Vakum dan Forsep Tak Popular Lagi ?
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]P[/dropcap]roses persalinan akan menjadi masa-masa membahagiakan sekaligus menegangkan. Meski ibu telah mempersiapkan persalinan jauh-jauh hari, mungkin saja persalinan tak “semulus” yang diduga. Terkadang, keadaan janin menyulitkannya untuk keluar atau keadaan ibu kurang baik (lelah, sakit). Pada keadaan seperti itu, persalinan mungkin membutuhkan bantuan, salah satunya dengan ekstraksi vakum atau forsep.
Bantuan persalinan dipertimbangkan bila pembukaan mulut rahim sudah lengkap, Ibu sudah mencoba melahirkan tetapi bayi tak juga keluar lebih dari satu jam pada ibu yang pernah melahirkan dan lebih dari dua jam pada ibu yang baru pertama kali melahirkan.
Apa bedanya forsep dengan vakum ?
Forsep adalah alat seperti capit yang didisain khusus untuk kepala atau bokong bayi. Forsep terdiri dari dua “sendok” yang diposisikan di kedua sisi kepala bayi, lalu penolong persalinan menariknya hingga kepala bayi lahir. Dibandingkan vakum, forsep lebih mungkin menyebabkan perlukaan jalan lahir. Karena posisinya, forsep juga lebih mungkin melukai otot atau saraf wajah dan leher bayi.
Vakum merupakan alat berupa mangkuk dengan diameter 3-6 cm yang diletakkan di puncak kepala bayi untuk membantu menariknya keluar. Vakum lebih minimal menyebabkan luka jalan lahir. Tetapi vakum sering menyebabkan benjolan pada kepala bayi yang akan hilang dalam beberapa hari. Vakum juga bisa menyebabkan perdarahan di bawah kulit kepala (sefalhematoma), atau perdarahan yang lebih dalam lagi (misalnya perdarahan subarachnoid), meski sangat jarang terjadi.
Benarkah tidak popular lagi?
Saat ini indikasi penggunaan forsep dan vakum lebih dipersempit, yaitu hanya boleh dilakukan bila posisi puncak kepala bayi sudah benar-benar di bawah (puncak kepala bayi sudah terlihat). Bila belum, disarankan untuk melakukan seksio sesaria. Dengan begitu, vakum atau forsep semakin jarang digunakan.
Persalinan normal tetap terbaik
Di antara semua metode persalinan, persalinan normal memberi hasil penyembuhan yang lebih baik. Operasi seksio sesaria meningkatkan risiko untuk perawatan lebih lama, begitu juga persalinan dengan bantuan alat baik forsep maupun vakum.
Referensi:

  1. Ilmu Bedah Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta 2007
  2. Medscape Medical News. Women Who have cesarean or assisted vaginal delivery more likely to be readmitted to hospital. JAMA, 2000; 283:2411-2416
Share.

Leave A Reply

Exit mobile version