Pemberian ASI dan MPASI untuk Si Kecil

[quote type=”center”]Masa anak-anak merupakan masa keemasan di mana pertumbuhan dan perkembangannya berjalan optimal.[/quote]
 
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]T[/dropcap]entu saja hal ini perlu didukung dengan kebutuhan nutrisinya yang harus tercukupi. Bukan sekedar kuantitas makanan, namun juga kualitas nutrisi yang terkandung di dalam setiap makanan yang harus diperhatikan oleh orangtua.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) mulai usia 6 bulan disertai ASI yang dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun.
issuu-maret-2013_Page_1
Beberapa prinsip pemberian ASI dan MPASI:
1. ASI eksklusif diberikan sejak lahir sampai usia 6 bulan dan dapat diberikan sampai usia 2 tahun.
2. MPASI dapat mulai diberikan mulai dari usia 6 bulan.
3. Pemberian makanan dengan cara responsive feeding, yaitu cara pemberian makan yang mengaplikasikan prinsip-prinsip psikososial. Cara pemberian makanan secara responsive feeding diantaranya :

  • Memberi makan kepada bayi secara langsung dan kemudian mendampingi anak-anak yang lebih besar saat belajar makan secara mandiri, serta lebih sensitif terhadap tanda lapar dan kenyang si kecil.
  • Berilah makan secara perlahan dan dengan sabar. Doronglah anak untuk mau makan dan jangan memaksa.
  • Jika anak menolak beberapa jenis makanan, cobalah untuk mengkombinasikan jenis-jenis makanan, rasa, tekstur, dan cara membujuknya.
  • Jangan lakukan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatiannya saat makan, seperti terlalu sering membersihkan remah-remah makanan yang berantakan. Hal ini akan menyebabkan si kecil akan kehilangan minat untuk melanjutkan makan.
  • Selalu ingat bahwa proses makan adalah salah satu cara untuk melatih ketrampilan anak dan menunjukkan kasih sayang. Bicaralah dengan anak dan tataplah matanya.

4. Proses persiapan dan penyimpanan makan harus dilakukan dengan benar dan aman.

  • Biasakan selalu mencuci tangan sebelum mempersiapkan dan memberi makan pada si kecil. Pastikan juga tangan anak sudah dicuci bersih.
  • Perhatikan kebersihan tempat untuk menyimpan makanan. Segera sajikan makanan setelah dimasak atau dipersiapkan.
  • Gunakan alat makan yang bersih untuk mempersiapkan dan menyajikan makanan
  • Gunakan mangkuk atau cangkir yang bersih saat memberikan makan pada si kecil.
  • Hindari penggunaan botol karena lebih sulit untuk dibersihkan.

5. Menyesuaikan jumlah makanan yang diberikan pada si kecil.
Mulailah memberikan makanan dengan porsi sedikit pada usia 6 bulan dan tingkatkan jumlahnya seiring dengan bertambahnya usia si kecil sambil melanjutkan pemberian ASI.
bayi-rewel
6. Perhatikan konsistensi dan tekstur makanan
Seiring pertambahan usia, tingkatkan konsistensi dan variasi makanan dengan selalu memperhatikan kebutuhan dan kemampuan bayi. Bayi usia 6 bulan dapat makan makanan yang ditumbuk halus seperti puree atau yang dihancurkan (mashed) dan makanan semi padat.
Pada usia 8 bulan, kebanyakan bayi juga sudah dapat makan finger foods, atau makanan yang dapat dipegang sendiri oleh si kecil. Pada usia 12 bulan, kebanyakan anak sudah dapat makan makanan yang dikonsumsi oleh keluarga.
 
7. Menyesuaikan frekuensi pemberian makan
Tingkatkan jumlah pemberian makan seiring dengan semakin bertambahnya usia si kecil. Jumlah pemberian makanan tergantung dari kandungan energi masing-masing makanan. Untuk bayi yang mendapatkan ASI, MPASI diberikan 2-3 kali per hari pada usia 6-8 bulan dan 3-4 kali pada usia 9-24 bulan. Selingan dapat diberikan 1-2 kali per hari. Selingan atau snack harus tetap memiliki kandungan nutrisi yang cukup, seperti buah-buahan atau roti, serta mudah disiapkan dan dapat dimakan sendiri oleh si kecil.
8. Perhatikan kandungan nutrisinya!
Berikanlah makanan dengan variasi yang cukup banyak agar menjamin kebutuhan nutrisi anak terpenuhi. Daging, produk susu, telur, ikan sebaiknya diberikan sesering mungkin. Sayuran dan buah yang kaya vitamin A sebaiknya dimasukkan ke dalam menu makan sehari-hari. Selain itu, hindari memberikan minuman yang rendah kandungan nutrisi seperti teh atau soda.
9. Memberi makan saat si kecil sedang sakit
Jika si kecil sakit, tingkatkan asupan cairan melalui pemberian ASI sesering mungkin dan mengajak si kecil untuk makan makanan yang lembut, bervariasi dan dengan rasa yang enak. Saat si kecil sudah masuk dalam masa penyembuhan, berikan makanan sedikit lebih sering dan lebih banyak dari sebelumnya.
Referensi :

  1. Pan American Health Organization. Guiding Principles For Complementary Feeding of The Breastfed Child. World Health Organization, 2003.
  2. American Academy of Pediatrics. Pediatric Nutrition Handbook. Elk Grove Village, Illinois: American Academy of Pediatrics, 1998.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *