Lahir vacuum bikin anak bodoh?

Lahir vacuum bikin anak bodoh?

“Vito sangat lambat belajar. Mulai dari belajar berjalan sampai sekarang TK ia tidak sepandai teman-temannya. Aku sampai geregetan,” tutur Gina pada adiknya Eli. “Oh aku tahu sebabnya. Ingat tidak, waktu kakak melahirkan dulu kan harus di-vakum. Aku pernah dengar bahwa persalinan dengan bantuan vakum memang bikin anak yang dilahirkan menjadi bodoh,” sahut sang adik.

Begitulah, mitos memang seringkali menjadi bagian dari masyarakat. Begitu kuatnya mitos kadang sampai mengalahkan fakta yang sebenarnya. Salah satunya adalah tentang persalinan dengan vakum, yang katanya selain mempengaruhi kecerdasan anak juga mempengaruhi bentuk kepala anak.

Alat seperti apakah vakum itu?

Vakum merupakan alat yang berbentuk bulat seperti topi, terbuat dari silikon yang dihubungkan oleh selang dengan pompa penghisap. Pompa penghisap bertujuan untuk menimbulkan tekanan negatif yang diperlukan untuk menarik kepala bayi. Yang ditarik oleh alat vakum adalah kulit dan jaringan di bawah kulit kepala. Tarikan vakum bersifat membantu kekuatan mengejan (kontraksi) ibu, jadi tarikan baru dilakukan bila ibu mengejan. Jika ibu tidak sedang mengejan maka tarikan juga dihentikan.

Mengapa harus dengan vakum?

Persalinan dengan vakum dipilih jika memang terindikasi. Seorang dokter dalam bertindak selalu berdasarkan indikasi yang mempertimbangkan keselamatan ibu dan bayinya. Vakum dilakukan apabila persalinan sudah memasuki kala 2 (kepala bayi sudah di bawah), namun kekuatan mengejan ibu kurang baik atau ibu menderita hipertensi atau pre-eklamsia sehingga tidak boleh mengejan terlalu kuat.

Jika janin tidak segera dilahirkan maka ditakutkan janin akan mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia akibat terlalu lama tertahan di jalan lahir. Vakum juga dikerjakan apabila terdapat kondisi yang disebut “gawat janin”, yakni denyut jantung janin lebih dari 160x/menit atau kurang dari 120x/menit, atau jika bayi sudah mengalami hipoksia (kekurangan oksigen).

Namun demikian sebelum melakukan vakum, terdapat syarat-syarat yang harus terpenuhi antara lain: panggul ibu memungkinkan untuk dilewati bayi, bayi tidak terlalu besar, pembukaan sudah lengkap, dan kepala bayi sudah memasuki dasar panggul ibu. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, misalnya bayi lebih besar dari ukuran panggul ibu dan terjadi gawat janin maka operasi sectio caesaria adalah pilihannya.

Adakah efek samping vakum terhadap bayi ?

Prinsip dari vakum adalah membantu mengeluarkan janin dengan tarikan pada kulit kepala bayi yang ditimbulkan dengan tekanan negatif. Sebelum melakukan tarikan dokter akan memeriksa posisi vakum pada kepala bayi dan memastikan adakah jaringan vagina ibu yang terjepit, untuk meminimalkan luka baik pada anak maupun ibunya. Vakum kini terbuat dari bahan silikon sehingga lebih lunak dan mengurangi kemungkinan terjadinya trauma.

Komplikasi tersering akibat vakum adalah timbulnya kaput suksadeneum. Kaput suksadenemum ini adalah terkumpulnya cairan di jaringan bawah kulit, di atas tulang tengkorak. Kaput suksadeneum ini tampak sebagai tonjolan di bagian atas kepala bayi, dengan konsistensi lunak.

Dengan adanya kaput ini maka kepala bayi tampak lebih lonjong. Kaput suksadeneum ini akan menghilang sendiri dalam waktu beberapa hari sehingga tidak perlu tata laksana khusus dan tidak perlu dikhawatirkan. Setelah kaput ini hilang bentuk kepala bayi akan kembali pada bentuk yang sebenarnya.

Vakum juga dapat menyebabkan lecet pada kepala bayi, dengan cara yang tepat hal ini sangat jarang terjadi. Lecet yang timbul harus segera diobati untuk mencegah infeksi. Vakum juga dapat menyebabkan komplikasi perdarahan otak, meskipun angkanya sangat kecil yaitu sebesar 5,1-5,9 persen per 10.000 kelahiran.

Apakah vakum mempengaruhi tingkat kecerdasan anak nantinya?

Kecerdasan anak dipengaruhi oleh banyak hal, meliputi faktor genetik, stimulasi, nutrisi, penyakit serta faktor lingkungan. Lalu jika ditanya apakah vakum mempengaruhi tingkat kecerdasaran anak nantinya? Jawabnya adalah tidak.

