Browsing: Alergi dan asma
Senangnya membelai pipi anak yang halus dan mulus. Sayang, pipi anak juga dapat menjadi merah dan beruntus. Anda tentu tak ingin si kecil mengalaminya. Selain tidak indah dilihat, gangguan kulit ini membuat bayi tidak nyaman dan rewel.
Angka kejadian penyakit alergi akhir-akhir ini meningkat sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat modern, polusi, maupun zat-zat yang ada dalam makanan.
Kata alergi berasal dari bahasa Yunani “allol” yang berarti suatu keadaan yang berubah. Secara umum alergi adalah suatu reaksi kekebalan yang menyimpang/berubah dari normal dan dapat menimbulkan gejala merugikan tubuh. Alergi merupakan salah satu penyakit yang dapat diturunkan dalam keluarga.
”Dok, napas anak saya bunyi dan kalau diraba seperti ada getaran, bahaya tidak dok, saya takut ada flek paru” Banyak orang tua yang khawatir bila anaknya mengalami keluhan ini, bila tidak diluruskan, orang tua seringkali shopping ke banyak dokter karena khawatir.
Chesty child adalah suatu istilah yang longgar untuk menggambarkan seorang bayi/anak yang tampaknya mudah sekali mengalami gejala di saluran napas, atau disebut chestiness. Gejala pernapasan ini berupa batuk, mengi (napas ngik-ngik), stridor, napas berbunyi (noisy breathing) atau ‘sekedar’ napas grok-grok. Fenomena ini cukup sering dijumpai dalam praktek sehari-hari, sayangnya kita tidak mempunyai padanan kata yang tepat. Karena ini merupakan istilah longgar dapat diterapkan dari neonatus dengan napas grok-grok hingga anak-anak yang mengalami keluhan batuk kronik berulang. Biasanya mulai bergejala sejak umur sangat muda hingga awal usia sekolah.
Asma merupakan salah satu penyakit paru yang semakin lama semakin banyak ditemukan pada anak-anak, terutama di daerah perkotaan dan industri. Kemungkinan faktor yang menyebabkan peningkatan ini adalah lingkungan yang sarat dengan polusi udara seperti asap kendaraan, debu dan asap pabrik serta pola makan yang tidak sehat.
Alergi makanan merupakan salah satu masalah alergi yang penting pada anak.