[pullquote]Selain cantik, corak batik memiliki makna yang memikat penikmatnya.[/pullquote]
Motif kawung. Lereng, parang barong, dan nitik adalah beberapa motif batik yang cantik dengan beragam warna. Batik yang merupakan kain has Indonesia ini telah ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non benda sejak 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.
Kata batik berasal dari dua kata Bahasa Jawa, yaitu ‘amba’ yang artinya menulis, dan ‘titik’ yang bermakna sama dengan bahasa Indonesia, titik. Walaupun kata ‘batik’ berasal dari Bahasa Jawa, namun beberapa ahli berpendapat bahwa batik di tanah Jawa baru diproduksi pada pertengahan abad ke-18, karena pada masa tersebut belum terdapat kain yang cocok untuk dibuat menjadi batik.
Seiring berkembangnya zaman, batik yang mulanya dibuat oleh pekerja kerajaan, akhirnya diproduksi pula oleh masyarakat luar sebagai mata pencaharian. Meskipun kerajaan Majapahit kemudian runtuh, tradisi membatik tetap berlanjut di masa penguasaan kerajaan Islam, khususnya pada masa sesudah Kerajaan Mataram (1588–1681).

Selain batik tulis yang dibuat menggunakan canting dengan masa pembuatan 2-3 bulan, muncul pula batik cap dan batik cetak yang menggunakan cetakan tembaga bermotif batik dengan lama pembuatan 2-3 hari. Semula batik dibuat di atas kain mori. namun kini batik juga bisa dibuat di atas kain sutera, polyester, rayon, dan bahan sintetis, kayu bahkan metal. Corak batik sangat beragam dan memiliki maksa sendiri-sendiri. Masing-masing corak masih selalu digunakan dalam upacara adat tertentu.
Merawat batik

  • Gunakan sabun khusus untuk mencuci batik, atau gunakan lerak
  • Celupkan kain batik, usap lembut jangan dikucek.
  • Jemur batik dengan cara dibentangan tanpa diperas. Jemur di tempat teduh atau diangin-anginkan.
  • Beri lapisan kain di atas kain batik saat menyetrika.
  • Gantung kain batik, bungkus dengan kertas minyak atau plastik dan gantungkan akar wangi atau merica butiran dalam kantung kasa untuk mengusir ngengat.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version