Perhatikan Masa Emas Pertumbuhan Otak Anak

[quote type=”center”]Apabila lingkar kepala anak dalam usia tertentu kurang dari nilai yang normal, kemungkinan volume otaknya kurang dari cukup.[/quote]
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]J[/dropcap]ika Anda membawa si kecil ke dokter anak, maka akan dilihat berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepalanya. Buat apa mengukur lingkar kepala anak? Lingkar kepala si kecil mencerminkan besarnya volume otak yang ada di dalamnya. Lingkar kepala tersebut berkembang seiring dengan pertambahan usia anak. Apabila lingkar kepala anak dalam usia tertentu kurang dari nilai yang normal, kemungkinan volume otaknya kurang dari cukup. Berbagai penelitian menunjukkan adanya kaitan antara besar-kecilnya otak dengan tingkat kecerdasan anak.
Sejak kandungan ibu berusia 2-3 bulan, sel saraf otak janin sudah berkembang, dan terus berlanjut hingga terbentuk berbagai struktur otak sampai nyaris sempurna menjelang kelahiran. Saat bayi lahir, berat otaknya sudah mencapai 50% dari dewasa dengan ukuran lingkar kepala sekitar 32-36 cm. Setelah lahir, beberapa bagian otak masih akan berkembang yakni hubungan antar sel saraf (sinaps) dan pembungkus serabut saraf yang disebut sebagai mielin.
Sinaps dan mielin merupakan satu kesatuan yang saling mendukung guna menentukan fungsi otak secara optimal. Sehingga ada istilah untuk sinaps dan mielin: “Use it or loose it.’  Mengapa? Karena sinaps berkembang pesat hanya dalam waktu beberapa jam setelah bayi lahir. Perkembangan ini sangat berperan dalam kemampuan penglihatan, bicara, dan kepandaian anak.
kiara-mia-harjoni
Bila digunakan, sinaps akan semakin berkembang baik membentuk jalinan saraf yang sangat luas dan anak makin cerdas. Bila tidak digunakan maka sinaps akan menghilang. Perkembangan sinaps ini sangat tergantung dengan nutrisi dan stimulasi. Sedangkan mielin tergantung nutrisi yang baik dan lengkap.
Berbagai literatur menyebutkan, anak dilahirkan dengan sekitar 10 miliar neuron (sel saraf) di otaknya. Tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode di mana miliaran sel glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel saraf ini dapat membentuk ribuan sambungan antar-neuron yang disebut dendrit yang mirip sarang laba-laba, dan akson yang berbentuk memanjang. Otak anak punya kemampuan besar untuk menyusun ribuan sambungan antar neuron.
Stimulasi dan rangsangan, serta nutrisi merupakan faktor penting dalam mengoptimalkan otak anak, terutama di masa emas pertumbuhan (golden period) yakni 0-3 tahun. Semakin banyak stimulasi yang diberikan, semakin kompleks jaringan saraf yang terbentuk.
Mengingat anak adalah pemimpin masa depan, deteksi dini gangguan saraf anak penting diketahui, agar dapat segera dilakukan intervensi. Semakin dini diketahui, semakin baik. Sebanyak 16% anak mengalami gangguan perkembangan saraf ringan sampai berat, yang bervariasi antara lain gangguan motorik kasar, motorik halus, hingga gangguan bicara. Sekali lagi, di sinilah pentingnya deteksi sedini mungkin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *