Kandungan ASI Dari Hari Ke Hari

2

Tak dipungkiri lagi, ASI memang makanan tak tergantikan. Kandungannya pun terus berubah sesuai kebutuhan gizi si kecil.

ASI mengandung zat gizi yang sangat lengkap, antara lain karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, faktor pertumbuhan, hormon, enzim dan zat kekebalan. Semua zat ini terdapat secara proporsional dan seimbang satu dengan lainnya. ASI merupakan nutrisi yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Komposisi ASI berubah sesuai masa kehamilan dan usia pasca natal (melahirkan). Komposisi ASI yang diproduksi oleh ibu yang melahirkan bayi kurang bulan (prematur) berbeda dengan ASI yang diproduksi oleh ibu yang melahirkan bayi cukup bulan (matur). Demikian pula komposisi ASI yang keluar pada hari pertama sampai hari ke 4-7 (kolostrum) berbeda dengan ASI yang diproduksi hari 7-10 sampai hari ke 14 (ASI transisi) dan ASI selanjutnya (ASI matur). Komposisi tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing bayi.

Komposisi ASI juga berbeda berdasarkan lamanya waktu menyusui. Pada permulaan menyusui (5 menit pertama) disebut foremilk, mengandung kadar protein yang tinggi. ASI yang dihasilkan pada akhir menyusui (setelah 15-20 menit) disebut hindmilk, mengandung kadar lemak yang tinggi. Maka dari itu disarankan kepada para ibu untuk menyusui bayinya sampai tuntas pada satu payudara, baru kemudian dapat berpindah ke payudara yang lain, agar bayi mendapatkan keselurahan kandungan ASI yang dibutuhkan.

Perubahan Komposisi ASI dari Hari ke Hari

1. Kolostrum

Cairan kental berwarna kekuningan yang keluar dari payudara pada hari pertama sampai hari ke 4-7. Kolostrum mengandung lebih banyak protein, sedangkan kadar karbohidrat dan lemaknya lebih rendah dibandingkan dengan ASI matur. Selain itu, kolostrum mengandung zat kekebalan (antibodi) lebih banyak daripada ASI matur. Hal ini sangat menguntungkan, karena pada masa awal kelahirannya, bayi lebih banyak membutuhkan zat-zat pembangun (protein) untuk pembentukan sel-sel tubuhnya serta sangat rentan akan infeksi dari lingkungan sekitarnya. Pada saat ini pula bayi belum dapat membentuk kekebalan sendiri secara sempurna.

2. ASI Transisi

Diproduksi dari hari ke 7-10 sampai hari ke 14. Pada saat ini kadar protein relatif berkurang, sedangkan kadar karbohidrat dan lemak meningkat, disertai volume yang juga semakin meningkat.

3. ASI Matur

Merupakan ASI yang diproduksi sejak hari ke 14 dan seterusnya. Kadar karbohidrat dan lemak lebih tinggi dan kadar protein lebih rendah dibandingkan kolostrum dan ASI transisi. Selanjutnya komposisinya relatif konstan.

Tabel 1. Komposisi Kolostrum dan ASI Matur 

Kandungan (per 100 mL)

Kolostrum

ASI Matur

Energi (kkal)

58

70

Laktosa (gr)

5,3

7,3

Protein Total (gr)

2,3

0,9

IgA (mg)

364

142

Lemak (gr)

2,9

4,2

Vitamin A (µg)

89

67

Vitamin D (µg)

-

0,05

Vitamin E (µg)

1280

315

Vitamin K (µg)

0,23

0,21

Thiamin (µg)

15

21

Riboflavin (µg)

25

35

Niacin (µg)

75

150

Asam Folat (µg)

-

8,5

Vitamin B6 (µg)

12

93

Vitamin B12 (ng)

200

26

Vitamin C (mg)

4,4

4,0

Kalsium (mg)

23

28

Natrium (mg)

48

18

Kalium (mg)

74

58

Fosfor (mg)

14

15

Zat Besi (µg)

45

40

Selenium (µg)

-

2,0

Magnesium (µg)

-

0,6

Zinc (µg)

540

120

4. Lemak

Merupakan sumber energi utama dalam ASI. Sekitar 50% kalori ASI berasal dari lemak. ASI mengandung asam lemak esensial, yaitu asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (omega 3). Kedua asam lemak tersebut akan diolah oleh tubuh bayi menjadi AA (arachidonik acid)  yang berasal dari omega 6 dan DHA (docosahexaenoic acid) yang berasal dari omega 3. AA dan DHA berfungsi sangat penting dalam pertumbuhan sel-sel otak bayi.

4. Karbohidrat

Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa, yang juga berperan penting sebagai sumber energi. Laktosa mudah diurai menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim laktase yang sudah ada dalam mukosa saluran cerna bayi sejak lahir. Glukosa dan galaktosa berperan dalam perkembangan sistem syaraf. Zat gizi ini juga membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.

6. Protein

Terdapat kandungan protein yang tinggi pada ASI. Protein utama dalam susu adalah Whei dan Kasein. Whei lebih mudah dicerna dibandingkan Kasein. Rasio Whei dan Kasein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan susu sapi. ASI mengandung Whei lebih banyak yaitu 65 : 35. Komposisi ini menyebabkan ASI lebih mudah diserap dan dicerna. Sedangkan pada susu sapi rasio Whei : Kasein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Komponen dasar dari protein adalah asam amino yang berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Dalam ASI terdapat dua macam asam amino yang tidak terdapat dalam susu sapi yaitu sistin dan taurin. Sistin diperlukan untuk pertumbuhan somatik, sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak.

7. Garam dan Mineral

ASI mengandung garam dan mineral yang rendah. Hal ini sangat menguntungkan bagi neonatus karena fungsi ginjal yang belum optimal.

8. Vitamin

ASI mengandung vitamin yang diperlukan oleh bayi. Vitamin K yang diperlukan untuk proses pembekuan darah terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup dan mudah diserap.

 

Zat protektif dalam ASI

1. Laktobasilus bifidus

Laktobasilus bifidus berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E.coli yang sering menyebabkan diare pada bayi. Laktobasilus mudah tumbuh cepat dalam usus bayi yang mendapat ASI.

2. Laktoferin

Laktoferin adalah protein yang berikatan dengan zat besi. Laktoferin bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan E.coli dan jamur kandida.

3. Antibodi

ASI terutama kolostrum mengandung immunoglobulin yaitu secretory IgA (SIgA), yang berguna untuk pertahanan tubuh bayi.

Referensi :

  1. Manajemen Laktasi, Perinasia, Jakarta, 2004
  2. Lawrence RA, Lawrence RM. Breastfeeding : a guide for the medical proffesion. 6th Edition. Philadelphia: Elsevier Mosby. 2005
Share.

About Author

dr. Viscanita - Divisi Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta

  • Goodgrade

    Ibu-ibu,
    Kandungan kalori ASI mature menurut hitunganku adalah sbb:
    kalori dari karbohidrate = 42%,
    Kalori dari protein = 5%,
    kalori dari lemak = 54% .Tingkat kejenuhan ASI adalah 55%

    Kalau disepakati ASI adalah “makanan yang sempurna”, maka makanan yang sempurna kandungan lemaknya harus setinggi ASI, diatas 50%. Sehingga nasehat agar bayi diberi “makanan yang seimbang” harus ditolak, karena pengertian seimbang adalah lemaknya 25% maksimumnya.

    Semoga Ibu-ibu bisa belajar dari perintah yang berasal dari surau agar Ibu menyempurnakan susuannya hingga 2 tahun, dijunjung sebagai perintah agar bayinya dijauhkan dari “brain washing” bahwa lemak itu jahat, beri lemak maksimum 25%.

    Pada suku-suku primitip yang mempertahankan lemak sebagai asupan kolori yang penting, tak ditemui adanya anak yang stunting, karena lemak adalah pembawa vitamin A.

  • Pingback: Komposisi dan Kandungan ASI di Atas 1 Tahun | Catatan Putri()