Lebaran tinggal menghitung hari. Terlintas ingin mendekor ulang desain interior rumah kita. Hm, kenapa tidak mencoba mengusung nuansa tradisional? Rasanya nuansa ini sangat pas untuk ditampilkan pada hari-hari penuh kemenangan. Nuansa tradisional sengaja diangkat karena  umumnya ketika orang berbicara lebaran pikiran mereka akan langsung tertuju pada kampung halaman. Sebuah suasana yang akrab dengan alam dan hal-hal yang berbau tradisi.
Properti yang perlu dipersiapkan
Untuk memperkuat nuansa tradisional pada desain ruangan maka dekorasi bertema festive kita aplikasikan. Pilih pernak-pernik dengan warna-warna bold dan cerah untuk memberikan kesan semarak dan semangat penuh sukacita dalam menyambut Lebaran.
Pada beberapa objek interior seperti lampu, cushion, karpet, dan yang lainnya bisa Anda pilih yang bermotif etnik misalnya motif ala Maroko atau Timur Tengah. Jangan takut untuk memadu padankan berbagai warna dan motif. Perpaduan antara warna cerah dan detil yang kaya dari berbagai objek dekoratif etnik akan menimbulkan nuansa festive yang ceria.
Untuk table setting saat jamuan Lebaran dapat menggunakan warna dan motif yang berani, bunga dengan warna yang meriah serta piring saji dengan bentuk unik.
Nuansa tradisional dapat pula ditampilkan dengan sentuhan yang sedikit modern. Salah satunya adalah dengan menggunakan berbagai objek dekoratif yang memiliki ciri khas daerah setempat. Motif batik misalnya bisa digunakan  sebagai taplak meja atau cushion cover. Pernak-pernik lain seperti canting batik, gelas tanah liat ataupun piring kaleng dapat menjadi focal point yang menarik apabila ditata sebagai dekorasi dinding (wall art).
Saat-Nuansa-Bali-dan-Jawa-Berpadu
Hal yang perlu diperhatikan

  • Meskipun temanya festive, jangan menggunakan terlalu banyak warna kecuali untuk benda dekoratif. Pilihan warna-warna netral pada dinding dan furnitur akan membuat objek dekoratif menjadi timbul dan mencolok.
  • Karena aktivitas menjamu dan makan merupakan aktivitas yang penting pada hari raya, maka dekorasi pada meja makan (table setting) menjadi hal yang penting untuk dipikirkan.
  • Siapkan beberapa titik untuk meletakkan makanan dengan kategori yang berbeda (cemilan dan kue-kue, minuman ringan, makanan berat), sehingga dekorasi dapat lebih meng-highlight keunikan dari masing-masing makanan tersebut. Misalnya, toples-toples cantik dikelompokkan diatas coffee table, minuman punch atau es buah disajikan di side table dan dapat dimodifikasi sesukanya.

Konsultan : Enira Arvanda –  Program Studi Arsitektur Interior Departemen Arsitektur Universitas Indonesia

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version