[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]K[/dropcap]ulit merupakan bagian tubuh paling luar dengan fungsi utama sebagai pelindung tubuh terhadap lingkungan luarnya termasuk mencegah masuknya bibit penyakit. Selain itu, kulit juga berfungsi mengatur suhu tubuh agar tetap optimal. Secara umum kulit bayi lebih tipis, rambutnya lebih jarang, aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar minyaknya relatif lebih sedikit, serta lebih rentan terhadap infeksi dan bahan iritan.
Bayi prematur, karena lahir belum cukup waktu, wajar saja jika sejumlah organ tubuhnya, termasuk kulit masih belum sempurna. Kulit terlihat lebih bening dan tipis karena kurangnya lapisan lemak di bawah kulit.
Bagaimana perawatannya?
Menjaga kebersihan tubuh
Mandikan dan bukan hanya sekadar menyeka. Gunakan air hangat dan pastikan air tidak terlalu panas atau terlalu dingin (cek dengan siku atau pergelangan tangan). Pilih sabun yang lembut tanpa busa. Hindari sabun berdeterjen. Gosok perlahan kulit bayi dengan spon lembut. Perhatikan lipatan-lipatan kulit paha, leher, belakang telinga, dan ketiak.
Bersihkan bagian mata dengan kapas basah. Tali pusat biasanya akan puput 6-7 hari. Tali pusar yang bau, basah dan kemerahan menandakan bayi terinfeksi.Pantat bayi dibersihkan dengan air kemudian dikeringkan dengan handuk/waslap yang lembut. Gunakan pula kapas/lap basah untuk menyeka wajah, setelah bayi selesai makan atau minum/diberi ASI. Termasuk bersihkan bagian mulut untuk mencegah infeksi jamur kandida yang dapat bersumber dari ibu, dot atau botol susu yang kurang terjaga kebersihannya.
Menjaga suhu tubuh
Salah satu masalah bayi prematur adalah suhu tubuhnya belum stabil. Pertahankan suhu tubuhnya 36-37Celsius. Orangtua harus mengusahakan supaya lingkungan sekitarnya tidak memicu kenaikan atau penurunan suhu tubuh bayi secara drastis. Bila menggunakan AC, stel pada suhu 28-29Celsius.
Mempertahankan suhu tubuh juga dapat dilakukan dengan metode kangguru. Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak dan kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit ibu. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, kepala diposisi agak sedikit mendongak serta dada bayi menempel nyaman di dada ibu.
Lain-lain
Pakaian bayi sebaiknya terbuat dari bahan katun yang ringan, tipis, mudah dicuci dan memungkinkan bayi dapat bergerak bebas. Popok/baju harus segera diganti setiap kali basah baik karena keringat, air kencing apalagi tinja.
Jangan pakai gurita karena pola nafas bayi lebih dominan perut.
Karena mekanisme pengaturan suhu tubuhnya belum sempurna Usahakan agar suhu kamar bayi lebih hangat dari biasanya. Jika ia tampak rewel, periksa suhu ruangan, apakah sudah cukup hangat. Hindarkan bayi dari asap rokok.
Referensi :

  1. Care for the Premature Baby. Diunduh dari HYPERLINK “http://www.americanpregnancy.org/labornbirth /carepremature.htm. Mei 2007″http://www.americanpregnancy.org/labornbirth /carepremature.htm. Mei 2007.
  2. Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ed. 4. Jakarta, FKUI, 2005.
  3. Gupta R. Premature Babies. Diunduh dari HYPERLINK “http://www.buzzle.com/articles/premature-babies.html. July 3″http://www.buzzle.com/articles/premature-babies.html. July 3, 2008.
  4. Harper J, Oranje A, Prose N. Textbook of Pediatric Dermatology, 2nd ed. Oxford: Blackwell Publishing Ltd; 2006.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version