Ibu Hamil
Berpuasa secara umum tidak memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya, meskipun total kalori atau kenaikan berat badan lebih kecil dibanding yang tidak berpuasa. Jika sekiranya asupan makanan setelah berbuka hingga sahur juga kurang (misalnya pada mereka yang muntah-muntah pada kehamilan muda). Bila berat badan ibu sangat kurus dan sedang dalam program kenaikan berat badan untuk mencapai berat badan seharusnya, mungkin perlu berkonsultasi ke dokter apakah cukup aman berpuasa.
Anak-anak
Pada prinsipnya berpuasa Ramadhan untuk anak-anak adalah untuk pembelajaran dan mengenal lebih dekat tentang berbagai hal seputar kewajiban umat muslim ini. Beberapa ahli menyarankan belajar puasa dimulai pada usia 7-9 tahun yang dapat dilakukan secara bertahap, misalnya sampai jam 12 siang, lalu lanjut puasa kembali.
Ibu Menyusui
Ibu yang menyusui eksklusif perlu menabung ASI terlebih dahulu sebagai cadangan bila ingin ikut berpuasa. Karena untuk memproduksi banyak ASI, ibu perlu banyak minum sehingga ditakutkan ASI ibu di siang hari akan berkurang. Namun demikian, semua itu tergantung dari banyaknya ASI yang diproduksi dan kepuasan si kecil yang ditunjukkan dengan bayi tetap kenyang, tidak rewel, buang air kecilnya cukup, dan berat badannya tetap naik.
Memiliki penyakit kronik
Mereka yang memiliki penyakit kronik seperti diabetes maupun sakit lambung mungkin memerlukan persiapan khusus. Konsultasikan terlebih dahulu sebelum berpuasa untuk dapat menjalankan bulan puasa secara optimal.
Penderita sakit lambung (maag) sebaiknya mengatakan tidak pada…

  1. Makanan/minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat, misalnya sawi, kol, nangka, pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan, dan minuman bersoda.
  2. Makanan yang sifatnya merangsang pengeluaran asam lambung, seperti kopi, minuman beralkohol 5-20%, anggur putih, sari buah sitrus, susu.
  3. Makanan yang sulit dicerna, yang dapat memperlambat pengosongan lambung, karena dapat meningkatkan peregangan di lambung yang akhirnya meningkatkan asam lambung. Makanan golongan ini antara lain makanan berlemak, tart cake, coklat, dan keju.
  4. Makanan yang secara langsung dapat merusak dinding lambung, antara lain makanan yang bersifat asam dan pedas, yakni cuka, cabai, serta bumbu yang merangsang.
  5. Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah, sehingga menyebabkan cairan lambung naik ke kerongkongan, antara lain alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, gorengan.
    Selain itu ada beberapa sumber karbohidrat yang sebaiknya dihindari, seperti beras ketan, mie, bihun, bulgur, jagung, singkong, tales, serta dodol.

Hindari juga kegiatan yang meningkatkan gas di dalam lambung, antara lain mengunyah permen karet dan merokok.
Puasa bagi penderita diabetes:

  • Penderita DM yang kadar gula darahnya terkontrol dengan perencanaan makanan dan olahraga saja, dapat berpuasa tanpa masalah, Dengan catatan, memperhatikan pengaturan makan dan aktivitas fisik.
  • Penderita DM yang selain melaksanakan perencanaan makan dan olahraga juga memerlukan obat hipoglikemik oral untuk mengontrol kadar gula darah. Kelompok ini dapat berpuasa dengan menggeser obat pagi ke saat berpuasa, dan obat sore ke saat makan saur, dengan dosis setengahnya.
  • Penderita DM dengan ketergantungan insulin, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berpuasa.
  • Pembagian porsi makan yang disarankan; 40% dikonsumsi waktu saur, 50% waktu berbuka, dan 10% malam sebelum tidur (sesudah tarawih).
  • Makan saur sebaiknya dilambatkan.

Referensi:

  • Yousuf RM, Fauzi ARM, How SH, A Shah. Metabolic Changes during Ramadan Fasting in Normal people and diabetic patients. Kuliyyah of medicine. Department of internal medicine. International Islamic University Malaysia, Pahang Malaysia.
  • Athar S. Health Concerns for believers: contemporary issues. Tersedia dalam: www.islam-usa.com
  • Qujeq D, Bijani K, Kalavi K, Mohiti J, Aliakbarpour H. Effect of Ramadan fasting on serum low-density and high-density lipoprotein-cholesterol concentrations. Ann Saudi Med 2002;22(5-6):297-299
  • Khan A, Khattak MAK. Islamic fasting: an effective strategy for prevention an control of obesity. Pakistan Journal of Nutrition 1(4):185-187;2002:185-187
  • Ziaee, V, Kihanidoost, Z, Younesian, M. The Effect of Ramadan Fasting on Outcome of Pregnancy. Iran J Pediatr Jun 2010; Vol 20 (No 2), Pp:181-186
  • Setiati, S, Subekti, I, Syam A.F.: Tips berpuasa Ramadhan pada berbagai penyakit kronis. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version