Stimulasi tidak harus selalu dengan alat. Interaksi hangat antara Ibu dan anak bisa menjadi stimulasi yang lebih baik.

Stimulasi dilakukan sebagai upaya merangsang kemampuan anak agar bertumbuh kembang secara maksimal. Stimulasi dapat dilakukan oleh orang yang terdekat dari mulai keluarga hingga orang yang ditunjuk keluarga. Apabila ibu yang menstimulasi akan jauh lebih baik mengingat kedekatan ibu secara emosi dengan anak, memungkinkan ibu untuk mengajak anak bermain.
Pentingnya stimulasi
Sebelum menentukan bagaimana menstimulasi anak, hal yang perlu ibu pahami terlebih dulu adalah perkembangan sistem sensorik. Pada anak, perkembangan sistem sensorik berawal dari sistem saraf pusatnya. Sistem saraf pusat anak yang pertama kali akan mengembangkan area sistem keseimbangannya (vestibular), pengendalian (proprioception), dan perabaannya (tactile). Nah, jika area itu sudah berkembang, selanjutnya akan mengembangkan sistem pengecapan, penghiduan (kemampuan membaui), penglihatan, dan pendengarannya.
Area-area tersebut perlu distimulasi agar seluruh rangsangan atau informasi yang anak terima dari lingkungannya mampu diproses oleh seluruh inderanya dengan baik. Dengan ini, anak akan mampu merespons dalam bentuk penghayatan akan keadaan diri serta lingkungannya, beradaptasi, maupun melalui perilaku yang ia tunjukkan.
Bagaimana jika tidak distimulasi? Sederhananya, sistem sensorik anak yang kurang distimulasi akan menjadikan anak terdisintegrasi. Maksudnya, respons atau reaksi anak akan sesuatu yang terjadi di lingkungannya (suara, sentuhan, objek yang dilihat, dan sebagainya) menjadi tidak tepat. Misalnya, tidak peka terhadap luka di tubuhnya dan baru bereaksi bila melihat darah dari kulitnya. Lalu bagaimana sih cara menstimulasi melalui kegiatan sederhana?
Stimulasi keseimbangan
Ibu bisa mengajak si kecil untuk merangsang area vestibular dalam sistem saraf pusatnya dengan kegiatan seperti:

  • Bermain perosotan
  • Main ayunan
  • Meniti papan titian, bisa dengan meniti pinggir trotoar di dekat rumah ataupun menaiki kursi panjang
  • Bersepeda
  • Melompat-lompat di atas kasur, ataupun jika ada di atas trampolin.

Kegiatan yang memberikan sensasi akan ketinggian maupun kemiringan akan membantu merangsang saraf-saraf keseimbangannya.
Stimulasi pengendalian
Rangsangan yang diberikan berkenaan dengan pengendalian khususnya otot dan penghayatan akan posisi diri. Berikut latihan yang bisa dilakukan:

  • Memijat sambil dikenalkan nama area tubuhnya. Hal ini bisa membuat anak menghayati tekanan pada daerah berbeda.
  • Merangkak di dalam lorong atau seprai yang dibentangkan di antara dua kursi pendek.
  • Bergelantungan di dahan pohon yang kuat atau jika main ke playground ajak anak main di area monkey bar.
  • Menaiki dan menuruni tangga. Bisa juga meniti turunan di jalanan dekat rumah, kemudian ajak ia berusaha untuk menanjak.

Stimulasi perabaan
Stimulasi ini merangsang anak agar mampu mengenali sensasi sentuhan dengan media kulit yang menyelubungi seluruh tubuh.

  • Baluri lotion bayi pada tubuh anak untuk mengenali rasa lembut
  • Mandikan anak dengan air hangat kemudian dingin secara bergantian untuk merasakan perbedaan sensasinya sehingga kulitnya menjadi peka terhadap suhu.
  • Sentuhkan tangannya di atas berbagai macam tekstur (kain, kaca, plastik, daun, dan sebagainya).
  • Ajak ia merasakan makanan dengan tekstur yang berbeda, misalnya tahu, buah pir, pisang, brokoli, dan sebagainya.

Nah, sederhana, bukan? Hal yang paling utama dari seluruh stimulasi yang dilakukan adalah interaksi yang hangat. Biasakan selalu memberikan senyum pada anak dan berikan penjelasan sederhana mengenai manfaat kegiatan seru yang akan dilakukan bersama. Selamat mencoba.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version