Dr. Damar Yth,
Saya hamil 9 minggu. Menurut dokter janin saya kembar, tapi yang satu tidak berkembang sehingga hanya tinggal satu janin. Apakah ini tidak membahayakan Dok? Apa penyebab janin tidak berkembang? Mohon penjelasan. Oh ya Dok, ini merupakan kehamilan saya yang ke-empat, tapi kehamilan yang kedua dan ketiga berakhir dengan keguguran spontan. Terima kasih.
Sandra Febiola – Jakarta Selatan
=================================================================================
Ibu Sandra, pertama-tama saya menyampaikan selamat atas kehamilannya, semoga kehamilan ini berlangsung dengan baik sampai waktunya nanti.
Sejak lebih dari lima puluh tahun yang lalu telah dikemukakan suatu hipotesis bahwa kehamilan kembar lebih banyak terjadi daripada kelahiran tunggal. Hal ini berkaitan dengan beberapa kasus kelahiran yang ditemukan “foeti papyracei” yaitu janin yang sudah menyerupai kertas di samping bayi yang lahir normal. Ini terjadi bila salah satu janin yang kembar direabsorbsi karena kematian dini. Mungkin dapat dibayangkan seperti proses mumifikasi di Mesir tetapi terjadi secara alami.
Tidak berkembangnya salah satu janin pada kehamilan kembar oleh beberapa ilmuwan dianggap sebagai hal yang lumrah, karena sebenarnya pun sebagian besar dari proses pembuahan tidak berakhir dengan kelahiran. Walaupun demikian mekanisme terjadinya tidak diketahui dengan jelas.
Rentang angka kejadiannya dilaporkan sangat luas, dari 3,7%-100%, dan dengan semakin canggihnya alat dan metode pemeriksaan kehamilan saat ini, kasus seperti yang ibu alami lebih sering dideteksi dibandingkan beberapa periode yang lalu. Walaupun karena adanya USG dapat terjadi pula “overdiagnosis”, yaitu sebetulnya tidak ada kehamilan kembar tetapi didiagnosis sebagai kehamilan kembar.
Gambaran klinis tidak berkembangnya salah satu janin sangat bervariasi. Yang paling sering ditemukan adalah perdarahan dari vagina. Perdarahan pada trimester pertama yang diperkirakan terjadi 15%-25% dari seluruh kehamilan, dapat mewakili kejadian kegagalan kehamilan, sehingga tidak mengherankan bila perdarahan tersebut dihubungkan dengan kematian janin. Bila kehamilan berlanjut dengan satu janin yang hidup, banyak dilaporkan bahwa kehamilan tersebut dapat berlangsung dengan baik. Satu atau dua laporan ada yang menyampaikan bahwa janin yang hidup bisa terpengaruh, terutama kalau berasal dari satu telur. Namun demikian banyak ahli tidak sepakat dengan pernyataan tersebut.
Penyebab dari kasus ini bermacam-macam, antara lain kelainan pada kromosom dan gangguan kekebalan tubuh. Demikian jawaban saya, mudah-mudahan cukup memuaskan dan saya berharap ibu tetap optimis untuk selalu memeriksakan kehamilan ibu agar kehamilan ibu merupakan kehamilan yang sehat.