Kaput suksedeneum sebagai komplikasi yang sering terjadi akibat vakum tidak mempengaruhi struktur otak, karena terletak di luar tulang tengkorak sedangkan otak masih terlindung dalam tengkorak dan kaput ini akan hilang dengan sendirinya sehingga tidak mempengaruhi perkembangan otak anak di kemudian hari. Kalaupun terjadi perdarahan intrakranial, bila ditata laksana dengan baik maka otak anak masih dapat berkembang dengan baik asalkan dilakukan stimulasi dengan benar. Kita harus ingat bahwa periode emas perkembangan otak adalah sampai 2 tahun awal kehidupan.

Dalam proses persalinan, kondisi yang mungkin dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak nantinya adalah hipoksia atau kekurangan oksigen pada bayi baru lahir (asfiksia). Kondisi ini ditandai oleh bayi yang tidak langsung menangis saat dilahirkan dan perlu bantuan supaya dapat bernapas atau menangis. Infeksi pada bayi baru lahir juga dapat mempengaruhi kecerdasan anak di kemudian hari.

jalan-kesekolah

Bagaimana jika anak yang dulunya dilahirkan dengan vakum ternyata tidak sepandai anak yang lain?

Ada banyak hal yang perlu ditinjau. Pertama, kemungkinan orangtua berharap terlalu banyak kepada anak (ibu selalu berharap anaknya menjadi juara kelas atau menjadi yang terdepan); kedua, tingkat kecerdasan tiap anak berbeda. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah stimulasi terhadap anak serta nutrisi yang cukup. Stimulasi tidak berarti bahwa anak harus mengikuti banyak pelajaran tambahan atau berbagai macam les, akan tetapi dimulai dari yang paling sederhana yaitu ajaklah mereka berkomunikasi dan jawab pertanyaan mereka dengan benar.

Kesimpulan :

  1. Vakum merupakan alat bantu pada proses persalinan.
  2. Kaput yang timbul akibat tindakan vakum akan hilang dengan sendirinya dan tidak mempengaruhi struktur otak.
  3. Vakum tidak mempengaruhi kecerdasan anak di kemudian hari.
  4. Kecerdasan anak dipengaruhi oleh banyak hal, meliputi faktor genetik, stimulasi, nutrisi, penyakit dan faktor lingkungan.

Referensi :

  1. McGraw-Hill. William Obstetrics, 22nd Edition. Medical Publishing Division, 2005
  2. Putta LV, Spencer JP. Assisted vaginal delivery using the vacuum extractor. Am Fam Physician 2000;62: 1316-20
  • Salonnoni

    saya jg dulu melahirkan anak saya dng bantuan vacum,,awalnya saya agak khawatir,,tp stelah melihat tumbuh kembang anak saya trnyata anak saya justru tumbuh kembangnya lebih cepat drpd anak lain yg seusia dengannya… jd kekhawatiran akan vacum sebaiknya dihilangkan… kecerdasan n’ tumbuh kembang anak didasari dr nutrisi dan asupan gizi ketika kita hamil….

    • Marshalie88

      sama,anak saya lahirnya juga di bantu dengan vacum, tetapi tidak menjadi pengaruh kalau saya melihat sekarang..:) jd kekhawatiran akan vacum sebaiknya dihilangkan… kecerdasan n’ tumbuh
      kembang anak didasari dr nutrisi dan asupan gizi ketika kita hamil..setuju neh..:)

  • tina arena

    bagaimana dengan syaraf otak?? apakah vakum mempengaruhi syaraf otak anak?? anak saya juga terpaksa lahir dgn bantuan vakum, hari ke-8 dia mulai kejang tanpa demam, setelah di cek EEG dinyatakan epilepsi, bagian syaraf otak kirinya mengirim gelombang yg berlebihan shg menyebabkan kejang. padahal tidak ada riwayat epilepsi dr kami.

    • http://www.anakku.net octyvani

      Dear Bunda Tina, risiko perdarahan otak (yang dapat berlanjut ke epilepsi) sangat kecil pada penggunaan vakum. Sebuah penelitian menunjukkan 0.87%. Memang itu tetap adalah sebuah risiko.
      Dari cerita Bunda, sangat mungkin panjangnya durasi persalinan atau kesulitan persalinan (hingga akhirnya dokter memutuskan menggunakan vakum) merupakan faktor risiko epilepsi.
      Semoga si kecil sehat selalu dan tetap semangat beraktivitas :)

