Kehamilan merupakan sebuah anugerah bagi pasangan suami istri. Bayangkan, seorang bayi mungil akan menyemarakkan hari-hari Anda.

Ketika hasil tes kehamilan menunjukkan tanda positif, sebuah babak baru tengah dimulai. Sebagai calon ibu, Anda memiliki tanggung-jawab menjaga kehamilan dengan baik. Tapi bukan berarti Anda harus bersikap berlebihan, karenanya siapkan diri dengan banyak meraup pengetahuan seputar kehamilan – bisa lewat buku atau sharing dengan teman.

 

 

Kapan Siap Hamil?

Idealnya, pasangan suami istri disarankan melakukan cek kesehatan sebelum kehamilan. Artinya, kehamilan memang diinginkan serta direncanakan. Tujuannya, agar bayi yang dilahirkan kelak berasal dari orangtua yang sehat dan siap memiliki anak. Oleh karenanya, ketika hasil tes kehamilan positif sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan.

Pemeriksaan selama hamil pada intinya bertujuan untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan menurunkan angka kematian bayi, serta mendeteksi dini seandainya terdapat gangguan, agar bisa segera diatasi. Antenatal care penting dilakukan mengingat perkembangan penyakit seringkali berjalan cepat. Selain itu, kesehatan ibu hamil dapat dipantau, misalnya kondisi jantung, tekanan darah, dan sebagainya.

Tidak ada keharusan berapa kali pemeriksaan antenatal dilakukan. Biasanya dilakukan sebulan sekali, dan ketika memasuki bulan persalinan, konsultasi dua minggu sekali. Sedangkan Departemen Kesehatan RI memberi patokan minimal, yakni:

  • 1 kali pada trimester 1
  • 1 kali pada trimester 2
  • 2 kali pada trimester 3

Pemeriksaan antenatal tidak harus dilakukan oleh dokter kebidanan, namun dapat dilakukan oleh tenaga profesional yang terdidik dan terlatih, minimal bidan.

 

Tujuh Manfaat Antenatal Care

Memastikan kehamilan

Melalui alat konvensional atau yang modern seperti ultrasonografi (USG), bidan atau dokter akan memastikan kehamilan Anda.

Apakah kehamilan berada di rahim?

Posisi kehamilan perlu diketahui sedini mungkin dengan USG, agar bila terjadi sesuatu dapat dilakukan tindakan sedini mungkin.

Mengetahui usia kehamilan

Penting diketahui untuk memperkirakan kapan perkiraan melahirkan.

Mengetahui perkembangan janin

Perkembangan janin dalam kandungan merupakan salah satu faktor penentu perkembangan mental intelektual selanjutnya.

Meneropong kelainan

Jika dicurigai ada kelainan janin, misalnya dapat dilakukan amniocenesis, yakni mengambil cairan ketuban (amnion) dan menganalisa kromosomnya.

Mengetahui posisi bayi

Dokter atau bidan dapat mengetahui posisi janin, terutama pada trimester 3. Misalnya bayi sungsang atau melintang. Tujuannya agar ibu dan bayi mendapat pertolongan yang tepat ketika saat persalinan tiba.

Penyakit kehamilan

Seiring bertambahnya usia kehamilan, beban organ tubuh ibu akan semakin bertambah. Beberapa gangguan yang mungkin muncul antara lain:

  • Kadar hemoglobin (Hb) rendah
  • Diabetes gestasional
  • Pre-eklampsia/ eklampsia

Referensi:

  1. Williams Obstetrics, 21st edition, Cunningham MacDonald et all, Appleton & Lange, 2001
  2. The Complete Book of Pregnancy and Childbirth, New Edition. Published by Alfred A. Knopf, Inc.New York , 1997

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version