[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]R[/dropcap]adang paru-paru atau pneumonia sedang ramai dibicarakan. Tidak semua disebabkan flu burung. Salah satu penyebab lain yang sangat penting adalah pneumokokus. Tak banyak orang tahu mengapa kuman ini harus dihindari. Pneumokokus dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan pneumonia atau radang paru dan meningitis atau radang selaput otak. Keduanya bisa berakibat fatal. Belum lagi penyakit yang agak “ringan” seperti infeksi telinga, atau bronkitis.
 
Apakah kuman ini jarang ditemukan sehingga tidak banyak dikenal? Tidak juga. Di dunia, radang paru-paru telah membunuh sekitar 2,6 juta anak balita tiap tahunnya, dan kuman pneumokokus termasuk penyumbang terbanyak radang paru terutama pada bayi-bayi kecil. Di Amerika Serikat saja yang notabene merupakan negara maju, pneumokokus menyebabkan 3000 kasus radang selaput otak, 500.000 kasus radang paru-paru, dan 7 juta kasus infeksi telinga tiap tahunnya.

Menular Lewat Udara

Infeksi pneumokokus disebabkan bakteri streptococcus pneumoniae yang tinggal di saluran hidung dan tenggorokan manusia. Itulah mengapa kuman ini menular lewat pernapasan. Saat batuk, bersin atau berbicara, kuman ini bisa berpindah pada orang lain lewat udara. Lebih sulit lagi, manusia dapat menjadi carrier. Meskipun tampaknya sehat-sehat saja, belum tentu saluran napas bersih dari kuman pneumokokus. Jadi, siapapun bisa menularkan kuman ini.
Sebenarnya ada sekitar 90 jenis kuman pneumokokus, tetapi hanya sedikit yang bisa menyebabkan penyakit gawat. Bentuk kumannya bulat-bulat dan memiliki bungkus atau kapsul. Bungkus inilah yang menentukan apakah si kuman akan berbahaya atau tidak.
Bila sistim kekebalan tubuh sedang turun atau mengalami gangguan, orang dapat terjangkit kuman baru dari luar. Lagipula, kuman yang sudah ada dalam keadaan tenang-tenang saja di tenggorok dapat berubah menjadi ganas. Akibatnya kuman menembus pembuluh darah dan beredar di seluruh tubuh. Keadaan kuman beredar di seluruh tubuh disebut sebagai bakteremia. Akhirnya, kuman menyerang paru-paru dan menyebabkan pneumonia, menyerang lapisan selaput otak dan menyebabkan meningitis.

Yang Paling Beresiko

Anak-anak berumur kurang dari dua tahun dan orang tua berumur lebih dari 65 tahun berisiko sakit radang paru-paru karena pneumokokus 50 kali lipat lebih tinggi. Bayi dan anak berumur kurang dari 2 tahun belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna. Anak-anak berumur lebih dari 2 tahun sudah memiliki kekebalan tubuh cukup baik, tetapi tetap mempunyai risiko karena mereka sudah mulai bebas bermain di luar rumah dan bertemu dengan orang banyak.
Orang yang punya kelainan pada saluran napasnya juga lebih mudah mengalami pneumonia akibat pneumokokus. Atau, pada orang dengan daya tahan tubuh menurun akibat penyakit AIDS dan penyakit kekurangan sel darah putih. Begitu juga bayi yang lahirnya kembar, atau yang lahir dengan berat badan rendah (BBLR) maupun prematur.
Bila terkena pneumonia atau meningitis, pengobatan satu-satunya adalah antibiotika. Sayangnya, sebagian besar atibiotika sudah tidak mempan lagi terhadap pneumokokus. Selain itu, mendeteksi infeksi kuman pneumokokus juga tak begitu mudah karena belum ada alat yang cepat dan canggih. Inilah yang menjadi masalah mengapa pneumokokus lebih baik dihindari dibandingkan diobati.

Pencegahan: Vaksinasi

Bagaimana cara menghindari infeksi pneumokokus? Kalau bisa ya menghindari tertular infeksi langsung dari orang lain. Tapi hal ini nyaris mustahil karena kita tidak tahu orang mana yang menjadi carrier. Satu-satunya jalan adalah meningkatkan daya tahan tubuh melalui vaksinasi. Saat ini vaksin untuk mencegah infeksi pneumokokus sudah tersedia.
Kabarnya, Negara Paman Sam dan Negara Kangguru sudah mewajibkan vaksinasi terhadap pneumokokus. Bayi berat lahir rendah, dan bayi prematur merupakan sasaran utama vaksinasi terhadap pneumokokus. Anak-anak yang mau masuk playgroup atau orang tua yang mau masuk nursing house, harus memiliki sertifikat sudah divaksin. Kabarnya vaksin ini mahal. Tetapi bila untuk perlindungan tubuh buah hati tercinta? Mahal menjadi tak ada artinya. Sebab, akan menjadi perlindungan dari dalam seumur hidup.
Referensi:

  1. Children Vaccine Program. Pneumococcus in depth. www.childrensVaccine.org
  2. World Health Organization. Pneumococcal vaccine. April 2003
  3. Ortqvist A, Hedlund J, Kalin M. Streptococcus Pneumoniae: Epidemiology, Risk Factors, and Clinical Features. Semin Respir Crit Care Med. 2004;26(6):563-574.

 

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version