[pullquote]Demam berdarah ibarat penyakit ‘langganan’ yang mengancam (kembali) saat musim penghujan.[/pullquote]
Demam berdarah dengue (DBD) ditandai dengan demam yang disebabkan virus Dengue. Menurut pedoman WHO tahun 2011, gejala-gejala berikut mengarahkan pada diagnosis demam berdarah dengue.

  1. Demam bersifat akut, tinggi, dan terus menerus. Pada sebagian besar kasus, 2-7 hari.
  2. Salah satu adanya gejala perdarahan diketahui melalui uji tourniquet (penekanan pada lengan atas akan muncul bintik-bintik merah). Gejala lain berupa lebam, mimisan, perdarahan gusi, dan/atau buang air besar berdarah/hitam.
  3. Pembesaran hati yang ditandai dengan nyeri perut kanan atas atau ulu hati.
  4. Tangan dan kaki dingin, denyut nadi melemah, anak gelisah, menandakan adanya kebocoran plasma.
  5. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hitung trombosit menurun (≤ 100.000 sel per mm3) dan kekentalan darah yang meningkat, ditandai peningkatan hematokrit ≥ 20% dari data dasar atau populasi pada usia yang sama. Hasil darah ini umumnya diperiksa saat dokter mencurigai adanya demam berdarah.

Adanya dua dari lima gejala di atas, serta menurunnya trombosit dan meningkatnya kekentalan darah cukup untuk diagnosis DBD. Menurunnya trombosit biasanya ditemukan antara hari ketiga sampai tujuh diikuti oleh perubahan hematokrit.
Memastikan demam berdarah
Saat ini beberapa pemeriksaan yang lebih dini dapat mendeteksi adanya demam berdarah bahkan dari hari pertama demam. Caranya?
1. Pemeriksaan NS-1
Virus demam berdarah terdiri dari tiga struktur gen yang mengkode protein inti dan protein non struktural (NS). Salah satu protein non struktural, glikoprotein sampul (NS1) penting dalam menegakkan diagnostik DB. Pemeriksaan ini sudah bisa dilakukan saat demam hari pertama dan menurun hingga tak terdeteksi pada hari 5-6, baik pada infeksi virus dengue pertama atau kedua. Teknik ini mempunyai nilai diagnostik yang baik dan nilai positif menunjukkan demam disebabkan oleh virus dengue.
2. Tes serologi
Tes serologis dengan prinsip antigen antibodi ini baru bisa dilakukan setelah hari ke lima. Antigen adalah virus dengue dan antibodi adalah sistem daya tahan tubuh dalam melawan virus terdiri dari antibodi IgM dan IgG. Antigen (virus dengue) akan merangsang terbentuknya antibodi oleh tubuh (IgM dan IgG).

  • IgM merupakan antibodi yang muncul pertama kali setelah infeksi primer (infeksi pertama), yang diikuti dengan antibodi IgG. Antibodi IgM terdeteksi pada hari ke 3-5 awal demam, meningkat cepat selama dua minggu dan menurun sampai tak terdeteksi setelah 2-3 bulan.
  • Antibodi IgG mulai terdeteksi pada kadar rendah di akhir minggu pertama, meningkat dan menetap dalam periode yang lama (bertahun-tahun bahkan dapat seumur hidup).

Pada infeksi dengue sekunder (infeksi dengue yang kedua), titer antibodi naik cepat dan IgG dideteksi pada kadar tinggi, meskipun di awal fase, menetap selama beberapa bulan hingga sepanjang hidup. Sedangkan kadar antibodi IgM secara bermakna lebih rendah. Digunakan rasio IgM/IgG untuk membedakan antara infeksi dengue primer dan sekunder.
Konsultan:
DR. dr.Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed
Dokter Spesialis Anak, Konsultan Penyakit Infeksi dan Pediatri Tropis
Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version