Asupan nutrisi mempengaruhi tumbuh kembang anak, karenanya cermati pola makan si kecil di tahun pertama kehidupannya.   Tumbuh kembang anak yang optimal akan tercapai bila anak mendapatkan makanan yang tepat. Pola makan si kecil harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kematangan organ pencernaannya.  

 

ASI yang terbaik

 ASI adalah makanan ideal bayi. Secara umum ASI mengandung semua nutrien (termasuk DHA, AA, taurin, kolin, dsb) yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang. Dan satu hal yang terpenting adalah ASI mudah dicerna.

Kolostrum yang diproduksi oleh ibu pada beberapa hari pertama kehidupan bayi, memberikan perlindungan sekaligus melawan infeksi seperti batuk pilek, infeksi telinga dan keadaan ketidaknyamanan perut.

  1. ASI memberikan perlindungan melawan infeksi
  2. Menurunkan angka kejadian gastroesophageal reflux (GER) yaitu keadaan di mana susu/makanan selalu dikeluarkan lagi dari lambungnya (sering gumoh)
  3. Menurunkan angka kejadian necrotizing enterocolitis (NEC) yaitu keadaan di mana jaringan usus mengalami nekrosis (kematian jaringan pada tubuh yang masih hidup).
  4. Melindungi munculnya manifestasi alergi (rash, dermatitis, rinitis, asma, dsb).
  5. Keuntungan jangka panjang, ASI dapat menurunkan angka kejadian obesitas dan diabetes. ASI selalu siap tersedia dan langsung dapat diberikan kepada bayi tanpa dipanaskan terlebih dahulu karena temperaturnya sesuai dengan kebutuhan bayi.

Berapa kali dalam sehari?

Sebaiknya bayi diberi ASI/susu formula sesuai dengan keinginannya. Bila menggunakan susu formula, petunjuk tentang berapa kali dan berapa banyak susu formula yang harus diberikan kepada bayi sesuai umur sudah tertulis didalam setiap kemasan/kaleng. Tetapi, tidak perlu khawatir kalau petunjuk tersebut tidak mampu dicapai oleh anak. Yang terpenting, anak yang cukup makan akan tumbuh sesuai dengan grafik pertumbuhan yang seharusnya. Sebagai panduan,  gunakan grafik pertumbuhan (Gb1). 

Tidak semua bayi sama

Setiap bayi mempunyai kebutuhan yang berbeda dan bervariasi. Bayi baru lahir mempunyai ukuran lambung yang kecil. Sebagian besar bayi memerlukan ASI/susu formula tiap 3 jam sampai dia berumur 3-4 bulan. Bila bayi tumbuh dan berkembang maka kebutuhannya menjadi setiap 4-5 jam. Beberapa bayi bahkan memerlukan pemberian ASI/susu formula kurang dari 2 jam. Bila bayi tampak tidak nyaman saat harus minum ASI/susu formula, kemungkinan dia sedang terganggu kesehatannya (capai, panas atau penyakit yang lain).

Tanda-tanda bayi tidak tertarik dengan ASI/susu formula

  • bayi membuang muka saat melihat puting ibu/botol,
  • mendorong/melempar botol,
  • menolak mengisap. Bila bayi mengisap lemah atau menolak mengisap, selain sudah tidak lapar, kemungkinan bayi menderita penyakit. Bayi yang lapar akan bergairah saat melihat botol, mulut terbuka lebar saat dekat dengan puting.

Makanan padat

Perubahan dari makanan cair ke makanan padat penting diperhatikan. Sebagian besar ahli sepakat bahwa pemberian makanan padat dimulai pada saat bayi berumur 6 bulan.

Pengenalan makanan padat kepada bayi perlu mempertimbangkan kebutuhan nilai gizi, macam variasi dan tekstur makanannya yang disesuaikan dengan perkembangan keterampilan makannya. Terampil makan akan mempunyai dampak pada keberhasilan pemberian makan pada bayi/anak.

Dua indikator bahwa bayi siap menerima makanan padat adalah kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya tegak tanpa bantuan dan menghilangnya refleks ekstrusi (refleks mengeluarkan makanan). Pada saat ini bayi siap untuk menerima makanan padat.

Amati gejala yang muncul

Pengenalan makanan padat kepada bayi perlu mempertimbangkan kebutuhan nilai gizi, variasi dan tekstur makanan.

Pada saat pertama kali dikenalkan dengan makanan padat yaitu sereal. Berikan sereal yang berasal dari satu jenis makanan tersebut sebaiknya diberikan selama 3 hari berturut-turut agar bayi mengenal rasa sambil dilakukan pengamatan terhadap gejala-gejala intoleransi maupun alergi  yang mungkin timbul.

Cermati kemungkinan adanya rash, muntah, diare ataupun weezhing. Jika bayi tidak menunjukkan reaksi intoleransi (alergi) maka kuantitas, frekuensi dan konsistensi sereal ditingkatkan.

 

Tekstur semakin padat

Selanjutnya, tekstur makanan untuk bayi secara bertahap ditingkatkan sampai umur 1tahun. Bayi berumur 1 tahun, seharusnya bayi telah mampu mengonsumsi makanan yang dimakan oleh anggota keluarga lain. Hanya saja, bila orang dewasa membatasi lemak, si kecil tidak perlu mengurangi asupan lemak karena pertumbuhan dan perkembangan otak bayi masih membutuhkan lemak.

Beberapa makanan yang perlu dihindari untuk bayi adalah sebagai berikut: putih telur, madu, ikan, butter kacang dan makanan yang rentan menyebabkan dia tersedak, seperti anggur, popcorn, kacang, kismis. Ingat, makanan padat pada bayi merupakan makanan pendamping, jadi ASI tetap merupakan sumber makanan utama.

Referensi

  1. Forbes GB. Foods Fads: Safe feeding of children. Pediatrics in Review. 1990;1:207-210.
  2. Feeding guide. Diunduh dari: http://www.lpch.org/DiseaseHealthInfo/HealthLibrary/growth/fdgd.html

 

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version