Pada saat hamil, terjadi banyak perubahan baik pada bentuk maupun fungsi tubuh. Setiap ibu perlu memahami hal ini agar dapat mempersiapkan kehamilan dengan baik dan mengetahui bagaimana mengurangi efeknya dalam hidup sehari-hari.

    • Keseimbangan tubuh. Seiring dengan membesarnya rahim, pusat gravitasi pada tubuh berubah dan ibu hamil akan lebih mudah kehilangan keseimbangan. Olahraga membantu adaptasi tubuh terhadap perubahan bentuk tubuh tersebut.
    • Perubahan wajah. Sekitar 25% ibu hamil mengalami perubahan pada kulit berupa pigmentasi akibat hormon selama kehamilan. Banyak ibu mengeluh kulit bernoda setelah melahirkan, dan paparan matahari membuatnya semakin jelas. Pencegahan terbaik untuk hal ini adalah proteksi terhadap sinar matahari. Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15, tutupi bagian yang terpapar matahari dengan menggunakan topi atau payung, dan jaga hidrasi tubuh dengan banyak minum.
    • Perubahan payudara. Pada masa kehamilan, payudara akan mengalami perubahan berupa pergeseran jaringan lemak payudara akibat pembentukan kelenjar air susu. Setelah kehamilan dan masa menyusui, payudara tidak selalu dapat kembali ke bentuknya semula. Tidak ada cara untuk mencegahnya, namun efeknya dapat diminimalkan dengan menggunakan bra khusus ibu hamil dan menyusui, untuk menopang payudara dengan baik.
image : simplehomemade.net
  • Perubahan perut dan pinggang. Banyak ibu setelah kehamilannya mengeluhkan hilangnya “lengkung pinggang” mereka serta munculnya strechmarks. Strechmarks adalah garis-garis bewarna putih yang muncul pada permukaan kulit Anda akibat peregangan yang melewati batas elastisitas dan biasanya timbul rasa gatal. Kulit manusia hanya memiliki elastisitas hingga batas tertentu dan apabila regangan kulit melewati batas tersebut maka tidak akan dapat kembali lagi. Begitu pula otot-otot pada daerah perut; beberapa kehamilan menyebabkan regangan hingga 50%. Setelah tubuh mengalami regangan yang besar saat hamil, sulit untuk mengembalikannya dalam keadaan 100% sama seperti semula. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menjaga kelembapan kulit terutama perut dan payudara atau bagian tubuh lainnya yang mongering dengan menggunakan krim pelembab atau krim khusus anti strechmarks. Agar dapat kembali ke berat badan dan bentuk tubuh ideal mendekati sebelum hamil, maka sebaiknya selama hamil kontrol berat badan agar tetap dalam batas yang dianjurkan oleh dokter.
  • Perubahan paha dan bokong. Hormon saat kehamilan yaitu estrogen dan progesteron akan merangsang penambahan jaringan lemak pada tubuh ibu hamil.  Simpanan lemak ini akan berkurang setelah kelahiran, terutama jika ibu menyusui karena simpanan lemak digunakan untuk ASI. Namun demikian, para ahli memperkirakan setiap kali hamil ada deposit lemak tambahan seberat 8-10 pon di tubuh ibu. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami kenaikan berat badan lebih dari yang direkomendasikan akan lebih banyak menyimpan lemak nantinya.
  • Perubahan pada kaki, pembuluh vena, dan rambut tubuh. Seringkali ibu hamil mengeluh sepatunya tidak lagi muat. Ini disebabkan terkumpulnya cairan tubuh. Ibu hamil juga sering mengalami varises akibat peningkatan volume darah dan gangguan aliran darah terutama pada daerah kaki sehingga pembuluh darah vena tampak melebar. Terjadinya varises ini banyak dipengaruhi faktor keturunan. Cara pencegahan varises dan terkumpulnya cairan di kaki adalah dengan menghindari berdiri dalam waktu lama,  melakukan olahraga kaki ringan, dan menaikkan kaki saat tidur, bila memungkinkan. Apabila kelainan cukup berat, ibu dapat menggunakan stoking khusus untuk menguranginya. Selain itu, sekitar 5-8% ibu hamil mengalami penambahan bulu-bulu pada tubuh akibat hormon progesteron.
  • Perubahan rambut. Pada masa kehamilan terjadi perubahan tekstur dan fase pertumbuhan rambut. Ini terjadi karena peningkatan estrogen. Helai rambut akan menebal, dan terjadi kerontokan. Selain itu dapat terjadi perubahan tekstur dari lurus menjadi bergelombang, atau sebaliknya. Rambut akan kembali pada keadaan normal setelah kehamilan usai. Oleh karena itu, cobalah mengenali rambut baru di saat hamil dan sesuaikan produk perawatan rambut dengan jenis rambut.

Tetap tampil cantik saat hamil ? Mengapa tidak.
Namun ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan :

1. Cat rambut

Banyak dokter merekomendasikan untuk menunggu hingga setelah trimester pertama jika ibu hamil ingin mengecat rambut terutama dengan teknik bleaching dan warna permanen. Namun demikian, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahaya cat rambut pada pertumbuhan janin. Ahli merekomendasikan teknik pewarnaan rambut dengan hightlight lebih aman untuk ibu hamil karena cat rambut tidak mengalami kontak langsung dengan kulit kepala. Selain itu, saat hamil kulit ibu menjadi lebih sensitif. Disarankan untuk menggunakan produk pewarnaan rambut dengan pelindung kuping dan sarung tangan serta memilih produk rendah ammonia dan peroksida.

2. Perawatan wajah

Agar kulit sehat, pastikan kecukupan air dengan minum 8 gelas air putih per hari. Jaga asupan makanan dan penuhi kebutuhan gizi untuk menjaga kesehatan kulit. Bersihkan wajah dua kali sehari, lakukan dengan gerakan melingkar dan keringkan dengan handuk dengan cara menepuk-nepuk wajah, bukan digosok. Jangan lupa gunakan pelembab dengan SPF pada wajah dan leher untuk melindungi terhadap sinar matahari.

3. Kosmetik

Gunakan make-up ringan yang ramah terhadap kulit, atau hipo-alergen karena kulit ibu hamil lebih sensitif. Biasakan melihat label kosmetik sebelum membeli. Zat-zat yang sebaiknya dihindari antara lain parabens, SLF, retinol atau petroleum. Minyak esensial pada produk kosmetik juga dapat mencetuskan masalah kulit.

4. Pakaian

Gunakan pakaian dari bahan katun yang dapat menyerap keringat. Hindari pakaian ketat terutama dari bahan sintetik karena dapat mengiritasi kulit.

Dengan mengetahui perubahan yang terjadi, ibu hamil dapat mempersiapkan kehamilannya dengan baik, bisa tetap tampil cantik, dan menjalani kehamilan dengan menyenangkan.
Referensi :

  1. Hung E. http://www.articlesbase.com/womens-health-articles/how-to-stay-beautiful-while-pregnant-474151.html. 2008
  2. http://www.askbaby.com/how-to-beat-sensitive-pregnancy-skin.htm
  3. American Pregnancy Association. http://www.americanpregnancy.org/pregnancyhealth/
  4. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Rouse DJ, Spong CY. Williams obstetrics 22ed. USA: McGraw-Hill Company; 2005.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version