[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]T[/dropcap]iga tahun pertama merupakan masa emas pertumbuhan otak anak. Jika sewaktu lahir otak bayi 25% dari otak orang dewasa (sekitar 350 gram), pada usia 18 bulan otak anak berkembang 2 kali lipatnya. Di usia 6 tahun, otak sudah mencapai 90% ukuran orang dewasa, anak benar-benar berada dalam masa emas untuk mengembangkan kecerdasannya.
Agar sel-sel otak bisa berkembang optimal, lakukan perangsangan setiap hari pada semua sistem indera si kecil (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, merangsang pikiran dan perasaan dengan suasana bermain yang menyenangkan dan penuh kasih sayang.

  1. Umur 0–3 bulan: stimulasi berupa memberinya rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi ke kanan ke kiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan
  2. Umur 3–6 bulan: sama dengan di atas, tapi ditambah dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi di cermin, rangsang si kecil untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.
  3. Umur 6-9 bulan: panggil namanya, ajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.
  4. Umur 9-12 bulan: ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama, papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.
  5. Umur 12-18 bulan: ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle), memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.
  6. Umur 18 – 24 bulan: ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata? hidung? telinga? mulut? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.
  7. Umur 2–3 tahun: ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil/besar di toilet.
  8. Di atas umur 3 tahun: selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain: memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak atau sejenisnya.

Sumber:

  • Disarikan dari makalah Dr. Sudjatmiko, SpA(K), Msi yang berjudul ¨Masa emas perkembangan otak 0-3 tahun agar cerdas multipel, kreatif dan berperilaku baik.¨ Pada seminar ¨Smart Parents Conference¨, 24-26 Juli 2009 di Jakarta.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version