Kecerdasan anak dipengaruhi oleh tiga faktor; genetik, nutrisi, dan stimulasi. Faktor genetik tidak dapat diubah lagi, sedangkan faktor nutrisi dan stimulasi masih dapat dioptimalkan dan dapat dimulai sejak bayi berada di dalam kandungan.

Perkembangan otak berlangsung bertahap, yang sudah berproses sejak bayi masih di dalam kandungan. Awalnya sel saraf terbentuk, lalu berkembang, menjadi berbagai macam sel neuron yang bercabang-cabang, saling berhubungan, dan ber-mielinisasi (pelapisan lemak pada ujung sel saraf). Semua proses tersebut berlangsung sampai bayi lahir dan berusia 3 tahun. Fase inilah yang sering disebut sebagai golden period atau fase emas pertumbuhan anak.
Agar seorang anak tumbuh cerdas, maka yang dapat dilakukan adalah mengintervensi nutrisi dan stimulasi. Stimulasi dapat merangsang percabangan dari sel-sel neuron sehingga tercipta sinapsis antar sel yang lebih kompleks. Semakin banyak sinapsis makin cerdas otak seorang anak.
Tidak semua jenis stimulasi memiliki efektivitas sama, bahkan bayi-bayi yang memperoleh stimulasi yang sama dapat menunjukkan hasil yang berbeda. Berbagai parameter stimulasi perlu dipertimbangkan, termasuk jumlah, tipe, pola, kualitas, dan sebagainya.
Stimulasi yang dapat dilakukan pada bayi 0-3 bulan

  • Stimulasi taktil: berupa pijat
  • Stimulasi vestibular kinestetik: menggoyang dan mengayun
  • Stimulasi pendengaran: menyanyi, memperdengarkan musik, rekaman suara ibu. Bahkan sekadar suara jantung ibu pun merupakan stimulasi bagi si kecil.
  • Stimulasi visual: gerakan, warna, bentuk.

Tahukah ibu, rasa aman dan nyaman pada bayi adalah stimulasi paling penting bagi bayi usia 0-3 bulan. Lalu, stimulasi apa lagi yang baik? Memeluk dan menggendongnya, memberikan ASI, menyelimuti, menyanyikan lagu, memandikan, dan mengganti popoknya.
Merangsang penglihatan:

  • menatap mata bayi dengan jarak sekitar 30cm
  • mengajaknya tersenyum, dan membalas senyumannya
  • menggantung mainan warna-warni yang bergerak, dll.

Merangsang pendengaran:

  • mengajaknya berbicara
  • meniru ocehannya
  • menggerakkan mainan yang berbunyi
  • memperdengarkan musik, dll.

Merangsang gerak kasar dan keseimbangan:

  • melatih bayi mengangkat kepalanya (sesuai usia)
  • mengangkat dada, miring, tengkurap, dll.

Merangsang perkembangan gerak halus:

  • membelai telapak tangannya
  • memberikan mainan yang dapat ia raih dan pegang/genggam, dll.
Share.

Comments are closed.

Exit mobile version