Stretch mark sering salah disebut sebagai selulit. Sekitar 90% ibu hamil menderita gangguan kulit ini, beurpa garis-garis pada perut, pinggul, bokong, kadang payudara. Kadang terasa gatal, tapi terjadi bukannya karena digaruk.

Stretch marks timbul karena kombinasi antara peningkatan hormon glukokortikoid pada sirkulasi darah (ini yang utama), dan peregangan kulit perut yang membesar. Hormon glukokortikoid menyebabkan berkurangnya pembentukan jaringan elastin dan kolagen kulit sehingga jaringan penunjang kulit putus.

Stretch marks terbagi dalam dua fase, yakni fase awal (striae rubrae) berupa garis kemerahan atau keunguan (pada yang berkulit gelap) dan fase akhir/ terminal dimana garis telah berubah menjadi putih (striae distensae alba).

Saran penanggulangan

Jangan terlambat. Segera berobat ke dokter spesialis kulit kelamin terdekat begitu timbul garis berwarna kemerahan pada kulit perut. Pengobatan stretch mark hanya akan berhasil (kulit kembali hampir normal) kalau dilakukan pada fase awal, ketika garis masih berwarna kemerahan keunguan. Kalau sudah berwarna putih, maka stretch mark tidak bisa hilang, hanya memudarkan saja.

Stretch mark fase awal pada kehamilan akan diobati oleh dokter spesialis kulit dengan menggunakan krim oles berisi bahan aman sehingga bisa digunakan sejak awal kehamilan dan tidak mempengaruhi kesehatan janin, yakni:

  • Krim AHA 10-20%.
  • Krim vitamin C 12-20% (L ascorbic acid, hanya dalam bentuk kimia ini, vitamin c oles dapat stabil dan berfungsi). Dioles 2 kali sehari selama 6-12 bulan.
  • Krim antikeloid terbaru dari ekstrak bawang merah, sudah beredar dan digunakan di Indonesia, sayangnya harganya masih mahal.
  • Setelah melewati 3-6 bulan kehamilan, dapat digunakan tambahan krim tretinoin 0.05% malam hari hanya pada garis-garis stretch mark dengan pengawasan ketat dari dokter spesialis kulit.

Stretch mark fase akhir yang sudah berwarna putih, setelah melahirkan, bisa disamarkan dengan pengobatan:

  • Krim AHA 10-20% pagi hari, tretinoin 0.05% malam hari. Dengan resep dan pengawasan, dokter kulit hanya bisa menyamarkan stretch mark saja.
  • Mikrodermabasi, yakni penipisan kulit ari dengan menggunakan kristal halus. Minimal 6 kali, dan dikombinasikan dengan krim yang telah disebutkan, hanya menyamarkan stretch mark.
  • Laser (585 nanometer pulsed dye, non ablative, XTRAC) dicoba 3 kali dulu, kalau tidak ada perubahan, tidak usah dilanjutkan karena biayanya tinggi.

     

     

Referensi

  1. Kunin A, Gottlieb B. Pregnancy and your skin, in The Dermadoctor Skinstruction Manua. New York, Simon & Schuster 2005. p209-21.

  2. Zoubolis CC, Orfanos CE. Retinoid, in Drug Therapy in Dermatology edited bayi Milkan LE.  New York Marcel Decker.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version