, dosen Fakultas Psikologi, Goldsmith’s College, London, Inggris.
Saat ini, musik telah memasuki ranah terapi kesehatan dan mengalami perkembangan keilmuan yang cukup cepat. Para praktisi terapi musik menemukan bahwa musik dapat memberi manfaat bagi pasien kanker, anak dengan Attention Deficit Disorder (ADD), dan dapat membantu mengatasi rasa sakit (pain management). Bahkan di RS Piedmont di Atlanta, para dokter menggunakan musik dari dentingan piano di Neonatal Unit, untuk menenangkan bayi prematur.

Keuntungan secara fisik
Banyak riset yang telah membuktikan efek musik terhadap kesehatan manusia. Secara fisik, musik yang kita dengar dapat memberikan keuntungan sebagai berikut:

  1. Tempo musik dapat menjadi penyelaras gelombang otak. Jika butuh konsentrasi tinggi, pasanglah musik dengan tempo cepat, sebaliknya, jika ingin menenangkan diri, musik bertempo lambat akan sangat membantu. Kebiasaan mendengarkan musik dengan tempo yang berbeda juga dapat ‘mengajarkan’ otak terbiasa mengubah gelombang sesuai kebutuhan.
  2. Mengatur detak jantung dan pernapasan agar lebih baik. Musik yang mengalun tenang dapat menurunkan detak jantung dan membuat pernapasan lebih stabil hingga bisa mencapai kondisi meditatif. Pada saat ini terjadi, kita menjadi lebih tenang dan lebih mampu berkonsentrasi.
  3. Menurunkan tekanan darah. Dengan detak jantung dan pernapasan yang stabil, tentunya tekanan darah pun lebih terkontrol. sehingga menghindari ancaman stroke, meningkatkan imunitas, ketegangan otot, dan lain sebagainya.
  4. Menurunkan rasa sakit dan mempercepat kesembuhan. Saat mendengarkan musik, tubuh mengeluarkan hormon dopamin, hormon anti stres yang juga dapat memperkuat daya tahan pasien terhadap rasa sakit. Masa penyembuhan saat mendengarkan musik juga biasanya menjadi lebih singkat karena imunitas tubuh merespons dengan baik.
  5. Memperbaiki kualitas tidur. Para ahli menemukan bahwa mendengarkan musik yang menenangkan seperti musik klasik ringan dapat mengurangi serangan insomnia. Karena itu, musik dapat menjadi ‘teman setia’ yang sebagai terapi tidur yang jauh lebih baik dibandingkan obat-obatan.
  6. Mengatur diet. Saat kita makan, musik yang bertempo lambat akan membuat kita makan lebih lambat pula. Pencernaan memiliki waktu yang cukup banyak untuk memberikan ‘sinyal’ sudah kenyang pada otak. Dengan demikian, kita pun makan lebih sedikit dari biasanya.

Keuntungan secara psikis
Keuntungan lain yang didapat dari mendengarkan musik juga dapat dirasakan efeknya pada keadaan psikologis kita. Misalnya saja:

  1. Terapi musik merupakan cara terbaik untuk menurunkan tingkat stres. Mendengarkan musik yang kita sukai dapat mendorong munculnya zat kimia di dalam tubuh yang berfungsi sebagai pengurang stres (dopamin). Itu sebabnya kita merasa lebih tenang saat mendengarkan musik.
  2. Mengurangi tingkat depresi. Namun tentunya kita harus memilih jenis musik yang tepat untuk didengar. Musik bertempo lambat dapat mengarahkan pikiran ke kondisi meditatif (meditative state), sedangkan musik dengan tempo cepat malah dapat memperparah depresi.
  3. Meningkatkan mood. Sebuah studi menunjukkan bahwa musik dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga kita pun dapat lebih siap untuk melakukan tugas selanjutnya.
  4. Meningkatkan kemampuan berpikir (improve cognitive performance) dan konsentrasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa saat mendengarkan musik, kemampuan otak untuk berkonsentrasi. Terutama bagi mereka yang sedang mempersiapkan diri melakukan tes atau saat mengendarai mobil.
  5. Menurunkan kegelisahan para pasien. Musik membuat pasien kanker lebih mampu mengatasi rasa khawatir akan kondisinya saat mendengarkan musik. Begitu juga dengan pasien operasi jantung saat sebelum dan setelah operasi.
  6. Membantu kesembuhan pasien stroke. Penelitian di Finlandia menemukan bahwa ketika pasien stroke mendengarkan musik dua jam sehari, memori verbal, perhatian, serta mood mereka pun mengalami peningkatan.

Oleh karena itu… selain obat-obatan dan terapi lainnya, mendengarkan musik bisa menjadi salah satu cara untuk mempercepat kesembuhan.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version