Pola makan ibu selama menyusui pengaruhi kualitas dan kuantitas ASI?

Awal-awal menyusui biasanya banyak ibu muda yang mengeluhkan air susu ibu (ASI) keluar sedikit. Bayi yang tak puas menyusu biasanya akan menangis karena merasa masih kurang dan ingin terus menyusu. Bagi ibu yang belum berpengalaman, situasi ini tentu kurang menyenangkan. Di satu sisi ingin memberi yang terbaik buat buah hatinya, namun tidak mengerti manejemen agar ASI melimpah.
Atur pola makan
Air susu ibu (ASI) deras akan memberi kepuasan tersendiri bagi bayi ketika menyerap sejumlah nutrisi dari sang ibu. Ibu pun berkesempatan untuk menabung ASI yang akan sangat berguna ketika ingin kembali bekerja. Namun pada kenyataannya, tak semua ibu memiliki ASI yang berlimpah. Coba telisik kembali apakah pola makan ibu sudah mendukung?      

  • Perbanyak sayur. Ibu bisa memilih sayuran berwarna, seperti; bayam, sawi hijau,wortel, brokoli. Penelitian membuktikan bahwa daun katuk dapat memperbanyak dan memperlancar ASI. Daun katuk memiliki kandungan  vitamin A, C, B1, zat besi, kalium, protein, fosfor, sterol, dan alkaloid.
  • Kacang hijau. Kacang hijau juga sangat baik untuk ibu menyusui karena kaya akan vitamin B1, protein, fosfor, tiamin, mangan, kalium, magnesium, dan asam folat. Kandungan ini bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan energi ibu.
  • Perbanyak konsumsi buah. Ibu menyusui bisa memilih pepaya atau buah lainnya. Buah seperti halnya pepaya kaya akan vitamin A, C, kalium, dan asam folat. Kandungan serat pada buah pepaya akan memperlancar buang air besar.
  • Penuhi kebutuhan protein. Ibu jangan pernah mengabaikan untuk mengosumsi protein baik hewani (ikan, daging, telur, ayam), maupun nabati (kacang-kacangan).
  • Pastikan istirahat cukup. Paskapersalinan, mungkin kondisi ibu butuh waktu untuk pulih. Saat si kecil tidur, usahakan untuk beristirahat. Sisihkan waktu dengan kegiatan rileks seperti meditasi, yoga ringan, tai chi atau mendengarkan musik khusus penenang pikiran. Kondisi ibu yang tenang dapat membuat proses menyusui menjadi lancar.

Prolaktin pendukung ASI
Setiap kali bayi mengisap payudara akan merangsang ujung saraf sensoris di sekitar payudara sehingga merangsang kelenjar hipofisi bagian depan untuk menghasilkan prolaktin. Prolaktin akan masuk ke peredaran darah kemudian ke payudara menyebabkan sel sekretori di alveolus (pabrik ASI) menghasilkan ASI.
Prolaktin akan berada di peredaran darah selama 30 menit setelah dihisap sehingga prolaktin merangsang payudara menghasilkan ASI untuk minum berikutnya. Sedangkan untuk minum yang sekarang, bayi mengambil ASI yang sudah ada.
Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI, makin banyak produksi ASI. Makin sering bayi menyusui, makin banyak ASI yang diproduksi.
Prolaktin umumnya dihasilkan pada malam hari, sehingga menyusui pada malam hari dapat membantu mempertahankan produksi ASI.
Menilai kecukupan ASI

  • ASI akan cukup bila posisi dan perlekatan mulut bayi pada puting benar.
  • Bila bayi buang air kecil lebih dari 6 kali sehari dengan warna urin yang tidak pekat dan bau tidak menyengat.
  • Berat badan bayi naik lebih dari 500 gram dalam sebulan dan telah melebihi berat lahir pada usia 2 minggu
  • Bayi akan rileks dan puas setelah menyusu dan akan melepas sendiri dari payudara ibu.
Share.

Comments are closed.

Exit mobile version