Browsing: Sehat
Membahas Masalah – Masalah kesehatan yang sering dialami anak usia 0 – 5
Kelelahan setelah melahirkan, ditambah si bayi yang tak henti menyusu membuat Anda harus ekstra keras menambah energi.
Jika putra atau putri Anda terserang epilepsi tak perlu malu. Epilepsi bukan penyakit kutukan. Segera cari pertolongan dokter.
Anggapan orang bahwa epilepsi selalu ditandai dengan kejang dan mulut mengeluarkan busa perlu dikoreksi. Gejala epilepsi bisa sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga berat.
Gejala yang ringan bisa jadi hanya berupa gerakan ritmik lengan/ jari ringan, atau anak kelihatan diam sesaat (bengong). Pada jenis epilepsi yang lain, seorang anak yang sedang berjalan tiba-tiba terjatuh tanpa sebab.
Tak dapat dipungkiri, saat ini, anak-anak kita lebih senang makan mie instan. Bagaimana cara bijak menyiasatinya?
Frekuensi makan yang baik adalah 3 kai sehari. Makan pagi (sarapan) sebaiknya jangan sampai ditinggalkan. Bagi balita, terkadang frekuensi makan bisa lebih sering karena lambungnya kecil dan daya tampungnya sedikit sehingga perlu makan lebih sering dibanding dewasa.Secara kuantitas dan kualitas, rasanya sulit untuk memenuhi kebutuhan gizi apabila seorang anak hanya makan 1 atau 2 kali sehari. Sebagian orangtua merasa bangga kalau anaknya minum susu banyak, meski makannya sedikit. Ini tentu saja keliru. Bagi anak usia lebih dari 1 tahun, makan harus lebih diutamakan.
“Dok, Didi sakit batuk pilek disertai panas tinggi. Saya sudah buatkan bubur tapi Didi tidak mau makan. Didi hanya mau makan kalau dengan nasi Dok.” Keluhan seperti ini masih saja terdengar di ruang praktik. Perawat di bangsal rumah sakit pun sering memesankan makan dalam bentuk bubur secara otomatis untuk setiap anak yang mondok di rumah sakit. Benarkah setiap anak sakit itu harus diberi makan dalam bentuk bubur? Bagaimana sebaiknya kita memberi makan untuk si kecil yang sedang sakit?
Wajah buah hati Anda yang biasanya lucu menggemaskan tiba-tiba menjadi membuat Anda bingung, karena tangisnya yang tak jua berhenti. Masalahnya adalah, Anda tidak memahami tangisnya.
Saat bayi menangis kita sering menduga-duga penyebabnya. Mungkin dia lapar, mungkin popoknya basah, atau jangan-jangan kembung perutnya. Sebelas poin berikut mungkin akan berguna bagi Anda untuk membuat si kecil lebih tenang.