[pullquote]Roti, adalah salah satu makanan tertua di dunia. Makanan ini lezat disajikan kapan pun. Untuk sarapan, bekal sekolah, atau bekal ke kantor, roti bisa jadi pilihan.[/pullquote]
Roti ada sejak jaman Neolitik, berawal dari Mesir dan Mesopotamia. Awalnya mereka mencari cara lain menikmati gandum dengan mencampur gandum dan air hingga lumat seperti pasta. Adonan pun dibakar hingga mengeras dan awet disimpan hingga beberapa hari. Inilah cikal bakal pembuatan roti yang kemudian berkembang sesuai selera masyarakat di negara masing-masing.
Bangsa Yunani menyebarkan teknologi pembuatan roti hingga menyebar ke seluruh Eropa. Roti kemudian menjadi makanan penting bagi masyarakat Eropa. Bahkan warna roti menunjukkan ‘kelas’ dalam masyarakat. Semakin gelap warna roti yang dikonsumsi, makin rendah status sosial seseorang. Roti putih dianggap makanan orang kaya karena harga tepung putih yang lebih mahal.
Kini, kita bisa dengan mudah memilih jenis roti sesuai selera, roti gandum atau roti putih biasa. Keduanya sama-sama dibuat dari tepung tanaman serealia yang kaya karbohidrat. Tepung yang putih dibuat melalui proses penyosohan, sedangkan yang berwarna lebih gelap tidak disosoh sehingga tidak kehilangan bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ).
Jenis-jenis roti terpopuler

  1. Roti Prancis (baguette). Baguette berbentuk seperti tongkat dengan panjang sekitar ½ meter.
  1. Roti Foccasia. Foccasia memiliki adonan mirip roti pizza, renyah di luar dan empuk di dalam. Karena itu, foccasia juga bisa diolah menjadi pizza.
  1. Roti Pita. Roti pipih dengan rongga di bagian dalam ini disebut juga roti poket. Rongga terbentuk karena uap air saat adonan dingin dan menipis.
  1. Roti Bagel. Roti khas Eropa Timur, ini bentuknya mirip donat namun lebih padat. Sebelumnya, bagel dibentuk mirip tapal kuda, karena injakan kaki pada pelana kuda dalam bahasa Polandia disebut Beugal, dan kini roti tersebut dikenal dengan nama Bagel.
  1. Roti Bun. Kekhasan utama roti bun adalah bentuknya yang bulat atau lonjong pipih, karena tuntutan kegunaannya sebagai “wadah” burger atau hot dog.
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version