Browsing: Tambah Gede
Gizi, nutrisi dan pertumbuhan anak menjadi makin besar

Senang rasanya bisa melihat buah hati tumbuh dengan
normal, memiliki jasmani yang sehat dan kuat, meskipun banyak aktivitas yang
mereka lakukan. Semua itu tentunya perlu
diimbangi dengan pola hidup yang baik
dan pola makan yang teratur. Seperti mengonsumsi berbagai variasi
makanan, terutama yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Karena
vitamin dan mineral adalah bagian penting
dari makanan sehat.
Berbicara
mengenai mineral, banyak kandungan yang terdapat dalam mineral, seperti
magnesium, kalsium, zat besi dan seng. Apa saja manfaat dari kandungan mineral
tersebut?
Suara cegukan yang khas disebabkan menutupnya pita suara secara cepat karena otot diafragma yang berkontraksi secara involunter. Umumnya cegukan tak berbahaya dan tidak menyebabkan gangguan pernapasan. Suara cegukan yang khas disebabkan menutupnya pita suara secara cepat karena otot diafragma yang berkontraksi secara involunter. Umumnya cegukan tak berbahaya dan tidak menyebabkan gangguan pernapasan.
Kelelahan setelah melahirkan, ditambah si bayi yang tak henti menyusu membuat Anda harus ekstra keras menambah energi.
Tak dapat dipungkiri, saat ini, anak-anak kita lebih senang makan mie instan. Bagaimana cara bijak menyiasatinya?
Frekuensi makan yang baik adalah 3 kai sehari. Makan pagi (sarapan) sebaiknya jangan sampai ditinggalkan. Bagi balita, terkadang frekuensi makan bisa lebih sering karena lambungnya kecil dan daya tampungnya sedikit sehingga perlu makan lebih sering dibanding dewasa.Secara kuantitas dan kualitas, rasanya sulit untuk memenuhi kebutuhan gizi apabila seorang anak hanya makan 1 atau 2 kali sehari. Sebagian orangtua merasa bangga kalau anaknya minum susu banyak, meski makannya sedikit. Ini tentu saja keliru. Bagi anak usia lebih dari 1 tahun, makan harus lebih diutamakan.
“Dok, Didi sakit batuk pilek disertai panas tinggi. Saya sudah buatkan bubur tapi Didi tidak mau makan. Didi hanya mau makan kalau dengan nasi Dok.” Keluhan seperti ini masih saja terdengar di ruang praktik. Perawat di bangsal rumah sakit pun sering memesankan makan dalam bentuk bubur secara otomatis untuk setiap anak yang mondok di rumah sakit. Benarkah setiap anak sakit itu harus diberi makan dalam bentuk bubur? Bagaimana sebaiknya kita memberi makan untuk si kecil yang sedang sakit?