Berenang di siang hari ditengarai dapat menyebabkan panu, yang biasanya muncul di pipi si kecil.
Di pipi si cantik Nina ada bercak putih yang sedikit samar. Awalnya sang ibu tidak benar-benar memperhatikan wajahnya, sampai ada yang menanyakan apakah Nina terkena panu.
Apakah benar panu ?
Dilihat dari keluhannya, kemungkinan besar kelainan kulit wajah yang Nina alami, bukanlah panu tetapi masalah kulit yang dalam bahasa kedokteran disebut Pityriasis alba. Kelainan kulit ini ditandai oleh bercak putih berbatas kurang tegas, kadang sedikit menebal dengan sisik halus di atasnya. Kelainan biasanya timbul pada wajah yakni di sekitar mulut, dagu, dan pipi, meski bisa juga di area tubuh lainnya. Ukuran bercaknya bervariasi, biasanya rata-rata berdiameter 2 – 4cm.
Pityriasis alba seringkali muncul pada kulit yang sangat kering, dipicu oleh berbagai hal dan menjadi lebih nyata bila terpajan sinar matahari. Itu sebabnya, sebagian masyarakat menyebutnya jilat ari (dikira penyebabnya karena “alergi” matahari). Sebagian lainnya memakai istilah balas bogo, buras dan sebagainya. Penyakit ini tidak menular tetapi kerap mengganggu penampilan, yang sering menjadi alasan utama pasien datang berobat.
Apakah sebabnya ?
Penyebab Pityriasis alba belum diketahui secara pasti. Namun kelainan lebih sering terjadi pada keluarga dengan bakat atopi/alergi. Kelainan mudah timbul bila kulit individu yang sensitif berkontak dengan berbagai bahan yang bersifat iritan antara lain kaporit, pewarna atau pewangi bahkan kadang dengan keringatnya sendiri.
Kapan sebaiknya konsultasi ke dokter ?
Pityriasis alba dapat disembuhkan, bahkan kadang dapat sembuh sendiri, meski kerap perlu waktu yang relatif lama. Mungkin istilah yang tepat adalah reda, karena kadang kelainan bisa kambuh misalnya sesudah berenang. Hal ini umumnya akibat kaporit yang tidak segera dibilas bersih. Bila kelainan sangat mengganggu atau sudah mencoba menghindari kemungkinan faktor pencetusnya tetapi kelainan tidak reda, tidak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan kerokan kulit atau pemeriksaan menggunakan lampu Wood untuk membedakannya dari panu.
Referensi :

  1. Brannon H. Pityriasis Alba. White Spots on the Face. Diunduh dari http://dermatology.about.com/cs/eczemadermatitis/a/pityriasis_alba.htm. December 07, 2009
  2. Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed. 4. Jakarta, Balai Penerbit FKUI, 2005.
  3. Harper J, Oranje A, Prose N. Textbook of Pediatric Dermatology, 2nd ed. Oxford: Blackwell Publishing Ltd; 2006.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version