Beberapa waktu lalu dunia hiburan kita dikejutkan dengan berpulangnya Julia Perez, setelah berjuang melawan kanker leher rahim. Sebuah pesan buat kaum perempuan, saatnya lakukan deteksi dini.

Dari sebuah kisah kita dapat memetik pengalaman, seperti halnya kepergian Jupe, menjadi semacam peringatan betapa pentingnya cek kesehatan khususnya bagi perempuan.
Ada beberapa check up yang disarankan bagi perempuan, antara lain papsmear, mammografi, dan USG mammae. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda.
Papsmear
Papsmear adalah contoh dari sel-sel di leher rahim yang diambil selama tes pap. Tes Papsmear dilakukan untuk menentukan kesehatan leher rahim (serviks) atau menemukan adanya perubahan abnormal pada sel-sel. Selama tindakan, contoh sel tersebut dikumpulkan dari permukaan leher rahim dan diletakkan pada kaca mikroskop.
Papsmear merupakan uji medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasanya berkaitan dengan kanker leher rahim (serviks). Bila positif, akan ditemukan virus papiloma (penyebab kanker serviks). Papsmear disarankan dilakukan setidaknya sejak perempuan berusia 21 tahun, sudah menikah atau sudah aktif berhubungan seksual, karena biasanya pada usia tersebut alat reproduksi telah berkembang sempurna.
Mammografi
Adalah tes untuk mendeteksi kanker payudara dengan menggunakan sinar X tingkat rendah. Dengan alat ini dokter dapat melakukan diagnosa atau skrining 1-3 tahun lebih awal. Mammografi digunakan untuk mendiagnosa kanker payudara yg belum memiliki gejala, benjolan, atau keluhan apapun.
Mammografi untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista, dan telah terbukti dapat mengurangi mortalitas akibat kanker payudara.
Pemeriksaan mammogram saat ini merupakan metode yang tepat untuk deteksi dini kanker payudara. Para pakar menyarankan agar wanita di atas usia 50 menjalani pemeriksaan ini setiap dua atau tiga tahun sekali, atau lebih muda lagi jika memiliki riwayat keluarga kanker payudara.
Ultrasonografi payudara (USG Mammae)
USG payudara adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan alat khusus yang menggunakan gelombang suara. USG payudara efektif untuk menemukan adanya benjolan di payudara yang masih padat. Alat ini efektif digunakan untuk wanita usia dibawah 35 tahun. Pun dapat dilakukan oleh wanita semua golongan usia yang memiliki kelainan pada payudara atau memiliki faktor risiko kanker payudara.
Persiapan apa yang dibutuhkan?
Terkadang, seseorang enggan memeriksakan diri karena takut mendapati hasilnya. Inilah yang memprihatinkan, karena justru semakin dini diketahui, semakin besar kans kesembuhan.

  1. Cari informasi yang benar
    Mencari informasi sebelum melakukan pemeriksaan dapat menurunkan kekhawatiran Anda. Tanyakan dengan saudara atau teman yang sudah melakukannya, termasuk prosedur pemeriksaan.
  2. Perhatikan jadwalnya
    Kebanyakan perempuan enggan melakukan mammografi karena rasa nyeri dan tidak nyaman saat menjalani pemeriksaan. Rasa tidak nyaman timbul saat payudara ditekan dengan dua lempengan dari mesin mammogram. Untuk memperkecil rasa tidak nyaman, disarankan untuk menjadwalkan pemeriksaan 10 hari setelah hari haid pertama. Saat itulah payudara tidak terlalu lunak dan tidak akan menimbulkan rasa nyeri yang besar saat ditekan.
    Sedangkan untuk papsmear disarankan untuk tidak melakukan hubungan intim tiga hari sebelum pemeriksaan.
  3. Jangan gunakan wewangian
    Tidak disarankan menggunakan wewangian apapun, terutama di sekitar payudara sebelum menjalani pemeriksaan mammogram. Ini karena partikel metalik dari produk dapat muncul pada hasil pemeriksaan dan menurunkan akurasi.
  4. Jangan gunakan gaun
    Saat menjalani pemeriksaan gunakan pakaian dua bagian agar mudah dibuka. Selain itu juga memberi rasa lebih tertutup. Saat USG mammae pilih dokter radiolog perempuan, jika Anda merasa lebih nyaman. Demikian juga saat papsmear.
  5. Konsultasikan hasilnya
    Jika hasil pemeriksaan papsmear, mammografi dan USG mammae sudah ada, konsultasikan hasilnya. Untuk papsmear, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter obgin, sedangkan USG mammae dan mammografi bisa dengan dokter onkologi.

Tiga pemeriksaan di atas sangat disarankan terutama bila ada anggota keluarga yang menderita kanker.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version