Agar kesehatan saraf terjaga, ada catatan penting makanan apa saja yang bersahabat bagi penderita saraf.
Bagi mereka yang pernah menderita penyakit yang berkaitan dengan saraf, dibutuhkan diet khusus. Menu sehat pada penderita saraf pada prinsipnya adalah menu yang bebas dari lemak, cukup protein dan karbohidrat. Buah dan sayur adalah pilihan terbaik, karena keduanya berfungsi menurunkan kadar kolesterol darah serta mencegah konstipasi. Dengan catatan, buah dan sayurnya adalah yang tidak mengandung gas. Durian, nangka, kol, kembangn kol, lobak, dan tauge tidak disarankan.
Bahan makanan yang boleh dikonsumsi:
- Sumber karbohidrat: beras, kentang, ubi, singkong, terigu, hunkwe, sagu, roti.
- Sumber protein: sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
- Sayuran: sayuran berserat sedang dimasak, seperti bayam, kangkung, kacang panjang, labu siam, tomat, tauge, wortel.
- Sumber lemak: sumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan yang mudah dicerna. Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus, dan dibakar.
Bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi:
- Sumber karbohidrat: produk yang dibuat dengan garam dapur, soda/baking powder, kue yang manis.
- Sumber protein: daging sapi dan ayam berlemak, jeroan, otak, hati, ikan banyak duri, susu penuh keju, es krim, dan produk olahan protein hewani yang diawetkan seperti daging asam, ham, bacon, dendeng, kornet.
- Sayuran: sayuran yang mengandung gas, kol putih, kembang kol, nangka muda, tauge.
- Sumber lemak: minyak kelapa dan minyak kelapa sawit, margarin dan mentega biasa, santan kental, krim, dan produk gorengan.
Selain dari jenis makanan, yang perlu ditekankan adalah makanan harus disesuaikan dengan keadaan seseorang. Sebab, setiap individu memiliki jumlah dan kebutuhan yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan kalorinya. Harus mempertimbangkan usia, berat badan, tinggi badan serta aktivitas sehari-hari.
Sumber:
Dani Mariyani, SKM
Pakar Gizi RS National Hospital Surabaya