[quote type=”center”]Anak memiliki bakat tumbuh kembang yang berbeda-beda. Sebagian anak memang tumbuh tak terlalu tinggi, sebagian lagi tumbuh cepat melebihi teman-temannya. [/quote]
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]N[/dropcap]amun sejarah mencatat tinggi rerata anak-anak Asia meningkat dibandingkan nenek moyangnya, menunjukkan jika lingkungan ikut memengaruhi pertumbuhan.
Pertumbuhan anak, dalam arti tinggi badannya, bisa diprediksi dari pertumbuhan orangtuanya, yang digambarkan dengan tinggi badan ayah dan ibu. Idealnya, anak akan tumbuh mencapai tinggi yang sesuai dengan potensi genetiknya.
Cara mengukur tinggi badan :

Anak perempuan : (Tinggi Ayah – 13) + tinggi ibu ±    8,5 cm
                2
Anak laki-laki        : (Tinggi ibu + 13) + tinggi ayah ±   8,5
                2

Mengapa ia tak setinggi teman-temannya?
Pertumbuhan amat dipengaruhi oleh hormon-hormon pertumbuhan seperti growth hormon dan hormon tiroid. Berbagai keadaan terutama stres berkepanjangan bisa “mengganggu” kerja hormon pertumbuhan ini. Anak yang sering sakit atau punya penyakit kronis seperti sakit jantung, paru, pencernaan, dan ginjal mungkin tak bisa mencapai tinggi yang sesuai dengan potensi genetiknya.

Beberapa hal mungkin bisa menjadi penyebab ia tak tumbuh seperti teman-temannya :

  1. Perawakan pendek. Orangtua yang kecil mungkin akan memiliki anak yang kecil, dan ini merupakan perawakan pendek turunan (familial) yang paling sering ditemukan.
  2. Constitutional delay growth and puberty (CDGP). Anak-anak tipe ini memiliki pertumbuhan yang normal namun belum terlihat hingga usia pubertas. Bila teman-temannya sudah puber, kelompok ini tampak masih seperti anak kecil. Tetapi pada akhirnya saat dewasa, mereka akan menyamai teman-temannya.
  3. Pertumbuhan terhambat. Beberapa kondisi menyebabkan anak memang dilahirkan kecil karena ibunda yang sakit selama kehamilan. Anak-anak yang kecil saat lahir juga berpotensi menyebabkan ia kecil di masa depan.
  4. Anak memiliki penyakit. Anak-anak dengan stres fisik yang tinggi akibat penyakit lama menyebabkan tumbuh kembangnya tak seperti teman-temannya.
  5. Perawakan pendek idiopatik. Orang tua tak terlalu pendek, nutrisi cukup, anak sehat, tetapi tinggi badannya tidak seperti teman-temannya.
  6. Kekurangan hormon pertumbuhan. Ciri anak yang kekurangan hormon ini adalah kecepatan pertumbuhannya menurun, yang awalnya anak sama dengan teman-temannya kelamaan akan terlihat ia lebih pendek. Gangguan mulai terjadi saat usia enam bulan dan baru disadari saat anak usia balita. Kekurangan hormon ini dapat diperiksakan ke dokter dan perlu dicurigai bila growth chart anak di kolom tinggi badannya mengalami penurunan.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version