[quote type=”center”]Overproteksi maternal diartikan sebagai perawatan yang berlebihan terhadap anak.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]D[/dropcap]avid M. Levy mencermati bagaimana sikap ibu berakibat pada perkembangan anak. Dalam hal ini adalah maternal overprotection atau sikap ibu yang terlalu melindungi anaknya secara berlebihan. Overproteksi maternal diartikan sebagai perawatan yang berlebihan terhadap anak. Hubungan ibu-anak dapat diamati dalam 4 kelompok aktivitas, sebagai berikut:

  1. Ibu selalu berada di sisi anaknya; memperlihatkan kontak yang berlebihan
  2. Ibu memperlakukan anaknya seperti bayi: seolah-olah anaknya masih berumur di bawah satu tahun.
  3. Ibu tak menginginkan anaknya tumbuh: menghalangi berkembangnya perilaku mandiri
  4. Kontrol ibu yang kurang atau malah berlebihan. Kontrol ibu yang kurang mengindikasikan kegagalan ibu untuk memodifikasi perilaku anak. Sedangkan kontrol ibu berlebihan mengindikasikan dominasi ibu terhadap anak.

 
Biasanya ibu akan menampakkan kecemasan berlebihan yang bermanifestasi sebagai penolakan terhadap segala risiko yang mungkin terjadi pada anaknya. Ibu akan melakukan perawatan berlebihan saat anak sakit yang ringan sekalipun atau selalu membantu anak dalam belajar secara berlebihan.

Dalam manifestasi klinis overproteksi maternal, sikap ibu dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar, dengan masing-masing akibatnya pada anak, yaitu :

  1. Ibu yang overproteksi lewat pemanjaan.
  2. Ibu yang overproteksi lewat dominasi (penguasaan)

 
Overproteksi lewat pemanjaan
Ibu dengan sikap ini akan menyebabkan anak memperlihatkan agresi infantil, yakni:

  1. bersikap semau-maunya sendiri
  2. mendominasi situasi
  3. tidak patuh
  4. tidak sopan
  5. pemarah/tantrum
  6. penuntut
  7. sulit berteman karena egosentris, sombong, dan suka pamer
  8. tidak disiplin
  9. berbagai sikap manipulatif lainnya

 
Biasanya tak ada masalah beradaptasi terhadap aturan dan disiplin di sekolah. Hal ini menunjukkan kelenturan kepribadian anak dan potensi anak untuk disiplin diri dan kontrol diri.
 
Overproteksi lewat dominasi
Anak akan mengalami hambatan menyalurkan kecenderungan agresivitasnya, dan tampak sebagai:

  1. sikap submisif terhadap ibu
  2. patuh terhadap disiplin ibu
  3. selalu melaksanakan tuntutan ibu
  4. menjauhi segala larangan ibu
  5. tidur dan makan tepat waktu
  6. kesulitan dalam pertemanan karena malu-malu dan menarik diri.

 
Tips: Sikap ibu dalam pengasuhan anak
Pola asuh yang tegas, mantap (firm)dan konsisten.
Tegas tidak sama dengan galak, keras ataupun penuh ancaman dan kekerasan fisik/ verbal. Tegas berarti mantap dengan keputusan yang dibuat, tidak plin-plan dan tidak goyah dengan usaha kontrol manipulatif dari anak. Hal ini berlaku untuk semua anggota keluarga. Konsistensi dari sikap ini juga perlu dijaga, baik kesamaan sikap antar kedua orangtua, anggota keluarga lainnya, dan dalam waktu atau kondisi apapun.

  1. Usaha disiplin dan aturan yang diterapkan tidak diwarnai dengan perasaan bersalah ataupun ragu-ragu.
  2. Mendorong kemandirian anak dengan sikap positif, bukan dengan kritikan.
  3. Menjadi sahabat bagi anak sehingga mereka menjadi terbuka dan mengembangkan rasa percaya, anak mampu mengekspresikan hal yang positif maupun negative dengan rasa aman.

 
Referensi :

  • Harison SI, Mc Dermott JF. Childhood psychopathology: An anthology of basic reading. New York: International Universities Press, Inc, 1972.
Share.

No Comments

Leave A Reply

Exit mobile version