[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]M[/dropcap]ungkin pertanyaan si kecil ini sering terucap oleh mulut mungilnya. Bila pertanyaan itu sering ditanyakan, bisa jadi itu pertanda bahwa Anda sebagai ayah sedang frustasi.
Menjadi ayah tidak cukup mudah apabila Anda sadar apa yang harus dilakukan terhadap anak. Namun bila Anda tidak berpikir sebagai ayah, mendidik anak bisa menimbulkan frustasi dan ketidaksabaran yang berujung pada kemarahan.
 
Para ahli telah sepakat bahwa mendidik dengan kemarahan bukanlah cara yang efektif dan tidak produktif baik untuk anak maupun orangtua (ayah). Anak-anak mampu belajar sesuatu dengan baik dengan cara diberi contoh dan instruksi. Ingat marah bukan intruksi tapi sebuah reaksi dari sebuah keadaan. Pendidikan disiplin yang disampaikan dengan marah-marah akan membuat anak bingung. Jika marah menjadi sebuah model atau metode, diam-diam dalam diri anak akan terbentuk kepribadian yang penuh kebencian dan dendam. Dan ini tidak akan mudah hilang begitu saja dari pribadi anak.
Sebagai ayah yang mungkin sering marah, cara-cara berikut mudah-mudahan bisa membantu Anda mengontrol kemarahan di depan anak.
Rubah cara pikir Anda.
Ketika Anda menemukan sesuatu keadaan yang benar-benar menyebalkan dan membuat Anda marah, ganti dengan istilah yang lebih baik. Coba berpikir bahwa ini benar-benar kacau tapi kalau saya marah-marah tidak akan tambah baik.
Lihat sesuatu sesuai dengan perspektifnya.
Marah terhadap tindakan atau perilaku anak yang salah adalah bukan jawaban. Memutuskan sesuatu ketika emosi meninggi bukanlah keputusan tepat. Bisa jadi Anda akan menyesal terhadap apa yang Anda lakukan atau katakan pada anak. Sebaiknya sebelum mengambil tindakan, pikirkan dengan kepala jernih sehingga Anda bisa menerapkan disiplin penuh dengan perasaan sayang.
Tenang dan rileks.
Anda tak akan mudah marah bila tenang dan rileks. Sekali Anda mampu mengontrol emosi (kemarahan), Anda akan mampu membuat kesepakatan dengan anak dengan pikiran jernih dan keputusan yang bijak. Dengan memejamkan mata, atau menarik napas dalam-dalam, beberapa orang mampu menjadikan dirinya tenang dan rileks. Sedangkan yang lain sering mengucapkan kalimat, “Ok, gak papa kok,” dalam benaknya. Apapun yang Anda pilih, ini akan membantu dalam pikiran Anda untuk mengontrol emosi Anda.
Olahraga
Lari, bersepeda, fitnes atau sekadar jalan-jalan pagi ke luar rumah dapat membantu Anda mengontrol emosi. Olahraga adalah salah satu cara yang baik untuk mengurangi tekanan dan emosi. Ketika Anda olahraga, tubuh Anda akan mengeluarkan hormon endorfin yang mempunyai fungsi menjaga tubuh untuk selalu dalam mood yang baik (good mood)
Cari ahli yang dapat membantu
Jika Anda merasa sebagai ayah yang pemarah, saatnya Anda mencari psikolog atau penasehat spiritual. Psikolog atau penasehat spiritual tersebut dapat mencari sumber kemarahan Anda selama ini. Dan memberikan solusi, sehingga kemarahan Anda tetap pada tempatnya.
Agar Tak Jadi Pemarah
Sekarang marah merupakan salah satu karakteristik sebuah keluarga modern. Orangtua mudah marah terhadap anaknya atau pembantunya. Kehilangan kendali hanya gara-gara hal sepele adalah hal biasa. Dampaknya, anak-anak di rumah merasa terancam, sakit hati, atau bahkan takut.
Untuk mengatasinya, tips berikut mudah-mudahan dapat membantu Anda;
Jawab beberapa pertanyaan berkaitan dengan kemarahan Anda berikut dan tentukan jalan keluarnya.

  1. Kapan terakhir kali Anda marah besar? Apa yang menyebabkannya? Buat catatan siapa dan tindakan apa yang membuat Anda marah besar!
  2. Apakah ada penyebab lain yang membuat Anda marah besar? Apakah Anda sedang sangat lelah, frustasi, atau sakit?
  3. Bagaimana Anda mengendalikan ledakan emosi? (Putuskan sebelumnya, bagaimana Anda mengendalikan emosi bila kejadian yang membuat Anda marah kembali terjadi).
  4. Apakah kemarahan Anda sesuai dengan kondisi dan lingkungan? Apakah Anda tidak berlebihan?
  5. Apakah kemampuan Anda berpikir jernih akan hilang bila Anda marah? Apakah Anda dapat obyektif?
  6. Bila memang Anda ayah pemarah, metode atau cara apa yang dapat Anda gunakan untuk menyalurkan emosi menjadi sesuatu yang bermanfaat (konstruktif)I?
  7. Ketika Anda mulai merasa akan marah, segera berhentilah bicara! Anda akan tahu betapa bermanfaatnya bila Anda mendengar penjelasan si kecil. Salah seorang ayah menulis: “Beberapa kali saya memarahi anak, tanpa memberinya kesempatan padanya untuk menjelaskan. Saya sadar, sebagai orangtua, sebaiknya saya berusaha mendidiknya untuk membangun hubungan yang saling menghargai. Bila pendidikan ini gagal, sama saja menyemai benih pendendam dan pemberontak.”

Pikirkan bagaimana Anda akan bersikap positif bila keadaan yang membuat Anda marah muncul. Pikirkan beberapa jalan keluarnya.
Bila marah membara dalam hati atau bahkan sampai keluar perkataan yang menyakitkan perasaan anak, gunakan ini sebagai kesempatan untuk memberikan pendidikan untuk anak. Segeralah minta maaf pada anak dengan tulus. Akui bahwa Anda marah, dan minta maaflah padanya.
Referensi :

  1. McKay, Patrick et. al. When Anger Hurts Your Kids: A Parent’s Guide. Fine Communications
  2. Ellis, Albert. How to Make Yourself Happy and Remarkably Less Disturbable. Impact Publishers. 1999
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version