    • http://www.anakku.net/ Anakku Magz

      Dear Bunda Tina, risiko perdarahan otak (yang dapat berlanjut ke epilepsi) sangat kecil pada penggunaan vakum. Sebuah penelitian menunjukkan 0.87%. Memang itu tetap adalah sebuah risiko.
      Dari cerita Bunda, sangat mungkin panjangnya durasi persalinan atau kesulitan persalinan (hingga akhirnya dokter memutuskan menggunakan vakum) merupakan faktor risiko epilepsi.
      Semoga si kecil sehat selalu dan tetap semangat beraktivitas :D

  • http://www.facebook.com/Subokir Wahyu Aji P. Ronodiwirjo

    saya lahir dengan kepala di vakum. Kata dokternya sendiri bilang kemungkinan anaknya menjadi berkurang kecerdasannya, dan harus distimulasi kecerdasannya(cerita ibu-bapak saya). Saya sendiri memang amat lemah dalam pelajaran matematika, yang angka-angka murni, walau menyukai pelajaran kimia dan biologi. Eksak asal bisa “dibayangkan” saya suka. Saya kesulitan dalam mengungkapkan gagasan dalam bentuk verbal lisan. Saya sendiri pengidap ADHT yang membuat saya terkucil dalam pergaulan. Entah ada tidak hubungannya dengan proses pengekopan ini. heheheh

  • Imelda

    Saya skr sedang hamil 9bln dan hasi USG menunjukkan posisi bayi saya dlm keadaan terlentang..saya ingin sekali melahirkan normal, kata dokter,kemungkinan nanti akan dibantu dg vakum dlm proses persalinan..dg posisi bayi yg terlentang apakah ada pengaruhnya trhadap kecerdasan anak nantinya? Trims

    • http://www.anakku.net octyvani

      Dear Imelda, senang ya sebentar lagi melahirkan.. Saya kurang tahu apa maksudnya keadaan terlentang dan hubungannya dengan vacuum. Namun, dengan prosedur yang tepat, persalinan dengan vacuum aman, baik untuk ibu maupun anak. Kecerdasan anak tidak dipengaruhi oleh persalinan oleh vacuum.
      Jadi Imelda bisa tenang ya..

    • http://www.anakku.net/ Anakku Magz

      Dear Imelda, senang ya sebentar lagi melahirkan.. Saya kurang tahu apa maksudnya keadaan terlentang dan hubungannya dengan vacuum. Namun, dengan prosedur yang tepat, persalinan dengan vacuum aman, baik untuk ibu maupun anak. Kecerdasan anak tidak dipengaruhi oleh persalinan oleh vacuum.

      Jadi Imelda bisa tenang ya..

  • dani

    Usia anak saya baru 15 hari, saat iya lahir usia kandungan istri saya baru delapan bulan, ditambah lagi ketika dia dilahirkan tidak langsung menangis,setlah beberapa saat di bantu oleh dokter baru kedengaran tangis pertama anak saya, sesaat saya lega……………namun saya merasa was2 kembali,karena anak saya tidak seperti anak lainya,iya jarang sekali menangis,bahkan jika ia mau minum susu,iya hanya tampak seperti orang marah,menggeliat saja,namun tidak menangis,pertanyaan saya apakah ini akan berdampak tidak baik terhadap perkembangannya nanti???

    • http://www.anakku.net octyvani

      Perkembangan anak tidak hanya dilihat dari tangisannya, bisa dari gerakan misalnya mengangkat kepala, menoleh saat disentuh pipinya, dll. Perkembangan biasanya rutin diperiksa oleh dokter anak saat kunjungan imunisasi, coba ditanyakan ya

    • http://www.anakku.net/ Anakku Magz

      Perkembangan anak tidak hanya dilihat dari tangisannya, bisa dari gerakan misalnya mengangkat kepala, menoleh saat disentuh pipinya, dll. Perkembangan biasanya rutin diperiksa oleh dokter anak saat kunjungan imunisasi, coba ditanyakan ya

  • toni

    anak saya bru lahir tgl 23, karena ibunya sudah kelelahan akibat proses melahirkan yang terlalu lama, akhirnya operasi cesar,informsi dari perawat ktanya kelebihan sel darah putih, sya khawatir, efek yang muncul di kemudian hari?bagaimana cara menurunkannya?

  • eko retnowati

    Anak saya terlahir secara vakum dgn berat 3kg.
    Sejauh ini full asi udah menginjak 4 bulan dengan berat 7.5kg.
    Tapi belum bisa tengkurep,
    Gimana cara merangsang agar lekas tengkurep?

    • http://www.anakku.net/ Anakku Magz

      Dear Bunda, pasti anaknya lagi dalam masa lucu-lucunya ya. Sering bermain dengan posisi bergantian dan merangsang dengan mainan yang aman bisa membantu anak belajar tengkurap kok.. kuncinya, sabar dan sering berkomunikasi dengan anak :)